Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Keinginan Terpendam


__ADS_3

Selamat membaca^_^


(21+) harap tidak meneruskan membaca bila merasa tidak suka dengan eps ini.


***


Joe sudah pulang setengah jam yang lalu. Namun, sudah ditunggu Shinta dimeja makan Joe tak turun juga.


Setelah mengantar pulang Shinta tadi siang, Ia sudah biasa saja. Amarahnya sudah mereda dan tak nampak lagi. Bahkan sebelum berangkat ke tempat GYM ia mengulas senyum manis untuk Shinta.


Apa dia masih marah? Tapi kenapa dia marah? Aku miliknya katanya? Ya, emang bener sih. Dia suami ku. Meski dia selalu membuatku kesal, pikir Shinta. Shintapun naik ke atas.


Shinta mengetuk kamar Joe. Memanggil namanya berulang. Tapi tak juga ada sahutan. Shintapun membuka pintu. Ia melihat Joe sedang bersandar dikepala ranjang. Sibuk dengan ponselnya.


Shinta menyilangkan tangan didada. Ish sengaja ya? batin Shinta.


"Mas Jonathan Smith." panggil Shinta dengan ketus.


"Ada apa Shinta Smith?" Joe melirik Shinta diambang pintu. Tersenyum tipis.


Melempar ponsel sekenanya diranjang. Menggeser tubuhnya agar Shinta bisa duduk disampingnya. Shinta mendekat. Berdiri disamping Joe.


"Mas Jonathan tidak dengar aku memanggil dari tadi?" Shinta sudah mencebikkan bibir. Kesal dengan kelakuan Joe.


"Honey, aku sakit." Joe merajuk. Menarik tangan Shinta untuk duduk disampingnya.


"Sakit? Nggak panas juga." kata Shinta sambil menyentuh kening Joe. Kemudian leher Joe. Shinta merotasi matanya. Ish! Bohong banget sih. Shinta Menatap Joe dengan tajam.


"Disini Honey." Joe memelas. Joe menangkup tangan Shinta. Menaruhnya di dadanya.

__ADS_1


"Ish! Apaan sih?" Shinta mencebikkan bibirnya. Apa dia ingin mengatakan kalau hatinya sakit bila Shinta dekat dengan laki - laki lain. Ah, Shinta tak sampai melihat itu.


"Ada apa mencariku?" tanya Joe. Tangannya melingkar diperut Shinta. Memeluk Shinta erat. Menaruh kepalanya dibahu Shinta.


"Ayok makan." ajak Shinta.


"Nggak mau. Disini aja. Temani aku Honey."


"Mas Jonathan nggak lapar?" tanya Shinta.


"Hmmm." Joe mendapat kenyamanan dibahu Shinta. Menikmati harum tubuh Shinta dan wangi rambut Shinta. Beberapa kali Joe mencium bahu Shinta lembut. Kau tak peka sekali sih Honey. Joe


"Oh ya mas, aku mau tanya mas. Mas kan punya kekasih di Amerika. Mas Jonathan pernah melakukan 'itu' sama pacar Mas Jonthan disana?" tanya Shinta dengan polosnya. Ia penasaran. Ia ingat dengan Anin.


"Pernah. Kenapa?" jawab Joe datar. Seperti tidak punya dosa. Juga tanpa mengubah posisi tubuhnya.


"Tiba - tiba sekali kau mengurusi hidupku. Ada apa sih?" selidik Joe.


"Nggak papa. Anin bilang pernah melakukan 'itu' dengan pacarnya. Sekarang pacarnya akan menikahi dia."


"Apa kau ingin 'itu' Honey," bisik Joe dengan mesra ditelinga Shinta. Shinta merinding. Glek! Susah payah Shinta menelan ludah. Aku salah ya bertanya padanya?


"Ish! Dasar mesum!"


"Ayolah Honey."


"Apa sih Mas? Nggak mau! Lepasin Mas!" Shinta menaikkan suaranya. Tapi Joe malah mendorong tubuh Shinta berbaring diranjang. Menaikkan tangan Shinta diatas kepalanya. Joe menindih tubuh Shinta.


"Coba saja lepaskan dirimu." Joe tersenyum penuh misteri. Menggoda Shinta. Melihat ranumnya bibir Shinta. Ingat akan nikmatnya. Glek!

__ADS_1


"Lepasin Mas!" Shinta meronta. Menendang - nendang kakinya.


Tatapan Joe berubah menuntut. Joe langsung mencium bibir Shinta. Meski menolak, tapi Shinta tak bisa berbuat apa - apa. Joe menyatu bibir itu lembut. Menikmati manisnya.


Shinta meringis takut. Airmatanya menetes tanpa henti. Joe beralih menciumi telinganya.


"Jangan!" teriak Shinta. Air matanya tumpah. Sesenggukkan.


Joe turun menciumi leher Shinta. Memberi kecupan dalam yang memberi bekas kemerahan. Tubuh Shinta merinding. Merasakan ketertarikan dengan sentuhan - sentuhan Joe.


Sekian detik Joe menuruti *****nya yang menggebu. Tak peduli isak Shinta yang sudah terdengar ditelinganya. Shinta sungguh takut akan kehilangan miliknya yang berharga.


Lama Shinta menahan tubuh Joe dengan isaknya, kemudian Joe turun dari tumbuh Shinta. Duduk kembali. Ia sadar dia sudah kelewat batas. Shinta tidak mau melakukan 'itu' dengannya dan Joe tak mau memaksakan kehendaknya. Ia mengacak - acak rambutnya. Merasa baru tersadar dari kelakuan *****nya terhadap Shinta.


Joe turun dari ranjang. Masuk kekamar mandi. Mengguyur tubuhnya. S*al!


Shinta mengelap air matanya. Kemudian ia bangun dari pembaringan. Keluar dari kamar Joe. Masuk ke kamarnya sendiri dan mengunci pintu. Sudah tak ingin turun untuk makan malam.


Aku belum siap. Perasaan ku belum sekuat itu padanya. seenaknya melakukan 'itu' padaku. aku benci padamu mas.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2