Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Bibi


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Shinta duduk diteras rumah. Ia baru saja mengantar Joe keluar dari rumah. Karna Joe harus pergi ke tempat GYM. Akhir pekan biasanya GYM lebih ramai.


Ini kebiasaan baru Shinta. Mengantar Joe berangkat bekerja. Mencium tangan Joe. Seperti istri pada umumnya. Dasar seenaknya! Suka - sukanya mengatur! Shinta berdecak kesal sambil memandang mobil Joe yang sudah hilang dari pandangan.


Saat Shinta mau masuk rumah. Taksi berhenti tepat di depan pagar. Menghentikan langkah Shinta. Ia melihat seseorang separuh baya yang ia kenal.


Bibi? Tumben datang. Shinta heran.  Pasalnya setelah menikah dengan Joe, Paman atau Bibi tak pernah datang. Terakhir ketemu waktu ulang tahun Shinta.


Bibi menghampiri Shinta. Menyapa dengan wajah sendu dan mata merah.


Tentu saja, shinta akan berpihak pada kami keluarganya. Bukan orang seperti keluarga smith itu. mengembalikan hak Shinta? Bukan! Pasti ada maksud lain!


"Bibi kenapa? Masuk Bi." Shinta menuntun Bibi masuk keruang tamu. Duduk bersebelahan.


Bibi mulai bercerita. Bahwa Paman dan Bibi menyesal sudah menikahkan Shinta pada Joe.

__ADS_1


"Kami pikir dia benar - benar hanya ingin menjagamu dengan tulus Shinta. Bibi tidak tau kalau dibalik pernikahanmu ini mereka menginginkan perusahaan Papamu. Padahal perusahaan itu sudah bangkrut. Joe malah mengira perusahaan yang dipimpin Pamanmu itu perusahaan Papamu. Itu tidak mungkin kan? Mana mungkin Pamanmu berbohong padamu. Tapi Joe tega memfitnah kami begitu. Hiks." cerita Bibi dengan tangis sesenggukan.


"Apa maksud Bibi? Mas Jonathan menginginkan perusahaan Paman?" Shinta bertanya penuh kebingunan.


" Benar Shinta. Hiks." Bibi mengusap air matanya dengan tisu berulang.


"Mana mungkin Bibi?" kilah Shinta.


"Hiks. Bibi tidak bohong Shinta. Dia itu hanya menginginkan perusahaan Pamanmu dengan segala cara. Bahkan cara cilik seperti itu. Hiks." Bibi terus berlinang. Tidak tau seseorang sedang memperhatikan dan melaporkan semua pada Tuan Mudanya. Lebih tepatnya sekertaris yang berada dibelakangnya.


"Tenanglah Bi, Shinta ambilin minum dulu ya." Shinta akan beranjak. Namun tangannya dipegang oleh Bibi kuat.


"Iya Bibi. Shinta percaya sama Paman dan Bibi." kata Shinta sambil memegang tangan Bibi. Menguatkan Bibi yang sedih.


Hah! Shinta menghela nafas berat.


Bibi sudah pulang setelah beberapa kali meyakinkan Shinta bahwa perusahaan yang dikelola Paman itu perusahaan Paman sendiri. Bukan perusahaan Papanya. Bibi juga bilang, jangan terlalu percaya dengan Joe. Karna Joe tidak baik. Joe sebenarnya jahat. Dan banyak lagi yang buruk tentang Joe.


Shinta bimbang. Pasalnya selama ini Joe memang selalu berteriak dan seenaknya. Tapi kalau soal perusahaan, Shinta tak tau. Apa mungkin Joe seperti itu

__ADS_1


Apa benar alasan yang sebenarnya karna perusahaan? Aku tak percaya. Tapi aku juga tidak tau semua tentang keluarga Smith itu. Paman dan Bibi kan sudah menjagaku selama ini. Apa aku akan kualat kalau tak berpihak pada Paman dan Bibi?


Shinta jadi pusing. Ia memutuskan untuk belajar di ruang tengah sambil makan camilan sehat dari Mbak Asih. Potongan buah dan jus buah tidak lupa tersedia.


"Aku bosan makan buah Mbak. Nggak ada camilan lain?" Shinta kesal.


"Maaf Nona, tidak ada. Tuan Joe tidak mengijinkan camilan lain."


Huh! Selalu Tuan Joe. Aku kan yang punya rumah! Shinta


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2