ROMAYA

ROMAYA
Keadaan Rekayasa


__ADS_3

Dia menatap mata yang menatapnya dengan hangat. Dan terkejut dan langsung mendorong tubuh pria itu.


"Ren?"


Jadi sejak tadi itu.. bukan Dewa?


Raisa mencerna lagi pikirannya. Sangat jelas ia melihat Pramana sedang mandi dikamar mandi. Dan ia berada diapartemen Pramana.


Bergegas Raisa mengambil handuk dan berlari keluar. Ia memperhatikan sekelilingnya. Ternyata ini memang benar apartemen nya sendiri.


Jadi... Semalam itu aku dengan siapa?


Saat ia berdiri dengan pikiran berkecamuk dikepalanya. Ren datang dari belakang dengan mengenakan handuk melilit di pinggang nya.


"Ada apa sayang?" Tanya Ren memeluk Raisa dari belakang.


"Kenapa aku bisa disini Ren? Bukankah seharusnya di apartemen Dewa." Tanya Raisa tak percaya.


"Benar.. namun seseorang mengantar mu kesini tadi malam." Jawab Ren singkat.


"Mengantar ku? Siapa?" Tanya nya penasaran.


"Dewa... Bersama istrinya .." jawab Ren kali ini menatap Raisa menanti ekspresi dari wanitanya.


"Istri?"


Bukannya Maya sedang bersama anak buah ku? kenapa Ren malah menyebut istri Dewa...?


Raisa benar benar dibuat bingung. Dan saat ini ia sedang kesal karna Ren membuat dirinya telanjang dengan melepaskan handuk nya.


Ren mulai mencumbu tubuh wanita dan tak pernah merasa puas. Tapi Raisa tak langsung menolaknya. Ia menuruti sebentar, lalu berlari kekamar untuk berganti pakaian.


"Sayang .. aku belum selesai..."

__ADS_1


Ren menelan salivanya. Nafasnya yang tak teratur jadi terbuang sia sia karna Raisa menggantungkan hasratnya.


"Kau harus bersabar junior... Masih banyak waktu..."


Ren mengelus kepunyaan nya dan berjalan kekamar mengikuti Raisa mengenakan pakaian.


...****...


"Mas... Apa kau yakin tunangan nya tak marah setelah kejadian itu?" Tanya Maya yang saat ini sedang menunggu Dokter memeriksa bayi Billy.


"Aku sudah menceritakan semuanya sayang... Aku tau Ren orang yang baik. Sudah semenjak kuliah ia sangat menyukai Raisa." Jawab Pramana .


"Aku hanya khawatir ia akan membalas kita. Sekarang aku hanya mencemaskan Billy saja mas... Semakin hari kondisi nya tidak semakin baik... Aku cemas kita akan ..."


"Jangan bicara begitu Maya .. Billy akan sembuh. Dia bayi kuat seperti ibunya. Tenanglah .. berdoalah untuk yang terbaik."


Pramana menenangkan Maya yang terlihat cemas akan keadaan putra mereka.


Beberapa saat sebelum nya..


Dengan alasan mabuk, saat mereka bertemu dengan Ren yang tak sengaja berada didalam lift. Rupanya ia juga akan menemui Raisa.


Dan Ren membawa Raisa sampai ke apartemennya. Setelah sedikit berbincang tentang keadaan Raisa. Mereka berkata pada Ren, bahwa Tuan mereka Pramana Dewanto menyuruh mengantar Raisa sampai selamat dirumahnya.


Ren sangat berterimakasih. Ia juga berpikir jika Pramana ternyata orang yang baik. Setelah sampai di apartemen. Ren menghubungi Pramana melalui ponsel Raisa.


Pramana yang telah mengetahui dari orang suruhannya, bahwa mereka bertemu dengan Ren yang mengaku tunangan Raisa.


Tentu saja Pramana langsung mengangkat telepon nya. Dengan menyuruh Maya yang mengangkatnya.


"Hallo..." Sapa Maya.


"Maaf Nyonya... Benarkan ini nomor ponselnya Dewa. Aa maksudku Pramana Dewanto." Sahut Ren dibalik ponsel.

__ADS_1


"Mas... Ini seorang lelaki... Sebaiknya kau saja yang bicara... Bukan Raisa." Bisik Maya pada Suaminya.


"Baiklah..." Jawab Pramana.


"Benar... Saya istrinya. Apakah anda ingin bicara dengan suami saya?" Balas Maya kembali dengan ponsel yang terhubung dengan Ren.


"Ya... " Sahut Ren .


"Dengan saya sendiri..." Jawab Pramana setelah diberikan ponsel oleh Maya.


"Terimakasih kamu sudah mengantarkan Raisa Dewa. Ini aku Ren... " Sapa nya pada Pramana.


"Ren... Ternyata kau tunangan Raisa... Selamat untuk kalian..." Pramana menyambut dengan nada senang.


"Ya.. sekarang Raisa sudah bersama ku. Apa yang terjadi dengannya.?" Selidik Ren.


"Ooh... Kami tak sengaja bertemu. Aku sedang bersama klien ku disebuah cafe. Dan ketika hendak pulang aku melihatnya sendirian terkulai dimeja dalam keadaan mabuk." Jawab Pramana mengarang cerita.


"Rupanya begitu..."


"Ya... Dan Ren... Bisakah kita bertemu.. ada suatu hal yang ingin aku sampaikan. Jika memang benar kau adalah tunangan nya."


Pramana mulai serius. Ia mendapat kan sebuah cara agar Raisa tak lagi mengganggu kehidupannya dan juga Maya.


"Baiklah... Jika kau sempat aku akan menemui mu sekarang. Mumpung Raisa masih tak sadarkan diri." Jawab Ren...


"Aku tunggu di cafe Siklus..." Pinta Pramana.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2