ROMAYA

ROMAYA
Ayo kita selesaikan saja ..


__ADS_3

Suasana dikampung sudah sepi. Maya berkali kali melihat kearah jam dinding di kamarnya. Ia gelisah karena Pramana belum juga pulang.


"Padahal tadi mas Pram sudah ingin pergi, kenapa lama sekali sampai ke rumah. Harusnya dia sudah tiba sejak tadi."


Ia mengambil ponselnya mencoba menghubungi Pramana. Tak ada hasil, Pramana tak mengangkat telepon dari Maya.


Hati nya resah tak karuan kali ini. Berkali kali ia menghubungi Pramana dan mengirimi nya pesan. Namun tak ada jawaban dari Pramana.


"Apa yang telah terjadi padamu mas? Apa wanita itu melakukan sesuatu padamu? Semoga kau baik baik saja mas Pram."


Maya berjalan ke depan dan mengunci pintu nya. Lalu masuk kedalam kamar. Maya berjibaku dengan pikirannya sendiri. Apa gerangan yang terjadi dengan suaminya. Ia sangat mencemaskan Pramana.


***


Lana mengambil sesuatu dalam nakas nya. Mengusapkan ke senjata Pramana kini mulai menegang saat ia usap dengan selembar tisue. Entah apa itu.


Dengan nafas yang terengah engah, Lana menggoyangkan pinggulnya setelah menancapkan ke batangan Pramana. Ia seperti orang gila yang memperkosa seorang pria.


"Kau sangat jantan Pram... Kenapa aku tak dari dulu melakukan nya dengan mu. Ini sangat nikmat. Bahkan dia tak se jantan dirimu. Teman yang selama ini kau bangga banggakan. Menerkam mu dari belakang. Bagaimana jika kau tau tentang aku dan Ray? Untuk saat ini kau mungkin akan bersyukur, tapi aku tak lagi menginginkan teman mu itu. Aku hanya menginginkan mu Pram .."


Dengan aktivitas seorang diri, Lana terus menggoyang Pramana. Tubuh keduanya telah sama sama polos.

__ADS_1


Lana beberapa kali mendapatkan pelepasan di bagian bawahnya. Lana seperti dirasuki setan dengan nafsunya yang membara.


Samar samar terdengar suara nafas Pramana. Lana masih tak menghiraukan nya. Ia tetap saja menghentakkan pinggulnya diatas pria itu.


Mata Pramana perlahan terbuka. Alangkah terkejutnya dia melihat Lana yang sedang menggoyang nya dengan mata yang terpejam dan mere..mas sendiri payu..daranya.


Dengan cepat Pramana mendorong Lana, sehingga penyatuan mereka terlepas. Dengan nafas yang memburu Lana terkejut melihat Pramana sadarkan diri lebih cepat dari perkiraan nya.


"Kau... Apa yang kau lakukan Lana? Kau ingin menjebak ku?"


Pramana bergegas memunguti pakaian nya dan memakainya langsung dihadapan Lana.


Ucap Lana lirih menahan hasratnya. Ia bahkan mendekati Pramana dengan kondisi polos.


"Kau benar benar gila Lana! Dan kau .. tidak perawan lagi? Siapa yang melakukannya padamu?"


Pramana mencoba memalingkan pandangannya dari Lana. Ia bergegas memakai pakaian nya agar bisa segera pergi dari sana.


"Pram aku tak perduli... Aku hanya menginginkan mu malam ini."


Lana mendekati Pramana yang mencoba terus mengelak kan pandangannya dari Lana.

__ADS_1


"Kau benar benar wanita gila yang pernah bersamaku. Bahkan tanpa tau malu kau melakukan ini. Apakah di dunia tak ada lagi lelaki yang bisa menyayangi mu? Aku sungguh kecewa pada tingkah mu saat ini Lana.


Lihat lah dirimu sekarang .."


Pramana mengambil selimut dan menutupi tubuh polos Lana. Tetap saja ia merasa kasihan dengan Lana.


Dan mengenai keperawanan Lana. Sungguh diluar dugaannya. Karna wanita itu mengakui belum pernah melakukan hubungan intim dengan lelaki lain. Ia hanya menunggu hal itu tiba saat mereka menikah.


Lana hanya tertunduk dan terduduk dilantai kamarnya. Ponsel Lana tiba tiba berdering. Pramana melihat ponsel yang kebetulan dekat dengan nya.


"Ray? Ada apa ia menelpon mu?" Lana masih diam di sana dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Dan ponsel itu tak lagi berdering saat Pramana akan mengangkatnya. Tapi sebuah notifikasi masuk ke ponsel Lana.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2