
Sesampai dirumah mereka Maya langsung masuk kedalam kamarnya. Ia mengunci pintu dari dalam. Berganti pakaian dan merebahkan dirinya diatas ranjang.
Mulai berpikir hal apa yang akan ia lakukan untuk membalas perbuatan Mawarto.
Terpikirkan sesuatu. Maya berdiri dan keluar kamar. Ia mencari keberadaan Romi. Mencari kekamar Romi. Tapi adiknya tak berada disana.
Ia hanya meminta Romi untuk tidak memberitahukan ibunya. Karna itu akan membuat ibunya shock. Bisa saja ia terkena serangan jantung.
Dimana anak itu.. padahal baru sebentar aku tinggal.
Maya mencari disetiap ruangan didalam rumah sederhana mereka. Tapi sosok Romi tak ia temukan.
Mungkin ia mengambil air kesumur. Aku akan bicara besok pagi saja.
Maya melihat ibunya yang terlelap dikamarnya. Kemudian ia juga masuk kedalam kamarnya.
Berusaha memejam kan mata nya berharap semua yang ia lewati hanya sebuah mimpi. Bukan kenyataan yang telah terjadi.
Bayangan Tono, pria yang menggagahi nya kembali mengisi ruang matanya. Ia tak menyangka karna pengaruh obat yang diberikan Tono.
Ia juga ikut menikmati setiap sentuhan Lelaki itu. Dan tak bisa dipungkiri jika lelaki itu sangat perkasa dalam sesi bercinta. Energinya seperti tak terkuras.
__ADS_1
Ia merasa jijik sendiri pada dirinya. Merasa seperti wanita murahan yang berharap bayaran dari lelaki setelah saling memuaskan nafsu masing masing.
Astaga.. uang itu terlihat banyak sekali. Kenapa aku tak menyuruh Romi mengumpulkannya. Dan lendir dosa itu masih berserakan dikedai bakso ku.
Perlahan mata Maya akhirnya terpejam juga karna lelahnya tubuhnya setelah digilir oleh dua orang bejat. Sangat munafik jika ia juga tak menikmati apa yang mereka suguhkan.
...****...
Sementara itu, seorang pemuda memakai pakaian serba hitam. Berjalan mengendap ngendap disamping pagar rumah Mawarto.
Ia melompati pagar itu pelan pelan tanpa meninggalkan suara. Dan berhasil memasuki pekarangan rumah lelaki tua itu.
Ia mengintai dari tepi dinding melihat beberapa anak buah Mawarto yang berjaga didepan rumahnya. Ia segera berbalik mencari tempat lain untuk masuk.
Ia masuk melalui pintu itu dan menutupnya sedikit. Tanpa suara yang mencurigakan. Ia memperhatikan sekeliling rupanya ini adalah garasi kendaraan Mawarto.
Pemuda itu mencari suatu benda tajam kekiri dan kanannya. Ia menemukan sebuah obeng lalu menusuk semua ban dikendaraan tersebut. Hingga semua ban nya terduduk langsung kelantai bersama velg nya.
Rasakan itu tua bangka... kau akan kubuat seperti ban mobil mu ini. Mati!!
Pemuda itu memang Romi. Setelah mengantar kan Maya kerumah ia segera berganti pakaian dan langsung mengintai rumah Mawarto. Tanpa memberitahu Maya, ia ingin menjalankan aksi heroiknya sendirian.
__ADS_1
Ia melihat sebuah pintu menuju kedalam rumah Mawarto. Membukanya secara perlahan. Melihat setiap sisi ruangan yang hanya diterangi temaram cahaya.
Setelah dirasa aman Romi melanjutan aksinya mencari pintu kamar Mawarto. Ia tak sabar ingin segera menghabisi lelaki tua itu.
Bodoh sekali orang kaya ini. Pintu kamar pun tak dikunci. Mereka benar benar mengharapkan kehadiranku
Romi membuka salah satu pintu kamar. Ia menyusup masuk kedalam. Menyalakan lampu. Ternyata itu adalah kamar anak gadis Mawarto.
Perempuan itu segera terbangun saat Romi menyalakan lampu. Dia Mona, wanita yang sangat menyukai Romi disekolah. Ia sangat senang melihat Romi hadir dikamarnya.
Romi terpaku berdiri didekat tempat tidur Mona. Ia meletakan telunjuk kebibirnya menyuruh Mona agar tak bersuara.
Tapi tak sesuai dengan perintah Romi. Wanita itu malah mendekati Romi dan memeluknya.
"Akhirnya kau datang juga Romi. Aku sangat menyukai mu"
.
.
.
__ADS_1
Bersambung