Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Kiss or late


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Pagi hari sudah mendung menyelimuti langit. Joe masih tertidur pulas. Sedang Shinta sudah selesai mandi. Menggunakan seragam lengkap dengan dasi.


Rania dan Andrew sudah pergi kembali ke negara mereka bersama Andi. Sekarang Joe yang tinggal disini dengan Shinta. Seperti layaknya rumah tangga sungguhan. Kini mereka sudah tidur bersama.


Shinta melihat jam didinding kamar. Sudah jam segini Joe belum bangun juga. Sejak tidur bersama Shinta Joe jadi sering pulang cepat dan malas bangun. Ia suka sekali bermanja - manja dengan Shinta.


"Mas, bangun. Sudah siang. Nggak mau ke kantor?" tanya Shinta. Menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang membangunkan Joe.


"Hmmm."


"Udah siang lho... Ayo bangun!" Shinta menggoyangkan tubuh Joe berlahan.


"Males Honey. Tidur lagi yuk Honey." Joe meraih selimut. Menutup setengah tubuhnya.


"Nggak. Aku sudah siap berangkat sekolah, Mas." Shinta menyibak selimut.


"Nanti saja." rengek Joe. "Temani aku tidur lagi."


"Hei tuan muda. Aku sudah siap berangkat ke sekolah." ketus Shinta.


Terdengar pintu kamar diketuk. Dan suara dibaliknya adalah Mbak Asih. Shinta melepas pelukan tangan Joe. Kemudian beranjak membuka pintu kamar.


"Ada apa mbak?" Shinta menatap ada Daren disamping Mbak Asih.


"Non, sarapan sudah siap."


"Ya. Nanti aku turun Mbak."


"Pagi nona muda. Apa tuan muda sudah bangun? Ada jadwal meeting pagi ini." Daren berkata.


"Pagi juga Pak Daren. Silahkan masuk. Mas Joe masih tidur."


Shinta membuka pintu lebar. Sebelum masuk, Daren menunduk hormat. Ia mengedarkan pandangannya melihat Joe masih berbaring di atas ranjang.


Shinta mendekati Joe. Menggoyangkan tubuhnya perlahan. Lagi.


"Bangun Mas. Ada Pak Daren. Katanya ada meeting pagi ini."


"Nggak mau. Pengen tidur lagi sama kamu." Joe masih memejamkan mata. Ia mengubah posisinya untuk menaruh kepalanya dipangkuan Shinta.


Shinta memerah. Seakan panas menjalari tubuhnya. Kenapa Joe bermanja begini didepan Daren? Bikin malu saja.


"Eh? Aku harus ke sekolah Mas."


"Bolos sehari saja Honey."

__ADS_1


"Tidak boleh! Ayo bangun!"


"Tidak mau! Kiss me first."


Shinta membulatkan matanya. Idih! Tidak tau malunya ada Daren disini woy!


"Tidak! Bangun Mas. Aku telat nanti."


"Cium dulu atau telat?"


Grrr.... Shinta menundukkan wajahnya. Bersiap mencium pipi Joe. Sebelum itu ia melirik posisi Daren. Oh aman. Daren memalingkan wajahnya ke jendela kamar Shinta.


Cup! Shinta menabrakkan bibirnya di pipi Joe. Joe belum bergerak dari posisinya. Membuat Shinta kesal. Sekarang apa lagi?


"Honey, bukan pipi. Tapi ini." Joe menyentuh bibirnya. Menyeringai penuh dengan rencana licik. Sengaja ya?


Joe memejamkan mata. Menunggu Shinta melakukan yang ia inginkan. Shinta melirik Daren lagi. Meski dia tidak melihat, tapi dia punya telinga kan? Haaahhh.. aku bisa telat kalau begini.


"Kiss or late?" suara Joe menyadarkan Shinta.


"Sudahlah Mas. Ayo bangun! Jangan mengerjaiku!"


"Berarti kau pilih telat." Joe merengkuh pinggang Shinta. Benar - benar bikin sebal. Shinta menghela nafas. Bisa kah dia itu tak seperti ini?


