
Selamat membaca^_^
***
Ruang tengah itu tampak ramai. Empat sekawan itu sedang berkumpul. Mereka saling sahut menyahut menimpali guyonan teman satu dan lainnya. Mereka sangat akrab untuk ukuran teman. Mereka memang sudah bersahabat sejak SMP.
Rendra sama sekali tak semangat. Guyonan teman - temannya pun tak digubris sama sekali. Padahal biasanya dialah yang paling keras tertawa.
"Lo kenapa sih Ren? Sakit gigi lo?" tanya Rahman heran dengan temannya yang satu ini.
"Nggak," jawab Rendra lemas.
"Lo sakit?" tanya Kenzo.
Rendra geleng - geleng kepala.
"Trus lo kenapa? Diem aja dari tadi." suara Rahman.
"Shinta beneran nolak lo?" tanya Kenzo penasaran.
Rendra menggeleng lagi. "Nggak tau," bisik Rendra.
"Ah sial! Lo kayak kambing cunguk Ren! Jelasin napa. Kayak anak prawan aja lo." Reyhan kesal.
"Kalau masalah cewek nggak usah lo pikir sampai segitunya Ren. Pikirin aja hidup lo selanjutnya." nasehat Rahman.
"Enak kan juga main game. Ngapain pusing mikirin cewek. Nggak guna." celetuk Reyhan.
Kenzo menoyor kepala Reyhan. Tidak tau situasi sama sekali. Malah memperkeruh hati Rendra yang galau.
"Gue kasih saran ya Ren, sebaiknya lo bicara sama Shinta. Jangan lo malah diem begini. Shintapun nggak akan ngerti." suara Rahman.
"Gue setuju sama Rahman, Ren." kata Kenzo.
__ADS_1
"Gue bilang juga apa? Rendra sih kebanyakan nonton telenovela kayak emak gue." Reyhan.
"Lo bisa diem nggak sih Rey. Nyambar nggak jelas!" Marah Rahman. Temannya Reyhan emang somplak dari dulu.
"Selesai dari SMA ini kalian mau kemana?" tanya Rendra sendu.
"Gue ke Universitas sini aja sih." kata Kenzo.
"Gue paling ikut kerja sama bapak gue." kata Reyhan.
"Gue sih jelas, bakal di Universitas dikota kembang." Rahman bangga.
"Gue mau di universitas X di Ibukota." Rendra.
"Jadi itu yang lo pikirin? Ya Tuhan ini Rendra bukan sih? Kesambet hantu mana sampai mikirin kesitu?" Rahman.
"Set*n parkiran! Dia kan sering berdiam diri diparkiran." celetuk Reyhan.
"Gue juga." Kenzo. Akhirnya mereka sepakat untuk saling terhubung meski nanti mereka akan berjauhan.
***
Kenzo bertandang kerumah Rendra saat Anin mengirim pesan kalau Shinta ada dirumahnya. Kenzo berencana untuk mempertemukan Rendra dan Shinta.
Untung Mama dan Papanya Anin diluar kota. Kalau kakaknya sedang lembur dikantornya. Jadi Anin mengijinkan Kenzo untuk datang ke rumahnya.
Setelah kemarin Rendra curhat dengan kegundahannya tentang hubungannya setelah lulus sekolah dengan Shinta.
Siapa tau hari ini Rendra akan dapat jawaban pernyataan cintanya tempo hari dari Shinta.
tok. tok. tok. Pintu utama diketuk. Anin tergopoh masuk untuk membukakan pintu. Menyambut tamu yang datang. Ya, Kenzo dan Rendra. Anin tersenyum cengengesan saat melihat Kenzo nampak keren dengan kaos oblong biru laut dan jaket navy gelap. Rambutnya disisir rapi. Tampan gila!
"Dimana Shinta Nin?" tanya Kenzo. Membuyarkan lamunan Anin yang sudah kemana-mana.
__ADS_1
"Eh? Sebentar ya." Anin pun bergegas memanggil Shinta untuk keruang tamu.
Shinta nampak terkejut. Seharian mencari Rendra tidak bertemu, tapi sekarang ada didepan mata. Ia mengerjapkan mata. Takut salah pada penglihatannya.
"Shin, maaf ya aku udah ngindarin kamu beberapa hari ini." kata Rendra.
"Nggak papa mas."
"Apa sudah ada jawaban untukku?" tanya Rendra serius.
"I-iya mas. A-aku mau." jawab Shinta memunduk malu. Wajahnya memerah. Sebenarnya ia masih bingung dengan perasaanya. Entah suka atau rasa mengagumi. Rendra memang patut untuk dikagumi karna kepandaiannya dan sifatnya yang baik sangat Shinta sukai. Ini sungguh menjadi perang batin bagi Shinta. Disisi lain, Joe punya status yang kuat.
"Aku akan kuliah di Universitas di Ibukota. Menurutmu bagaimana hubungan kita?" tanya Rendra sendu.
"Kejarlah mimpi mu Mas. Aku dukung kamu. Jangan karna hubungan ini kamu putuskan cita - citamu." Shinta tersenyum.
"Kamu benar Shin." Rendra menatap Shinta penuh cinta. Ia tak salah memilih kekasih.
Rendra meraih dagu Shinta. Berharap bisa merasakan bibir ranum Shinta yang lembut itu. Wajah Rendra sudah mendekat.
"Ehem," deheman Kenzo dan Anin membuyarkan konsentrasi Rendra. Rendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ah Sial!
Rendra lupa mereka sedang dimana. Kenzo dan Anin ternyata dari tadi mengawasi Rendra dan Shinta.
***
Terima kasih sudah membaca ^_^
Jangan lupa like komen tip dan vote
Nantikan lanjutan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya
Peluk cium DevaNurAna^_^
__ADS_1