Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Peresmian 4


__ADS_3

Selamat membaca ^_^


***


Shinta masih menikmati makanannya. Saus yang lumer itu terus meninggalkan sisa dibibir Shinta.


Joe meraih dagu Shinta. Melihat wajah Shinta lekat. Mengelap bibir ranum Shinta yang kena saus dengan ujung jempolnya.


Joe tak bisa menahan lagi. ****** Joe menggebu. Ia dekatkan wajahnya. Tangannya meraih belakang kepala Shinta. Sedangkan tangan yang lain meraih pinggang Shinta.


Shinta terkejut bukan main. Sendok terlepas begitu saja dari tangannya. Menimbulkan suara dentingan keras dilantai.


Bibir itu sudah beradu sempurna. Joe menikmati setiap bagian bibir itu pelan dan lembut agar Shinta menikmati ciuman itu juga.


Shinta menggenggam erat kaos Joe tepat didada Joe. Ikut larut dalam permainan Joe. Permainan Joe berlangsung lama dan dalam. kemudian Joe meregangkan dekapan tangannya. Shintapun melepas genggaman tangan dibaju Joe. Shinta menunduk malu. Wajahnya sudah merah. Panas.


Dia mengambil ciuman pertama ku? Shinta.


Merasa tak betah berduaan terus dengan Shinta, Joe keluar dari ruang kerjanya. Mencari Andi untuk menyuruhnya mengantar Shinta pulang.


***


Andi kembali di tempat GYM lagi. Acara belum selesai. Andi harus berada disamping tuan mudanya.


"Kau sudah mengantarnya?" tanya Joe pada Andi. Suaranya tampak lembut.


"Sudah Tuan. Apa ada sesuatu Tuan?" tanya Andi melihat wajah tuannya yang sudah kusut. Andi tau pasti apa yang terjadi tadi antara Tuan dan Nonanya.


"Entahlah. Mungkin aku sudah gila." bisiknya.

__ADS_1


"Wah, sepertinya Anda sudah move on ya." Andi tersenyum menyeringai.


"Dari mana kata - kata move on itu. Merasa muda ya?" Joe mencibir. "Maksud kamu apa?"


"Bibir yang menyatu itu tandanya."


"Apa?! Tidak! Kau tadi melihatnya?" Joe terkejut dan merasa malu. Ia bahkan belum memastikan ini rasa suka atau nafsu. Ck!


Pasti aku hanya terbawa suasana tadi. Joe


"Baiklah Tuan. Mungkin Anda masih bingung dengan hati Anda. Tapi saya sarankan lanjutkan saja." Andi tersenyum penuh misteri.


Joe mengernyit. Sialan Andi!


Joe menarik nafas berat. Mana mungkin Andi tidak tau. Yang tidak terlihat dengan mata kepalanya saja ia tau. Apalagi ini tepat didepan dia. Joe merasa malu sekali.


Sekuat tenaga Andi dan Andrew melepaskan Joe dari jerat cinta buta Carol. Tapi kini, Joe sendiri yang melepaskan diri.


Tuan mudanya akan berubah pikiran untuk mempertahankan Carol.


Aku tinggal menunggu kisah selanjutnya. Andi.


Joe mulai menata hati. Acaranya belum selasai. Ia harus keluar untuk menemui tamu undangan. Para koneksi penting di kota S ini.


***


Joe lelah. Ia pulang dengan wajah yang amat kusut. Ditambah lagi kejadian siang tadi di ruang kerjanya.


Huh! Kenapa aku masih mengingat itu? Rasanya sungguh manis. Ah, sadarlah Jonathan Smith! Kau sudah gila!

__ADS_1


Joe sudah membersihkan diri. Ia turun kemudian masuk ke ruang kerja. Andi sudah menunggunya disana.


"Katakan apa yang dibicarakan Shinta dan Bibi tadi?" Joe membuka obrolan. Terdengar serius.


"Mereka membicarakan tentang alat kontrasepsi." jelas Andi.


"Apa itu?" jidat Joe nampak berkerut.


"Alat untuk mencegah kehamilan. Bibi Shinta menyarankan Shinta untuk memakai itu."


"Untuk apa?" Joe bertanya lagi. Penasaran.


"Kenapa Anda jadi bodoh setelah kejadian tadi siang?" Andi menaikkan nada bicaranya.


"S*alan kau Andi! Bukan itu maksudku." Joe juga ikut emosi.


"Terus apa Tuan? Apa saya harus menjelaskan secara detail?" Andi kesal.


"Tidak. Memangnya aku akan melakukan apa? Mengh*milinya? Sudah gila apa aku ini." Joe menggerutu sendiri.


"Bisa saja kan Anda akan khilaf?" Andi mengingatkan.


Joe menggeram kesal.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote

__ADS_1


Nantikan kisah Shinta dan Jonathan selanjutnya ya..


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2