ROMAYA

ROMAYA
Neraka Mawarto


__ADS_3

Mereka telah selesai membersihkan diri. Romi memakai kembali pakaian nya. Sementara Mona mengganti pakaian nya dengan baju casual biasa.


"Kau mau kemana?" Mona memeluk Romi dari belakang.


"Aku harus pulang.." Romi berbisik menjawab pertanyaan Mona.


"Kau takan meninggalkan ku bukan?" Mona juga berbisik.


Romi membalikan tubuhnya. Ia memperhatikan wajah manis Mona. Wanita yang dengan suka rela memberikan barang berharganya.


"Memangnya aku mau pergi kemana? Tempat ku disini."


Romi menunjuk dada Mona. Mengatakan bahwa ia berada dalam hati Mona. Walaupun Romi juga menyukai Mona.


Tapi telah lama ia tahan karna mengetahui Mona anak orang terpandang dan kaya didesanya. Apalagi ayah nya yang terkenal sangat sombong itu.


Tapi dendamnya pada ayah Mona membuat ia nekat melakukan hal ini pada Mona. Yang sebenarnya tak pernah ia pikirkan.


Mona terlihat tersenyum ia memeluk erat Romi. Dan Romi bahkan menciumi pucuk kepala Mona. Berharap ini bukan akhir hubungan mereka.


"Romi aku benar benar mencintai mu. Jangan tinggalkan aku dengan apa yang telah kita lakukan." Mona menatap Romi hangat.


Ia memberikan sebuah ciuman hangat pada bibir manis Mona. Hingga panas seakan menjalar pada tubuh keduanya.


"Asalkan kau tidak pernah menerima orang lain dalam hidupmu. Maka aku akan selalu bersama mu."

__ADS_1


"Tak ada lelaki lain dihati dan hidup ku selain dirimu Romi"


Mereka berpelukan lagi enggan untuk berpisah. Mona membuka pintu kamarnya pelan pelan. Melihat kiri kanan mengawasi jika ada seseorang diluar. Dan masuk lagi ke kamarnya


"Ayah masih tidur. Cepatlah.!" Mona memberi aba aba pada Romi.


"Dimana kamar Ayah mu?" Romi tak sengaja bertanya.


"Kenapa?" Mona merasa heran karna Romi menanyakan kamar Mawarto.


"Aku bisa mengawasi kamar itu saat keluar nanti. Takut kalau kalau ia tiba tiba keluar." Jelas Romi.


"Oh... itu didepan kamar ku. Tapi saat ini ayah hanya sendiri, ibu menginap dirumah saudaranya." Romi melihat pintu kamar Mawarto.


"Baiklah aku akan keluar."


Romi mengecup bibir Mona dan berjalan keluar kamar Mona. Dari dalam Mona mengunci pitu kamarnya. Ia tersenyum sendiri mengingat apa yang barusan ia alami.


Dan merebahkan tubuhnya keatas ranjang. Merasakan perih miss vivinya dan lelah karena pertempuran pertamanya bersama Romi. Ia berharap akan mendapatkan kembali sentuhan kedua dari Romi.


Sementara diluar Romi melihat kesempatan untuk masuk kekamar Mawarto yang sedang sendirian. Ia mendekati pintu kamar itu dan pelan pelan masuk kedalam.


Melihat Mawarto yang sedang terlelap tidur seorang diri dengan lampu yang lumayan terang.


Ia mendekati ranjang itu. Mengambil sebuah bantal. Menyekap wajah Mawarto dan menekannya dengan kuat.

__ADS_1


Ia melihat Mawarto mengejang ngejang bahkan memukul mukul bantal yang pakai Romi. Tak menghiraukan ia terus saja menekan dengan kuat. Hingga tangan dan kaki Mawarto lemas diam tak bergerak.


Romi mengoyang goyangkan bantal diwajah Mawarto. Tak ada respon. Ia mengangkat bantal itu melihat Mawarto tak bernyawa.


Selamat datang dineraka Mawarto. Ini bayaran atas perbuatan mu pada kakak ku.


Tanpa menyentuhnya. Romi meletakan kembali bantal itu disebelah kanan Mawarto. Ia keluar secara perlahan dari kamar itu. Merasa tugasnya telah selesai. Dan mendapatkan Bonus bercinta dengan Mona.


Hingga Romi berhasil keluar dari rumah Mawarto. Ia buru buru kembali kerumahnya. Agar tak ada yang mengetahui perbuatannya.


Romi masuk kekamar nya. Mengganti pakaian dengan baju tidur. Dan ia merebahkan tubuhnya diatas Ranjang berukuran kecil.


Membayangkan wajah Mona. Dan adegan panas mereka berdua. Bayangan tubuh molek gadis itu menari nari dimatanya.


"Ternyata begitu rasanya bercinta, pantas saja dengan melihat seseorang saja, Mawarto sudah bisa merasakan nikmatnya bercinta hanya dengan membayangkan melakukan dengan orang itu"


Romi pelan pelan bergumam merasakan sisa sentuhan percintaan nya dengan Mona. Sebuah senyuman tergambar dibibirnya. Ia memejamkan matanya menuju kepulau mimpi.


Kita akan bertemu lagi Mona...


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2