"Mas, ayolah jangan main - main. Aku harus berangkat sekolah sekarang."


"Segera lakukan saja. Is easy, right?"


"Oh ya? Kau sedang mengancam ku sekarang?"


"Itu kan yang kau lakukan padaku?"


"Kiss me first or late?" Joe terus mengulangi mantranya.


Arrrggghhh... Persetan dengan apapun! Awas saja nanti malam. Aku tidak akan membukakan pintu kamarku.


***


Senyum kemenangan pun tercetak jelas di wajah Joe. Ancaman Shinta tak berarti apa-apa untuk Joe. Kunci cadangan. Haha... Tawa licik itu menggema di dalam mobil yang meninggalkan gedung perkantoran itu.


Daren bergidik. Sedang apa tuannya tiba - tiba tertawa begitu. Sesuatu yang membuat tuannya bahagia, pasti sesuatu hal yang langka.


Daren terdiam. Ia sama sekali tidak mengerti hubungan tuan dan nonanya. Ia hanya fokus pada jalanan didepannya. Bagaimana mereka dulu kenal ya? Ah, apa cinta sebuta itu sampai menikah saat masih sekolah? Apa tuan muda tak melihat perempuan lain selain nona Shinta itu? Haaah... Untuk apa aku pikirkan. Membuatku pusing saja.


"Daren, kau punya kekasih?" tanya Joe tiba-tiba. Daren menmicingkan matanya heran. Ia melihat tuannya dari balik kaca spion.


"Belum tuan." Untuk apa menanyakan itu. Sungguh tidak penting. Hiks aku masih jomblo diumurku segini? Gara - gara siapa? Aku harus mengabdi denganmu tuan muda.


"Hmmm... Apa jadwal ku hari ini?"

__ADS_1


"Kita akan memenuhi undangan walikota untuk seminar tentang gaya hidup dan bisnis."


"Eh? Memang nya ada hubungannya?"


"Pak walikota terkesan pada gaya hidup sehat anda dan bisnis anda yang sejalan."


"Memangnya semua orang harus membuka tempat usaha GYM? Haaahhh... Lucu sekali."


"Maksudnya, walikota ingin tau bagaimana anda mengatasi masalah dalam usaha dan tetap menjaga kesehatan. Itu poinnya tuan."


"Oh baiklah."


"Selanjutnya makan siang dengan walikota."


"Hmmm... Daren, apa kau pernah memukul seseorang karena disuruh seseorang?"


"Tidak."


"Apa kau pernah memukul seseorang karena keinginanmu sendiri?"


"Pernah."


"Saat apa?"


Daren diam. Harus jawab apa. Pertanyaan seperti ini bahkan bukan termasuk dalam perkerjaan.


"Tidak suka aku bertanya? Mau ku pukul?"


"Tidak begitu tuan. Alasannya sangat pribadi."


"Apa yang tidak boleh aku tau?"


"Hmmm... Maaf tuan. Saya..."


"Jawab!" Joe berteriak. Matanya menusuk tajam. Daren menelan savilanya. beberapa jam yang lalu ia masih melihat tuannya tersenyum. Sekarang sudah seperti kesetanan menginginkan cerita yang sangat tidak penting baginya.


"Dulu Saya pernah memukul laki - laki yang mendekati pacar saya."


"Wahahaha... Kau harus tau. Setelah ini, kau jangan segan - segan memukul orang yang kerjanya tidak becus."


Daren merinding. Tawa dan kata-kata Joe sangat membuatnya tidak bisa berkata - kata. Apa harus dengan kekerasan? Bicara dengan baikpun para pegawai bisa memaklumi. Ya namanya bos, suka - sukanya sajalah. Semoga tak ada yang membuat masalah.


"Baik tuan."


***


terima kasih sudah membaca


jangan lupa like komen tip dan vote ya

__ADS_1


nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya


peluk cium DevaNurAna


__ADS_2