Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Minta Pijat


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Shinta tengah asik mengiris sayur mayur yang akan dimasak Mbak Asih untuk makan malam didapur.


Sayup terdengar deru suara mobil berhenti didepan rumah. Menyadarkan Mbak Asih untuk segera membuka pintu utama.


Joe dan Andi baru pulang. Dengan wajah yang kusut, mereka menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tengah.


Shinta menghampiri Joe diruang tengah. Sebenarnya ia ingin membicarakan soal Bibi waktu itu. Namun melihat wajah lesu Joe, ia urungkan niatnya.


"Mas Joe kenapa?" tanya Shinta membuka suara.


Joe melirik Shinta dengan ekor matanya. "Sini duduk!" Joe melambaikan tangan. Menyentuh sofa disampingnya. Meminta Shinta duduk.


Mbak Asih datang membawa susu hangat. Menaruhnya dimeja didepan tuannya.


Joe mengusir Andi dengan tatapan matanya. Seperti sudah paham Andi  beranjak masuk ke kamarnya. Membawa susu hangatnya.


Joe mulai mendekat. Memeluk Shinta. Matanya terpejam di bahu Shinta.


Sekarang pelukan Shinta seperti kebutuhan yang ingin ia dapat setiap hari. Apalagi saat ini. Kala tubuhnya lelah bekerja.


Shinta mulai merasakan berat tubuh Joe. Ia coba regangkan pelukan Joe. Tapi tangan Joe itu tak bergerak sama sekali.


"Mas Jonathan." panggil Shinta.


"Hmmm."


"Mas Jonathan, bangun!"


"Apa sih?!" Joe kesal. Melepas pelukannya dengan kasar. Joe kelihatan sangat tidak suka Shinta menolak pelukannya. "Kau menganggu tidurku! Menyebalkan!"


"Kalau tidur dikamar Mas." kata Shinta. Bukan dibahuku! Kau pikir bahuku bantal apa? Suka sekali menempel kayak cicak.


"Kau pandai mencari alasan ya! Sekarang aku jadi susah tidur." Joe ketus.

__ADS_1


Shinta merotasi matanya. Jengah. Jelas bohong sekali sih. Dari pada membantah, Shinta lebih baik diam. Jika Joe semakin marah, Ia akan meminta aneh - aneh.


Andi keluar dari kamarnya. Ingin menaruh gelas susu yang sudah kosong itu ke dapur. Tapi ia terhenti memperhatikan pertengkaran kecil tuan dan nonanya.


"Pijat aku!" kata Joe.


Shinta terkejut. Pijat? Kenapa harus aku?


Shinta diam dengan keterkejutannya. Joe mengeram tanda untuk Shinta segera melakukan perintahnya.


Ish! Selalu memaksa! Shinta.


Shinta mengganti posisinya. Shinta berdiri dibelakang sofa membelakangi Joe. Shinta memulai memijat bahu Joe. Menekan pada titik tertentu.


Lumayan. Joe


"Pak Andi mau aku pijat juga?" tanya Shinta melihat Andi yang masih berdiri didepan pintu kamarnya. Karna merasa diperhatikan Andi dari tadi.


"Apa?! Tidak boleh!" Joe marah. Melirik tajam Andi seperti berkata awas kau kalau sampai mengiyakan.


"Kenapa?" tanya Shinta pada Joe.


"Kau sesuka itu ya membuatku kesal? Pijat aku saja yang benar."


Cih! Batin Shinta kesal.


Joe memegang tangan Shinta. Menghentikan pijatan Shinta dibahu Joe. Joe mendongak melihat Shinta dibelakangnya.


"Kenapa lagi?"


"Ikut aku."


Joe beranjak. Naik ke atas masuk kekamar Joe.


Dia mau apa? Shinta menegang. Sampai didepan kamar Joe, ia menghentikan langkahnya. Shinta ragu untuk masuk ke kamar itu. Ia melangkah kakinya pelan. Pintu kamar ia biarkan terbuka.


Joe menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur. Membalikkan badannya dalam posisi tengkurap.

__ADS_1


"Pijat aku." kata Joe.


"Mas, apa yang kau lakukan dengan perusahaan Paman?"


"Hmmm." jawab Joe menikmati pijatan Shinta.


"Apa benar Mas Jonathan ingin mengusai perusahaan Paman?"


"Perusahaan Paman itu milik Uncle Raditya, Honey."


"Milik Papaku? Mas Jonathan salah, itu bukan perusahaan Papa. Itu perusahaan Paman sendiri."


"Kau percaya?"


"Tentu saja. Mana mungkin Paman dan Bibiku berbohong padaku?"


"Bodoh!" Joe membalik tubuhnya. Tangannya menyentil kening Shinta. Shinta meringis. Lalu mengusap keningnya sendiri. Shinta mencebikkan bibir. Sakit tauk!


"Terus aku harus percaya padamu?"


"Tentu saja. Apapun yang terjadi kau harus percaya padaku. Paham?"


"Tidak. Aku tidak percaya padamu Mas!"


"Anak ini!" Joe mendorong tubuh Shinta. Shinta jatuh berbaring diranjang. Joe bersiap menerkam Shinta.


"Jangan!" teriak Shinta.


***


Terima kasih sudah membaca^_^


Jangan lupa like komen tip dan vote ya


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya


Peluk cium DevaNurAna

__ADS_1


__ADS_2