
Selamat membaca ^_^
***
Sekretaris Andi mengantar Tuan dan Nyonya besar sampai hotel tempat mereka menginap. Mobil itu berhenti tepat di depan pintu utama hotel.
"Sudah sampai Tuan dan Nyonya." kata Sekretaris Andi. Sekretaris Andi membuka pintu mobil untuk Nyonya dan Tuannya. Menundukkan kepalanya hormat.
"Andi, ayo ikut masuk. Aku ingin bicara." kata Andrew menepuk bahu Andi pelan.
"Baik tuanku," kata Sekretaris Andi tanpa mengubah posisinya berdiri. Ia sangat menghormati tuan besarnya ini.
Sekretaris Andi memberikan kunci mobil pada petugas valet hotel. Kemudian ia melesat masuk ke dalam hotel mengikuti tuan dan nyonya besarnya.
Andrew dan Rania berjalan beriringan menuju kamar hotel di lantai atas. Sesekali Rania menatap dengan senyum sumringah. Sampai mereka memasuki lift. Sekretaris Andi menekan tombol lantai yang akan mereka tuju.
"Sayang, aku senang. Anak kita Joe sudah menikah. Dia jadi kepala rumah tangga lho," ujar Rania. Menyungging senyum termanis didepan suaminya. Tangannya bergelayut manja dilengan suaminya.
Andrew hanya tersenyum masam. Bukan Andrew tidak bahagia atas itu, namun ada sesuatu yang tak bisa ia jelaskan saat ini pada Rania. Memang benar Joe sudah menjadi kepala rumah tangga. Namun ada sedikit kekhawatiran dihati Andrew. Andrew menghembuskan nafas berat.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Rania. Menjajari langkah suaminya. Keluar dari lift. Mereka sampai didepan pintu kamar mereka.
"Tidak apa - apa honey," jawab Andrew lembut. Matanya menatap Rania teduh penuh cinta.
Sekretaris Andi dengan sigap membuka pintu kamar hotel. Mempersilahkan tuan dan nyonya besarnya masuk.
"Kamu diam saja dari tadi sayang. Ada apa?" Rania masih menyelidik kelakuan Andrew yang tak biasa. Biasanya sepanjang perjalanan didalam mobil ia akan bercerita. Atau mendengar cerita Rania dengan antusias. Namun kali ini tidak. Andrew hanya menimpali sekenanya. Banyak diam.
Rania duduk disofa. Diikuti Andrew disebelahnya. Sekretaris Andi berdiri di samping sofa yang diduduki tuan dan nyonya besarnya.
"Apa kamu sakit sayang?" Rania bertanya lembut. Memeluk erat suaminya. Membenamkan wajahnya didada bidang suaminya. Rania mendongak. Melihat raut wajah Andrew yang datar.
"Tenanglah Honey, aku hanya kuatir sama Shinta. Dia masih kecil. Apa tidak apa - apa membiarkan mereka hidup bersama satu atap?" Andrew mencium rambut Rania lembut. Membelai rambut bergelombang panjang Rania.
"Oh... soal itu. Aku rasa tidak apa - apa sayang. Ada Asih disana." Rania mencoba menenangkan kekhawatiran suaminya.
"Joe kita itu keras kepala honey. Aku takut ia memaksakan kehendaknya pada Shinta. Shinta masih kecil untuk dinodai," Rania terbelalak. Suaminya memikirkan hubungan intim antara anak dan menantunya ya.
"Sayang, itu tidak mungkin. Apa Joe kita tega melakukan itu pada Shinta? Jangan berfikir seperti itu. Aku jadi takut," Rania makin memeluk erat tubuh suaminya. Seperti tak mau lepas.
__ADS_1
"Honey, mereka itu sudah menikah. Memangnya ada larangan mereka tak melakukan hubungan itu? Shinta mungkin tidak begitu mengerti. Tapi Joe kita? Apa sanggup menahan?" Andrew mendesah. Apa keputusan untuk menikahkan mereka ini benar. Andrew tak memikirkan sampai hal seperti itu sebelumnya.
Ini bahkan rencana Rania. Rania sangat menginginkan Shinta untuk menjadi menantu mereka. Menjadi bagian dari keluarga mereka.
"Sayang, aku tau anakku. Dia tak kan melakukan itu. Tenanglah... saat melihat Shinta waktu pertama kalinya saja ia terus saja mengejek Shinta yang dekil dan cupu. Mana mungkin ia akan mendekati Shinta dengan perasaan berbeda?" Rania menjelaskan kalau tidak ada perasaan Joe terhadap Shinta melebihi rasa terpaksa menikahi gadis itu.
Andrew menciumi rambut Rania. Wangi buah itu membuat ia tak melepas belaiannya.
Tak peduli dengan sekretaris Andi yang dari tadi menunggu tugas apa yang akan diberikan tuannya. Sehingga ia disuruh ikut naik ke kamar hotel mereka.
Mau pamer kemesraan ya? Aku sudah kenyang melihat ini, Sekretaris Andi membatin.
***
Terima kasih dah baca...
jangan lupa untuk like komen tip dan vote ya... aku tunggu...
nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya
__ADS_1
Peluk cium DevaNurAna^_^