Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Menjemput pulang II


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Shinta menghentikan langkah saat melihat Joe. Mata mereka bertemu. Dengan cepat Shinta menunduk. Tak ingin bersitatap dengan Joe.


Joe berdiri. Menghampiri Shinta yang mematung disamping sofa Paman dan Bibinya.


"Honey, maafkan aku ya." suara Joe lembut. Joe meraih tubuh mungil Shinta. Memeluk Shinta erat. Shintapun kaku. Tak bereaksi apapun. Ada Paman dan Bibi yang melihat. Juga ada dua sepupu yang sinis menatapnya dari tadi.


Cih! Drama apa yang kau buat Cupu? Menyebalkan!


"Pulang bersamaku ya. Aku janji takkan nakal lagi. Please." Joe merenggangkan pelukannya. Memegang kedua telinganya. Seperti bocah yang melakukan kesalahan. Wajahnya dibuat seimut mungkin. Merasa bersalah.


Bahkan kesalahanmu lebih besar dari pada mencuri permen dari toko tetangga. Dasar!


"Shinta, rumah kami terbuka untukmu. Jadi kalau kau ingin menenangkan diri disini tidak masalah. Joe akan mengerti kan?" Bibi dengan santainya. Mengharap Shinta tak termakan bujuk rayu suaminya itu.


Shinta menatap Joe tajam. Wajah Joe memelas sok imut dan masih memegang telinganya.


"Aku takkan membuat tanda merah lagi di lehermu. Sumpah!" katanya sambil menunjukkan kedua jari tengah dan telunjuknya ke udara.


Dia tidak tau malu ya mengatakan itu? Shinta memerah pipinya. Menunduk malu. Ya Tuhan, suami macam apa dihadapannya ini.

__ADS_1


"Aku janji Honey. Pulang ya? Aku tidak bisa tidur kalau aku tidak memelukmu." Masih dengan wajah memelas sok imutnya Joe berusaha membujuk Shinta.


Kalau terus diam begitu, Joe akan semakin membuka aib kehidupan rumah tangganya. Itupun kalau benar, pasti banyak tambahan bumbu micin dan garam secukupnya.


"Baiklah. Aku pulang." lirih Shinta.


"Thanks, Honey." Kecupan hangat ia sematkan lembut dikening Shinta. Kemudian Joe memeluk erat lagi.


Cih! Kedua sepupu Shinta terus saja mengumpat melihat pemandangan didepan mereka. Bagai tontonan yang menjijikan.


"Apa kau ingin pulang Shinta? Sungguh? Kau tak perlu sungkan Shinta. Kau juga bisa menginap disini." Bibi berkata dengan lembut. Tak ingin Shinta pergi. Shinta mengangguk pelan.


Mereka duduk berdampingan. Joe melingkarkan tangannya diperut Shinta. Sesekali Shinta ingin melepaskan namun Joe mencengkram kuat.


Sesekali pandangan Shinta melihat tatapan tidak suka kedua sepupunya. Mereka terus saja menatap tajam pada Shinta dan Joe.


Shinta memutuskan untuk segera pulang saja. Shinta menatap Joe. Membisikan kata pulang. Joe pun paham. Kemudian obrolan pun terhenti.


Joe dan Shinta berdiri didepan Paman dan Bibi. Paman dan Bibipun ikut berdiri. Andi yang sejak tadi berdiri dibelakang Joe diam, mencerna situasi. Ia lebih dulu menundukkan kepala hormat dan keluar dari rumah.


"Kami pamit ya Paman. Maaf sudah mengganggu malam Paman dan Bibi. Kami sangat merepotkan Paman dan Bibi. Sekali lagi kami minta maaf." Joe menunduk hormat. Ini jauh dari kebiasaannya. Sungguh aktingnya meyakinkan sekali.


"Ah, tidak apa - apa. Lain kali kalian boleh mampir lagi." Bibi dengan lembut.

__ADS_1


"Joe, jangan buat Shinta sedih. Paman takkan memaafkanmu kalau sampai itu terjadi." Paman.


"Baik Paman."


"Paman dan Bibi Shinta pamit. Selamat malam." Shinta mencium punggung tangan dan Bibi bergantian. Joe melakukan hal yang sama. Paman dan Bibi bersitatap saat Joe meraih tangan - tangan mereka.


Basa - basi keduanya pun selesai. Diakhiri tatapan bingung Paman dan Bibi yang terkejut dengan sikap sopan Joe yang mengejutkan. Padahal kemarin di perusahaan, sungguh Joe seperti orang yang berbeda.


Kedua sepupu yang melihat itu juga tak kalah mengernyit. Drama kalian sudah terbaca. Kalian naif! Kami sungguh tak suka dengan kelakuan kalian.


Joe dan Shinta masuk dalam mobil. Andi membuka pintu mobil untuk Tuan dan Nonanya. Menunduk dengan hormat. Kemudian memutar langkah untuk masuk juga dikursi belakang kemudi. Menyalakan mesin. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Syukurlah tidak terjadi apa - apa. Huh! Andi menghembuskan nafas pelan.


***


terima kasih sudah membaca^_^


like komen tip dan vote ya.


nantikan terus kisah joe dan shinta selanjutnya


peluk cium DevaNurAna

__ADS_1


__ADS_2