Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Pemimpin Baru


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Joe duduk di kursi direktur utama. Dengan tatapan tajam ingin membunuh orang didepannya yang sudah tertunduk tidak berdaya.


Paman kalah sekarang. Ternyata Joe bukanlah anak kemarin sore yang ia pikirkan. Dia mengakui bahwa perusahaan ini milik Raditya.


"Syukurlah Paman sadar. Aku tak perlu kan memasukkan Paman ke penjara." kata Joe pandangannya tak lepas dari tubuh Paman yang diam. Tersenyum licik. "Mengambil hak orang lain, apalagi keponakan sendiri itu tidak baik Paman." lanjutnya.


Andi berdiri dibelakang Tuan Mudanya yang sedang berbicara.


"Jadi apa yang Paman inginkan? Masih bekerja disini? Saya akan pastikan Paman ditempatkan di bagian yang cocok untuk Paman."


"Ya." jawab Paman singkat. Ia tak punya muka sekarang.


Paman tak bisa berbuat apa - apa setelah dua polisi datang membawa surat panggilan. Waktu itu, Paman sedang di luar kota. Yang menemui polisi itu adalah Bibi dan kedua putrinya. Mereka terkejut. Sampai Bibi hampir pingsan.


Kemudian, polisi itu datang lagi. Bertemu dengan Paman. Bahwa tuntutan atas penggelapan dan penipuan. Polisi itu ingin membawa serta Paman ke kantor. Mungkin polisi itu sudah di bayar oleh Joe, pikir Paman. Akhirnya, Paman mengajukan perdamaian. Joe bertemu Paman dan memberikan Paman pilihan. Masih tetap bekerja diperusahaan atau keluar dengan terhormat.


"Keluarlah Paman. Aku ingin menikmati kursi direktur ini." kata Joe. Bersandar dengan sombongnya. Kalau bukan karna kau masih Pamannya Shinta, aku takkan segan menghabisimu. Batin Joe.

__ADS_1


Aku akan menguasai perusahaan ini lagi setelah kau pergi. Kembali ke negaramu. Paman. Kemudian tubuh Paman berbalik keluar dari ruang direktur. Paman belum merasa kalah. Ia hanya menunggu untuk menang. Oh ternyata.


***


Andi menggebrak meja sekretaris. Membuat perempuan cantik nan seksi itu terlonjak dari duduknya. Astaga. Andi mengagetkan perempuan itu yang bernama Nana. Dia memakai span pendek diatas lutut dan dalaman V-neck potongan pendek ditutup blezer navy. Sungguh akan terlihat dadanya bila ia menunduk sedikit saja.


"Mulai besok ganti pakaianmu jika kau masih ingin bekerja disini."


"Baik," katanya menunduk.


"Atur rapat sekarang. Tuan Joe sudah menunggu di ruang rapat. Cepat!"


Sekretaris itu panik. Menelfon ketua bagian untuk menghadiri rapat dadakan. Ya Tuhan, jantungku hampir jatuh menghadapi orang ini. Sudah tidak muda tapi gebrakkannya sungguh masih kuat. Nana


***


Para ketua bagian sudah berkumpul diruang rapat. Berbisik dengan pelan agar Joe tak mendengar apa yang mereka bicarakan.


Mereka heran. Biasanya, Paman yang berduduk dikursi khusus direktur itu. Tapi sekarang, dua orang asing didepan mereka.


"Perkenalkan nama saya Andi. Saya sekretaris tuan Jonathan. Mulai sekarang, Tuan Jonathan lah yang memimpin perusahaan ini. Saya sudah menyiapkan beberapa aturan baru untuk para karyawan disini. Nana, bagikan selebaran ini." kata Andi memulai rapat.

__ADS_1


"Baik." Nana meraih selebaran itu. Memberikan setiap orang di ruang rapat itu.


"Tolong dibaca dan dipelajari. Peraturan berubah sesuai keinginan Tuan Jonathan. Kalau ada yang ditanyakan silahkan." Andi memberi jeda.


"Peraturan nomor lima belas, para pegawai wanita tidak boleh memakai baju minim. Riasan harus sewajarnya. Jika melanggar, pertama peringatan, kedua dipecat?" Bisik seseorang wanita cantik bak model dengan rambut bergelombang.


"Maaf Pak, peraturan riasan sewajarnya itu yang bagaimana? Kami selalu pakai riasan wajar - wajar sana." kata wanita di samping rambut bergelombang. Ia tak kalah cantik dari yang bergelombang.


"Seperti Anda. Riasan terlalu menor. Ini kantor. Bukan fashion show. Setelah ini cuci muka Anda. Kalau tidak SP 1." Andi berkata dengan sinis.


Apa? Gila ya! Sudah berdandan mati - matian sepagi buta paripurna bak inces Syahrini malah suruh hapus. Kau tak tau merk bedak dan foundationku. Mahal!


Tatapan mata semua yang ada di kursi rapat ini nampak menegang. Semua saling menatap kemudian membaca lembar peraturan. Ada banyak hal gila lagi dibawah peraturan pakaian. Sungguh membuat semua bergidik. Tak ada pertanyaan lagi setelah itu.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya

__ADS_1


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2