Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Berteman


__ADS_3

Selamat membaca ^_^


***


Shinta sedang menunggu Anin yang sedang dikamar mandi. Shinta mematut wajahnya di depan cermin toilet.


Kenapa Mas Rendra bisa suka padaku? Padahal dibanding yang lain aku bahkan tak ada apa - apanya, batin Shinta.


Saat sedang asyik dalam pertarungan batin, Shinta tersadar. Ada sosok perempuan yang masuk ke kamar mandi itu. Sendirian. Memperhatikan Shinta.


Shinta menoleh terkejut.


"Hai, kau Shinta kan?" sapanya. Lesung pipitnya tercetak manis.


"Iya mbak." jawab Shinta agak gugup. Shinta sangat canggung. Seorang yang dihadapannya ini bukan perempuan biasa. Dia disegani banyak adik kelas. Termasuk Shinta.


Selain karna ia populer, iapun anak seorang tentara. Menurut kabar ia juga selalu mendapat penghargaan setiap lomba. Sungguh membanggakan sekali seorang Nayla Rahmawati ini.


Shinta salah tingkah merasa dikenali kakak kelas sepopuler Nayla. Shinta bukanlah apa - apa tanpa Anin.


"Aku ingin bicara berdua. Kamu ada waktu?" Tanya Nayla ramah. Bicaranya sangat tenang. Shinta mengangguk pelan.


Nayla meraih tangan Shinta dan mengajak Shinta di taman sekolah. Duduk berdua.


"Shin, kau tau siapa aku?" tanya Nayla membuka percakapan.


"Iya Mbak. Mbak Nayla kan?" Tentu saja aku tau.


"Iya. Syukurlah kau mengenaliku. Aku senang bisa ngobrol berdua sama kamu kayak gini Shin,"


"Sebenarnya ada apa mbak?" tanya Shinta. Tak biasanya Nayla mengajaknya ngobrol begini. Ini pertama kalinya.

__ADS_1


"Ah, tidak apa - apa. Cuma pengen lebih deket saja sama kamu. Jangan berprasangka buruk. Aku nggak jahat kok." Nayla tersenyum lagi.


"Nggak kok mbak. Cuma memastikan. Siapa tau aku bisa bantu." Shinta menunduk malu. Tak berani menatap mata Nayla.


"Tidak ada Shinta. Tak ada yang bisa kau ubah meski kau membantu. Perasaan itu tak bisa dipaksa meski kita sudah berusaha meraihnya." Raut wajah Nayla berubah seketika.


Shinta mengernyit.


Apa maksudnya mbak Nayla ini? Shinta sama sekali tak paham arah pembicaraan Nayla.


"Ah, sudahlah. Lupakan. Mulai sekarang kamu harus janji sama aku. Kalau ketemu aku harus menyapa ya?"


"Iya mbak." Shinta masih bingung. Tapi ia hanya mengiyakan. Toh tidak ada salahnya berteman dengan Nayla.


***


Shinta masih memikirkan kata - kata Nayla. Ada ya orang yang tiba - tiba minta berteman? Entahlah, Shinta jadi bingung memikirkan ini. Lebih baik fokus saja pada ujian tengah semester.


"Shinta sialan! Kenapa ninggalin aku di kamar mandi? Kan aku suruh tunggu bentaran." Anin menghampiri Shinta dengan wajah merajuk.


Anin sekarang yang terkejut.


"Ada apa?" Nah, Anin saja heran.


"Katanya pengen lebih deket. Nggak paham aku Nin."


"Apa mungkin ada hubungannya dengan Mas Rendra?" Anin nampak serius. Mengingat kejadian kemaren saat dia tak sengaja berpapasan dengan Nayla didepan kelas.


"Maksud kamu? Emang ada apa Mas Rendra dan Mbak Nayla Nin?"


"Ah Shinta beg*! Kenapa cuma pelajaran aja otak kamu encer sih. Beginian nggak paham." Anin mencibir.

__ADS_1


"Ya gimana? Emang aku bener - bener nggak paham kok," Shinta mencebikkan bibirnya. Kesal dengan Anin.


"Mbak Nayla itu kayaknya suka sama Mas Rendra." jelas Anin.


"Ah Anin nih! Apa mungkin kalau Mbak Nayla suka sama Mas Rendra?" tanya Shinta berfikir keras.


"Emang kenapa nggak bisa? Mereka kan punya kegiatan yang sama. Bisa aja kan cinta tumbuh seiring kebersamaan mereka?" Anin berspekulasi. Sepertinya itu perkiraan yang kemungkinan benar.


"Anin kebanyakkan makan baksonya Pak Mun ya? Ngoceh nggak jelas." Shinta mengejek Anin.


"Shinta! Ini serius!" Anin kesal.


"Nggak tau ah!"


"Kamu nggak cemburu?"


Shinta diam.


"Ini bener Shinta. Kamu tuh ya malah nggak percaya sama sahabat kamu yang baik ini,"


"Kalau Mbak Nayla suka sama Mas Rendra, kenapa nggak dari dulu mereka jadian? Kenapa Mas Rendra malah deketin aku?"


"Hmm... kayaknya bertepuk sebelah kaki deh!"


"Anin sudah gila!" Mereka tertawa bersama.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote

__ADS_1


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2