Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Kegelisahan Andi


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Tempat usaha itu masih dalam tahap penataan ruangan. Masih banyak barang - barang yang tertutup plastik. Andi masih disana. Melihat pegawai yang dengan giat bekerja membereskan semua.


"Gimana? Sudah selesai?" tanya Andi pada salah satu pegawai. Andi melihat beberapa barang memang sudah terpasang sempurna.


"Sedikit lagi tuan. Tenang saja. Hari ini pasti selesai." kata seseorang pekerja itu.


"Daren, tuan Joe ingin kalau ruangan samping itu dijadikan cafe." kata Andi. Matanya tertuju pada ruangan sebelah pintu utama.


"Itu bagus tuan Andi. Cafe makanan sehat pasti cocok dengan tempat GYM ini."


Andi mengangguk pelan.


"Atur juga semuanya ya." kata Andi kemudian masuk ke ruang kerja yang disediakan untuk Joe.


"Halo dokter Andri. Apa anda punya kenalan dokter gizi? Aku mau dokter yang kompeten untuk mengatur gizi para anggota nanti untuk di GYM tuan Joe. Aku juga sudah menyiapkan ruangan khusus untuk dokter." kata Andi pada orang diseberang sana, dokter Andri.

__ADS_1


"Baik tuan Andi. Saya akan segera menghubungi Anda bila sudah memastikan dokter yang cocok untuk ditempatkan di GYM." tut.


Andi mengakhiri panggilan. Yang ia lakukan sudah sesuai yang tuan mudanya minta. Tempat GYM ini tidak hanya akan digunakan untuk olahraga otot saja.


Banyak fasilitas yang akan ditawarkan disini. Cafe sehat sudah terencana dengan free wifi. Ada ruang khusus juga untuk latihan senam aerobik atau zumba tergantung tema. Rencananya setiap minggu akan ada pelatih senam untuk para anggota wanita.


Andi duduk disofa. Memikirkan kata - kata tuannya sebelum pergi.


"Andi, aku butuh tiket pesawat. Aku ingin pulang. Menyelesaikan urusanku dengan Carol."


"Saya akan urus Carol untuk Anda tuan muda."


Pasti sangat sakit bila Joe akan melihat dengan mata kepalanya sendiri penghianatan kekasihnya.


Andi mendesah kasar. Untuk apa masih memikirkan orang yang jelas - jelas tak memikirkan kita? Jangan sia - siakan hidup Anda terlalu lama tuan muda.


Selalu Andi menasehati tuan mudanya untuk meninggalkan Caroline Carlos. Wanita itu benar - benar rubah betina.


Andi sangat benci melihatnya. Tapi tuan mudanya sudah dibutakan oleh cinta. Andi juga sudah mencegah tuannya untuk pergi. Namun saat ia melapor pada tuan besar, Andrew malah menyuruh membiarkan Joe.

__ADS_1


Harusnya Joe tak perlu memastikan sendiri penghianatan kekasihnya itu. Dari pada sakit yang lebih besar lagi akan menorehkan luka mendalam bagi Joe. Andi juga mampu membereskan wanita itu. Namun lagi-lagi Tuan besarnya tak membiarkan Andi turun tangan. Bahwa wanita itu tidaklah penting untuk dipikirkan. Joe akan terbuka matanya jika ia melihatnya sendiri.


Masih ditempat GYM. Andi sudah menyeleksi semua trainer personal yang akan bekerja. Terlihat orang - orang berbadan kekar itu berbaris tegap dan pandangan lurus kedepan.


Andi duduk didepan mereka. Memberi beberapa instruksi dan peraturan dalam bekerja. Andi duduk dengan angkuhnya. Mengatakan dengan jelas Kesalahan tak akan termaafkan. Harus profesional, disiplin dan cekatan. Semua dituntut kesempurnaan.


Andi berdiri. Berjalan mendekat. Tangannya bersedekap dada. Karna personal trainer sudah siap, tinggal membuka usaha ini. Pembukaannya akan dilakukan lusa. Atau menunggu tuan muda kembali.


Semoga tidak ada kekacauan, batin Andi. Ia mendesah. Andai ia ikut pulang, ia takkan segelisah ini membatin tuan mudanya. Tuan mudanya bahkan tidak mengindahkan nasehatnya. Untuk menjadwalkan ulang saja keberangkatannya karna alerginya belum sepenuhnya hilang.


Andi sudah menghubungi anak buahnya yang ia siapkan untuk menguntit Carol agar bersiap. Merekam semua yang terjadi. Andi butuh mengetahui semua yang terjadi disana.


***


Terima kasih sudah membaca^_^


jangan lupa like komen tip dan vote ya


nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya

__ADS_1


peluk cium DevaNurAna ^_^


__ADS_2