ROMAYA

ROMAYA
Keluar dari Negri ini


__ADS_3

Benar saja, beberapa lama mereka bertemu di cafe Siklus. Ren yang datang lebih dulu menyambut Pramana dengan sebuah pelukan, karna bertemu dengan teman lamanya.


"Apa kabar Dewa..." Sapa Ren. Dan mempersilahkan Pramana untuk duduk.


"Aku baik... Tapi keadaan bayi kami yamg tidak baik." Jawab Pramana sengaja memancing keingin tahuan Ren.


"Selamat Dewa... Ternyata kau sudah mempunyai anak..." Ren memberikan senyuman untuk teman lamanya.


"Aku sudah lama menunggu... Tapi semua tak sesuai dengan keinginan hati." Jawab Pramana lagi, seperti berkeluh kesah.


"Apa yang terjadi dengan bayi mu?" Tanya Ren serius sambil menyesap kopi hitamnya.


"Seseorang menculik istri ku Maya saat akan bersalin. Dia melahirkan sendirian dengan fasilitas seadanya." Jelas Pramana yang terlihat geram jika teringat hal itu.


"Istrimu diculik?" Tanya Ren menegakkan tubuhnya dari sofa.


"Benar... Dan sekarang putra ku sedang mengalami perawatan. Tapi keadaannya semakin memburuk. Beruntung istriku masih baik baik saja. Ia benar benar wanita yang kuat." Pramana memuji istrinya didepan Ren.


"Apakah kau tak melaporkan penculiknya?" Tanya Ren penasaran dengan kehidupan Pramana.


"Ya.. aku bermaksud begitu... Jika sesuatu terjadi pada anakku.. aku akan langsung membunuhnya. Nyawa dibayar dengan nyawa... Bukankah begitu Ren?" Tanya Pramana tersenyum kecut.


"Aku setuju dengan mu Dewa... Siapa yang tega membiarkan seorang wanita yang hamil bahkan tak memfasilitasi bayinya dengan baik. Benar benar manusia berhati iblis." Cerca Ren pada penculik yang dimaksud Pramana.

__ADS_1


"Maka dari itu.. aku disini ingin bertanya pada mu Ren...?" Pramana mulai serius menatap Ren.


"Ya.. silahkan. Mungkin kau butuh teman disaat ada masalah seperti ini. Aku masih temanmu Dewa... Katakanlah... Aku akan membantu semampuku."


Ren tersenyum dan mengubah mode duduknya serius mendengarkan Pramana bicara.


"Apa yang harus aku perbuat pada dia yang telah menculik dan menyakiti istriku.. sampai tak diberikan makan berhari hari.. padahal ia sedang memberikan ASI untuk bayinya. Dan jika itu pelakunya... Adalah..... Raisa..?" Tanya Pramana menatap tajam Ren.


Jantung Ren berdetak kacau saat ini. Ia membulatkan matanya tak percaya dengan nama yang disebutkan oleh Pramana.


"Kau terkejut?" Pramana kembali bersandar menyesap kopi dihadapannya.


"Padahal bisa saja aku langsung melenyapkannya saat bertemu tadi dengan Raisa dicafe. Apalagi ia dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tak akan ada orang yang tau. Tapi aku tak ingin menjadi pengecut seperti itu... Istriku selalu mengingatkan ku untuk tidak membalas perbuatan buruk dengan perbuatan yang lebih kejam dari itu." Jelas Pramana.


Apa yang dia lakukan? Dasar wanita bodoh! Ia tak tau berhadapan dengan siapa. Menghalalkan segala cara hanya Demi mendapatkan pria yang sudah beristri.. dan mengorbankan nyawa anak yang mereka tunggu sejak lama.


Dewa bisa saja menghabisi mu Raisa. Apa yang harus aku lakukan sekarang...


"Aku hanya minta padamu Ren... Bawa Raisa jauh keluar dari negri ini. Jika sekali lagi ia bertemu dengan ku... Maka aku tak segan untuk melenyapkannya.


Maaf Ren... Aku bukan mengancam mu.. tapi wanita itu...yang tak mempunyai hati pada seorang bayi yang masih suci. Aku hanya meminta mu untuk membawanya jauh dari hadapanku..." Jelas Pramana serius menatap Ren yang tak bisa diartikan.


"Dewa.. aku benar benar menyesal, perlakuan Raisa kali ini benar benar jauh dari jangkauan dan perhatian ku. Maafkan kami... Semoga anakmu segera pulih..." Ucap Ren penuh penyesalan pada Pramana.

__ADS_1


"Katakan juga padanya.. aku sangat mencintai istriku. Dan tak akan pernah ada sedikit celah untuk wanita lain... Apalagi untuk nya... Semua sudah tertutupi oleh cinta Maya... Tak ada yang bisa mengubah itu.."


Pramana memperhatikan Ren yang sekarang bersikap seperti orang bersalah. Padahal itu bukan perbuatan nya. Sejak tadi ia hanya menunduk, berusaha memalingkan wajahnya dari Pramana.


"Baiklah Ren aku akan kembali.. istriku sendirian dirumah.."


Pramana langsung berdiri dan meninggalkan cafe Siklus.


Maafkan aku Dewa...


.


.


.


Bersambung


Dukung Author dengan Like, vote, hadiah serta komentar menarik kalian...


Terimakasih...


salam cintooh

__ADS_1


__ADS_2