ROMAYA

ROMAYA
Menerima pekerja baru


__ADS_3

Kau anugrah yang Tuhan kirim untuk ku. Kau mampu menutupi segala kekurangan ku selama ini. Hati ku yang sudah porak poranda kau satu kan kembali seperti saat ini.


Maya mengelus wajah Pramana yang masih terlelap disebelahnya. Matahari hampir bersinar kembali, tapi mata wanita itu seperti tak bisa terpejam.


Beberapa jam menatap wajah suaminya tetap membuat hatinya belum puas untuk berterimakasih atas kehidupan yang ia jalani sekarang ini. Sesekali mata Pramana mengerjap karena sentuhan Maya. Tapi seakan kantuk lebih mendominasi kepalanya.


Mereka telah menyelesaikan beberapa ronde sesi percintaan yang sangat panas. Walaupun tubuhnya sangat lelah. Maya duduk dan berdiri mengambil pakaian nya yang berserakan dilantai. Lalu berjalan ke kamar mandi. Ia membuka pintu kamar yang tak terkunci. Karna hanya ada mereka berdua dirumah kecil itu.


Apa aku harus menuruti permintaan mas Pram untuk pindah kerumahnya.


Tapi... Aku belum bertemu dengan ibu dan adiknya. Karna masalah ini aku menjadi lupa untuk bertanya..


Maya mengambil pakaian didalam lemari. Ia kelihatan sudah lebih segar dan cantik pagi ini.


Ia kembali kedapur melihat makanan semalam yang belum sempat ia makan dengan Pramana. Karna kesal rasa lapar itu hilang dengan sendirinya.


"Hmmm.. ini masih sangat enak. Aku akan memanaskan nya saja..."


Maya menyicipi masakannya. Menghidangkan dimeja makan mini mereka dan menutup nya.


Ia membereskan rumah hingga keluar sampai halaman. Matahari sudah bersinar cerah pagi ini. Suara ayam berkokok membuat penduduk disana bangun satu persatu.


"Pagi mbak Maya.."

__ADS_1


"Pagi Mul... Mau sekolah ya.." sapa Maya membalas salam dari anak SMA yang bernama Mulyani.


"Iya mbak... Ada kegiatan terakhir disekolah. Mengisi hari aja. Sambil nunggu ijazah keluar."


Jawab gadis itu tersenyum manis pada Maya.


"Selamat ya... Kau sudah lulus sekolah. Mau lanjutkan kemana Mul?"


"Belum tau mbak... Mungkin mau kerja saja. Bapak ga kuat mesti cari uang buat aku pendidikan lagi mbak. Mending bantuin bapak. Sambil nunggu jodoh yang tepat."


Maya tertawa kecil mendengar penjelasan gadis itu panjang lebar.


"Mul... Kau bisa menjahit? Paling tidak bisa menggunakan mesin jahit." Selidik Maya.


"Maksud mbak apa ya .. aku tak mengerti. Tapi kalau menggunakan mesin jahit aku bisa mbak. Disekolah aku ambil ekstra kurikuler nya menjahit. Tapi buat apa ya mbak?"


"Jika memang ingin bekerja, ditempat ku saja. Bantu bantu aku menjahit. Sekarang sedang banyak pesanan. Partai besar lagi."


Tawar Maya langsung pada gadis itu. Mulyani mendekati Maya untuk lebih memperjelas lagi ucapan Maya.


"Aku kerja ditempat mbak Maya?" Ia menegaskan lagi pertanyaan nya pada Maya.


"Iya Mul... Kau kan sering bantu mbak buat mengantar pesanan. Kalau kau mau... Kita bisa coba besok. Karna hari ini aku akan pergi dengan mas Pram. Bagaimana?"

__ADS_1


"Boleh mbak... Aku mau sekali. Besok pagi aku kesini lagi." Mulyani mengangguk angguk kegirangan.


"Pukul 9 saja ya Mul..." Maya ikut senang melihat gadis itu berbinar binar karna bahagia.


"Siap mbak .. kalau begitu aku pamit ya mbak.."


Gadis itu meninggalkan Maya yang masih berdiri di halamannya memegang sebuah sapu.


Kemudian Maya tersenyum berjalan kearah pintu rumahnya. Pramana yang menyaksikan dari jendela kamar juga ikut tersenyum melihat kebaikan hati istrinya. Terbersit sebuah ide dikepala nya.


Ia kembali berbaring keatas ranjang, dengan tubuh yang masih polos.


Maya pasti akan membangun kan ku... Wkwkwk... Aku akan pura pura tidur saja ..


Benar dugaan Pramana. Saat Maya telah selesai berbenah dan mencuci tangannya. Ia masuk kedalam kamar untuk membangunkan suaminya.


"Mas... Sudah jam berapa ini? Nanti bisa telat kekantor."


Maya duduk didekat Pramana. Ia menggoyang goyangkan lengan Pramana. Secepat kilat Pramana membuka selimut dan langsung menangkap Maya sampai berada dipelukannya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2