Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Pagi Hari


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Pagi sudah memancarkan sinarnya. Hangat cahaya mentari bagai penyemangat jiwa yang baru bangun dari mimpi.


Shinta sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Seperti biasa, Shinta sudah dimeja makan. Shinta memasak nasi goreng. Dengan telur sebagai pelengkap.


Joe masuk rumah setelah kegiatan lari paginya. Dengan peluh disekujur tubuhnya Joe masuk ke dapur. Mengambil air dan meneguknya.


Joe naik ke kamarnya. Melewati Shinta yang sedang menikmati sarapannya. Tak ingin beradu pandang dengan Shinta.


Tak lama setelah Joe masuk kamarnya, Joe. sudah siap mengantar Shinta. Joe tak mencoba bersikap biasa saja. Seperti tak terjadi apa-apa. Padahal didalam lubuk hati yang paling dalam Joe nampak sudah tertarik dengan sosok Shinta.


Joe sudah menyalakan mesin mobilnya. Menunggu Shinta yang masih memakai sepatunya.


"Ayo cepat! Aku banyak kerjaan hari ini!" kata Joe berteriak pada Shinta.


Hah! Manusia macam apa sih dia? Seperti kembali pada awalnya. Tak ada yang berubah meski sudah menciumku. Shinta


Shinta bersingsut masuk ke dalam mobil. Joe dengan cepat menjalankan mesin mobil itu memecah kepadatan pagi hari.


"Mulai hari ini aku akan pulang lebih awal Mas." kata Shinta membuka suara


"Kau ingin kencan dengan kekasihmu?" tanya Joe.


"Hah? Bukan. Siapa bilang mau kencan?" Nih orang telinganya bermasalah ya?


"Kau boleh kencan dengan kekasihmu. Aku mengijinkan."

__ADS_1


"Kenapa tiba - tiba? Pak Andi tidak mengijinkan ku." Shinta kesal.


"Jangan dengarkan dia! Dengarkan saja aku." Joe meninggi lagi.


"Baiklah." Shinta hanya bisa pasrah. Bantahan tak lagi ia katakan. Hanya akan membuat Joe semakin berteriak padanya.


Lama - lama pendengaranku bisa rusak kalau dia terus berteriak seperti itu.


Hening. Sampai Joe menghentikan mobil didepan sekolah Shinta.


***


Shinta dan Rendra duduk ditaman kota. Rendra bilang ingin mengatakan sesuatu. Shinta sangat gugup menghadapi Rendra. Apalagi setelah kejadian ciuman dengan Joe. Shinta sangat merasa bersalah. Shinta sudah menghianati Rendra.


Namun kata kejujuranpun tak ingin Shinta katakan. Shinta takut kehilangan Rendra. Mungkin bisa dibilang ia serakah. Tapi kejujurannya akan sangat melukai hati Rendra. Shinta tak sanggup bila Rendra akan seumur hidup membencinya.


"Iya Mas. Aku tau kok. Gimana Udah diterima kuliah disana?" tanya Shinta.


"Udah tes masuk sih tapi belum keluar hasilnya. Doain ya Ayang," Rendra mengelus rambut panjang Shinta lembut.


"Iya mas. Jaga kesehatan ya Mas disana," Shinta tersenyum. Memberi semangat pada kekasihnya ini.


"Kenapa nggak suruh jaga hatiku? Nanti kalau hatiku diambil orang gimana?" Rendra tergelak sendiri.


Glek. Shinta terkejut. Shinta diam.


"Kenapa? Kalau hatiku diambil orang aku kan bisa mati. Mana ada yang mengambil hati." Rendra tertawa.


"Iya mas." Shinta hanya membalas dengan senyuman. Gundah. Kata - kata Rendra seperti mengisyaratkan untuk menjaga hati hanya untuknya.

__ADS_1


"Aku akan selalu kangen sama kamu Shin,"


"Aku juga mas."


Rendra mengambil sesuatu dari sakunya. Memberikan sebuah gelang couple untuk dia dan Shinta.


Shinta nampak terkejut sekali. Rendra bersiap memakaikan gelang itu dilengan Shinta.


"Makasih mas," kata Shinta tulus. Matanya berkaca - kaca haru.


"Pakai terus ya. Meski nggak mahal ini aku beli dengan setulus hatiku lho." Rendra tersenyum. Mengelap ujung mata Shinta dengan jarinya.


"Iya Mas." Shinta tak mampu lagi membendung air matanya. Ia tumpahkan. Ia sudah menghianati cinta sebesar ini dari Rendra. Sungguh Shinta ingin mengatakan segalanya.


Shinta menggenggam erat gelang itu. Tak ingin ia lepaskan. Ini pemberian paling berharga dari orang yang paling berarti dalam hidupnya. Rendra orang yang selalu membuatnya bahagia.


"Ayang, kok malah nangis sih. Aku akan sering menghubungimu nanti. Jangan sedih lagi ya."


Shinta mengangguk cepat. Rendra memeluk Shinta erat. Menenangkan kekasihnya yang sedih akan kepergiannya.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2