ROMAYA

ROMAYA
Romi dan Mona


__ADS_3

Tiga bulan kemudian ...


Suasana diruangan ini cukup gelap. Hujan yang mengguyur didaerah itu membuat sebagian listrik padam. Karna ada salah satu tiang yang roboh.


Ruangan sempit yang beralaskan tikar. Sarung menemani menutupi tubuh seorang pemuda. Lamunan nya disentakan oleh suara piring yang terbuat dari stainless.


Nasi tanpa lauk hanya ada sepotong tempe dan rebusan terong menemani disana. Dengan mata berkaca kaca pemuda itu tetap melahap makanan dihadapannya.


Perutnya yang keroncongan tak sanggup menahan lapar, membuat makannya semakin lahap. Meski tanpa ada rasa enak dalam makanan itu.


Sehari setelah divonis hukuman, Romi sah menikah dipenjara dengan Monalisa Haidar anak dari Mawarto. Karna wanita itu tengah mengandung anaknya.


Dan sekarang sudah memasuki usia 4 bulan kandungan Mona. Mereka sama sama kehilangan kesempatan untuk menamatkan sekolah tingkat SLTA.


Mona yang diusir ibunya, karna memutuskan menikah dengan Romi. Dia tinggal dirumah orang tua Romi. Karna Maya pernah memberi nya sebuah kunci. Ternyata itu adalah kunci rumah Maya.


Ia melanjutkan usaha dagangan Maya disamping rumah. Yakni menjual beberapa kebutuhan sehari hari. Dan warung nya lumayan ramai. Banyak warga yang kasihan dengan nasib Mona. Mereka selalu berbelanja diwarung Mona.


Dua minggu setelah itu ibu Mona terkena serangan jantung karna mengalami stress dan pemikiran yang amat berat membuat ia menghembuskan nfas terakhirnya.


Mona tak menginginkan tinggal dirumah orang tuanya. Ia menjualnya kepada pemilik pabrik Roti. Karna lokasi rumah yang cukup besar serta perkarangan yang luas. Mona bisa mendapat harga yang lumayan banyak.

__ADS_1


Ia memperbaiki rumah Maya, dan memperbesar warungnya menjadi sebuah mini market.


Beberapa kali Mona membujuk pengacaranya agar mau mengurus Romi untuk meminta pengurangan masa hukuman suaminya.


Alhasil masa hukuman Romi berkurang dan hanya tinggal 2 tahun saja. Mona membayar dengan harga fantastis. 20 bulan lagi Romi sudah bisa menghirup udara kebebasan.


Itu sedikit lega karna akan segera berkumpul dengan Mona dan anaknya. Tapi dengan tidak adanya kehadiran Maya saat ia menikah, Romi menjadi merasa bersalah atas apa yang ia perbuat terhadap Mona.


Maya pasti sangat kecewa dengan dirinya. Mengetahui kenyataan apa yang ia lakukan demi membalaskan dendam kakaknya.


"Saudara Romi. Ada istri anda yang datang berkunjung."


Petugas membuka pintu kamar bernomor milik Romi. Dan segera memborgol tangan pemuda itu didepan. Ia mengikuti langkah petugas keruang kunjungan.


Air mata Romi menetes melihat Mona yang masih setia menunggunya. Ia mengelus perut Mona yang sudah mulai membesar.


"Apa kabar sayang... kamu baik baik disana. Jaga ibumu. Saat ayah pulang nanti kita akan bermain sepuasnya sayang." Romi bicara pada janin yang ada dikandungan Mona.


"Baiklah ayah... cepat pulang ya..." Mona mengecilkan suaranya seakan akan janin diperutnya menyahuti ucapan Romi.


"Kamu sehat Mas?" Mona duduk disebelah Romi. Menatap pria tampan yang kini menjadi suaminya.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang bertanya tentang keadaanmu Mona.."


Romi mendekatkan wajahnya ke bibir Mona. Ia mengecup hangat bibir istrinya. Tanpa memperdulikan petugas yang mengawasi mereka.


"Aku merindukanmu.."


"Aku juga mas.. makanlah... aku bawakan makanan favoritmu."


Mona membuka rantang makanan dan menyuapkan pada Romi. Ia tersenyum menatap wajah tampan yang sudah tak terurus lagi.


"Ini sangat enak... ibu sering membuat ini saat aku mendapatkan nilai bagus disekolah."


"Oh ya mas.. aku juga bawa baju ganti mu. Sekalian nanti bawa baju kotor mu. Biar ku bawa pulang." Mona tetap menyuapi Romi.


"Biar kan saja Mon.. aku yang mencuci disini. Kau sedang hamil. Jangan bekerja terlalu banyak." Romi memakan suapan dari Mona.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2