Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Salah Paham


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Shinta dan Joe berjalan beriringan menuju dapur. Menuruni tangga. Joe sudah memakai baju lengan pendek warna hitam.


Shinta meraih saklar lampu. Menyalakan lampu dapur. Joe duduk di meja makan. Memperhatikan Shinta yang sibuk dibalik pantri dapur.


Shinta Membuka kulkas. Melihat ada buah dan beberapa minuman seperti yogurt dan susu. Shinta mengambil gelas dan menuangkan susu. Shinta membuka lemari. Ada beberapa biskuit gandum.


Shinta menaruh biskuit gandum dan susu diatas meja. Memberikan bagian Joe juga. Shinta menarik kursi dan duduk disebelah Joe. Shinta makan biskuit gandum itu. Perutnya sudah tidak tahan minta diisi.


"Honey, aku ingin nasi goreng." kata Joe sambil mendorong camilan itu didepan Shinta. Wajahnya tampak tak suka melihat biskuit gandum.


"Ini masih pagi buta Mas. Nanti saja biar dibuatkan Mbak Asih. Setelah ini aku mau belajar." Shinta fokus pada camilannya. Tak mengindahkan Joe yang sedang merajuk itu. Joe mencebikkan bibir. Menyilangkan tangannya.


"Aku mau kamu yang masakin buat aku Honey." rajuknya. Memelas.


"Sama saja Mas rasanya nasi goreng ya begitu - begitu saja. Mau aku atau Mbak Asih yang masakin." Shinta meminum susu itu perlahan.


"Ya sudah. Ponselmu aku sita." Joe mendengus kesal. Ia berdiri dari duduknya.


"Iya nanti aku masakin Mas. Ish ambekan!" kesal Shinta melihat kelakuan Joe yang kekanakan.

__ADS_1


"Terus kiss nya mana?" Joe duduk kembali. Mendekatkan wajahnya.


Uhuk! Susu itu hampir tumpah. Ya ampun! Shinta tersedak. Shinta melirik Joe kesal. Pagi buta sudah minta aneh - aneh.


Joe mengelap sisa susu di bibir Shinta dengan jempol tangannya. Glek! Shinta mundur.


Kemudian Shinta membalikkan tubuhnya. Berjalan cepat menuju bowlsilk cuci piring. Membersihkan sisa - sisa susu dibibirnya dengan air.


Deg. Langkah Joe mendekat. Tanpa jarak. Menempel dibelakang tubuh Shinta. Memeluk tubuh Shinta dari belakang.


"Mas, jangan begini." lirih Shinta. Suaranya bergetar. Ia sungguh takut dengan posisi ini.


"Hmmm."


"Lepasin aku Mas." kata Shinta lagi. Mencoba melepaskan tangan besar Joe yang melingkar diperutnya.


"Mas, please! Lepasin." Shinta Takut Joe akan melakukan lebih. Tubuhnya bergetar. Tolong siapapun! Jangan biarkan apapun terjadi.


Tangan besar Joe tak juga bisa Shinta lepas. Shinta menghentakkan kakinya berulang. Kesal.


"Mas lepasin!"


Joe membalikkan tubuh Shinta. Menangkup kedua pipi Shinta. Kemudian dengan cepat mendapatkan bibir ranum Shinta. Nikmat.

__ADS_1


Tubuh Shinta kaku. Meremas ujung baju Joe. Menikmati ciuman pagi Joe.


Sekian detik kemudian Joe menghentikan ciumannya. Menatap netra Shinta lekat. Seperti mencari jawaban atas perlakuannya. Apa Shinta menyukai itu atau tidak.


Shinta mendorong tubuh Joe. Membuat jarak antara keduanya.


"Jangan lakukan ini Mas!" Shinta melotot.


Rahangnya mengetat. Joe selalu mencuri ciumannya.


"Kenapa?"


"Aku tak mau menyakiti kekasihmu di Amerika. Tolong jangan begini lagi." Shinta menunduk. Cukup sakit menghianati orang sebaik Rendra. Jangan sampai kekasih Jonathan juga merasakan hal yang sama, pikir Shinta.


"Bagaimana perasaanmu padaku?"


Shinta hanya menggeleng. Perasaanku akan sakit kalau aku jatuh di pelukanmu dan kau akan meninggalkanku dengan kekasihmu. Tidak mau!


***


Terima kasih sudah membaca^_^


Jangan lupa like komen tip dan vote ya

__ADS_1


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2