Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Ayangku


__ADS_3

Selamat membaca ^_^


***


Kenzo kuwalahan menghadapi  tiga temannya ini. Beberapa bungkus makanan ringan tercecer di lantai depan televisi. Bantal ada didepan pintu toilet. Guling ada yang didepan pintu kamar. Ada juga dibawah meja belajar. Apalagi baju seragam yang udah bau asem. Berserakan di tempat belajar Kenzo. Belum yang lain. Kamar Kenzo sudah berantakan bak kapal pecah.


Ini mah bukan kapal pecah lagi. Kapal kena bom nuklir trus diterjang ombak badai. Hancur.


Kenzo geleng - geleng. Kenapa dia punya teman - teman seperti ini? Somplaknya level dua belas seperti seblak setan.


"Kenzo kamarnya kayak anak prawan. Bersih!" celetuk Reyhan.


"Makanya lo tata ulang kayak kamar lo Rey. Haha..." balas Rendra. Mereka semua tergelak. Mereka memang sudah biasa seperti ini disini.


"Tadi bersih sekali waktu gue baru masuk. Kecoa aja kepleset kalau lewat. Haha" Reyhan.


"Kalo sekarang kecoa pada beranak ya Rey? Haha..." Rahman.


"Bukan beranak lagi. Tapi udah bangun negara disini. Haha," gelak Rendra.


"Nah kalo gitu sebelum kalian pamit, harus beresin kamar gue." Kenzo menengahi.


"Oke. Nanti gue beresin boskuh. Bantuin lo Ren. Lo juga Man. Awas kabur!" Reyhan mengancam.


"Kalian nggak pada belajar? Besok kan ujian." Kenzo mengingatkan.


"Ah, pusing gue Ken belajar melulu. Besok lo kan satu ruangan sama gue. Ntar telepati ya?" Reyhan.


"Rey Rey,, lo tuh ada - ada saja." Rendra menoyor bahu Reyhan.


"Udahlah... kalian pada belajar sana. Gue maen game aja." Reyhan kembali fokus dengan stik ditangannya.

__ADS_1


Yang lain hanya geleng - geleng melihat tingkah Reyhan yang cuek. Reyhan berprinsip jalani hidup ini bagai air mengalir. Kadang air pun harus mengalir sesuai keinginan kita bukan?


Berbeda dengan tiga temannya yang sudah punya tujuan masing - masing.


Rendra mengambil ponsel. Menghubungi seseorang. Dia sangat merindu. Baru juga ketemu tadi pagi sekarang rindu lagi. Rendra ingin sekali main kerumah Shinta.


"Ayangku," katanya dalam panggilan video. Semua temannya yang jomblo langsung melengos. Dasar bucin!


"Aku dirumah Kenzo. Ada Reyhan dan Rahman juga. Aku nggak selingkuh kok." Rendra tertawa kecil.


"Mas Rendra nggak belajar?" tanya Shinta.


"Udah ayang. Udah aku hafal dipikiran aku. Sampai meletup nih ubun - ubun."


Shinta tersenyum. Rendra selalu buat guyonan yang entah lucu atau tidak, bisa membuat Shinta tersenyum. Teman - teman Rendra bersorak.


"Huuuu...." bagai paduan suara yang kompak.


Shinta cekikikan melihat keakraban sahabat ini.


Kemudian Rendra terdiam. Memicingkan matanya. Memperhatikan dengan serius.


"Kenapa mas?" tanya Shinta heran.


"Bibir kamu kenapa? Kamu nggak biasanya pakai lipstik." tanya Rendra menyelidik. "Buat aku lihat ya? Kamu tetep paling cantik Shin walaupun disandingkan sama perempuan manapun." goda Rendra.


Rendra dapat sambitan bantal guling berulang. Nih anak benar - benar bucin tingkat tinggi.


Shinta tertawa. "Mas Rendra gombal. Haha... Ini coba - coba aja mas. Nanti juga aku hapus kok."


"Kamu tetap cantik Ayangku." kata Rendra gemas.

__ADS_1


"Shin, jangan percaya sama dia. Dia sering gombalin bu kantin juga." teriak Rahman.


"Hei Shin. Rendra suka ngupil jangan mau pacaran sama dia." Reyhan.


"Heh apaan? Lo tuh suka ngupil. Enak saja!" Rendra.


"Hai Shin. Belajar yang rajin ya? Semoga besok sukses Ujiannya." Kenzo.


"Apaan sih? Itu kata - kata gue. Sana lo Ken! Pacar gue nih!" Rendra membusungkan dada.


"Uh cemburuan amat sih." Kenzo.


"Hati - hati lo Shin sama Rendra kalo kumat suka nyosor seenaknya." Reyhan.


Rendra langsung merangkul bahu Reyhan dan mengacak - acak rambutnya. Mereka tertawa bersama. Kemudian Rendra kembali dengan ponselnya.


"Nanti malam mimpi -in aku ya, love you." Cup. Teman - teman Rendra tergelak. Mendekat menoyor bahu Rendra. Bahkan Reyhan menyambitnya dengan cemilan kacangnya. Untung bukan stik PS ya.


Percakapan ini tiada henti. Satu yang Shinta rasakan bahwa Rendra sangat menyayanginya.


Terima kasih Mas Rendra untuk kasih sayangmu. Shinta.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote ya


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2