Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Mulai Menikmati


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Akhirnya Kenzo mengajak Joe keluar. Kenzo ingin bicara empat mata dengan Joe. Wajah Kenzo terlihat memegang dari tadi. Ia sama sekali tak bisa menyembunyikan rasa kesal dan geramnya terhadap Joe belum lagi Shinta.


"Benar kau menikah dengan Shinta?" tanya Kenzo dengan emosi.


"Kenapa? Bocah ingusan!" jawab Joe acuh. Ia masukkan kedua tangannya disaku Jeansnya dengan santai. Joe bahkan sudah tau kalau Kenzo itu ingin meluapkan emosinya. Makanya Joe menuruti ajakan Kenzo untuk keluar dari resto.


"Apa?!" teriak Kenzo.


"Tahan emosimu itu bocah!" kata Joe tak kalah kesal. Beraninya menantang ku. Kau tak tau siapa aku?


Kenzo melayangkan tangannya. Tapi Joe sigap menahan tangan Kenzo. Ia melintir tangan itu kebelakang.


"Kau cari mati ya? Atau mau ku tutup usaha Ayahmu yang berharga ini?" bisik Joe. Kemudian melepas tangan Kenzo. Kenzo merintih kesakitan.


"Ada apa Tuan?" tanya Andi dari belakang mendekati Joe.


"Tidak apa - apa. Ayo pulang!" Joe berbalik meninggalkan Kenzo yang memegang lengannya yang sakit.


Siapa Jonathan Smith ini sih? Kenzo.

__ADS_1


***


Andi mengendarai mobil itu dengan tenangnya tak terganggu sedikitpun dengan pertengkaran kecil kebiasaan Tuan dan Nona Mudanya.


Terdengar suara kesal Joe karna Shinta mendorong tubuhnya menjauh. Joe ingin memeluk Shinta dan menyendarkan kepalanya di pundak Shinta. Tapi Shinta menolak keras.


"Menyebalkan sekali! Padahal sedang bahagia begini!" Joe berdecih.


"Sudah tidak ada Paman dan Bibi Mas. Nggak perlu akting lagi." Shinta ikut kesal.


Bahuku bisa kram lagi gara - gara kepalanya itu. Entah apa isinya hingga berat sekali. Shinta membatin.


"Apa aku harus panggil mereka dulu kalau aku ingin menyandarkan kepalaku dibahumu?" tanya Joe masih meninggi. Memekakkan telinga.


"Makanya kemari!  Bocah ini kebanyakan protes saja." Joe mendekap tubuh Shinta kuat. Menahan pergerakan Shinta yang akan mendorongnya.


Kepala Joe sudah menempel dibahu Shinta. Memejamkan matanya. Ia begitu nyaman terlelap di bahu Shinta. Seperti menemukan tempat ternyaman sedunia.


Sudah gila ya? Memangnya aku ini apa? hiks jantungku aku mohon. Tenanglah. Shinta


Joe beralih posisi. Kini wajahnya menghadap leher Shinta yang jenjang. Joe menyibak rambut panjang Shinta. Mendekat dan mengecup pelan. Tak meninggalkan bekas. Tapi tubuh Shinta merespon. Tubuhnya merinding. Nafasnya memburu. Jantungnya hampir meledak.


Shinta mencoba melepaskan diri. Tapi Joe masih terlalu kuat mendekap tubuh Shinta.

__ADS_1


"Ku makan kau kalau berontak lagi." kata Joe.


Shinta kikuk. Dia takut. Joe sudah mengancam. Akhirnya ia pasrah. Joe menciumi lehernya. Perlahan - lahan berganti. Kemudian menjadi hisapan yang meninggalkan bekas kemerahan. Joe menjadi menyukai kegiatannya.


Joe tak bisa menguasai dirinya lagi. Kini Joe beralih. Menangkup bahu Shinta dengan kedua tangannya agar Shinta berhadapan wajah denganya. Kemudian Joe meraih belakang kepala Shinta.


Shinta terkejut. Tangannya sudah didepan dada Joe. Menahan tubuh Joe agar menjauh. Tapi Joe lebih kuat. Tangan besarnya itu sungguh bagai batu yang tak bisa Shinta gerakkan.


Shinta meremas baju Joe kuat. Ingin mendorong tubuh Joe lagi tapi Shinta tak mampu lagi menahan. Akhirnya Shinta malah membalas ciuman itu. Shinta menutup matanya dan mengikuti permainan bibir Joe sampai nafas Shinta tersengal.


Joe memberi jeda sebentar agar Shinta menghirup udara. Kemudian melanjutkan aksinya lagi. Joe dan Shinta saling ******* menikmati manisnya. Terdengar decapan yang penuh ****** saling membutuhkan.


Joe dan Shinta jadi lupa diri. Andi sedang memperhatikan mereka dari kaca. Dasar!


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2