Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Peresmian 1


__ADS_3

Selamat membaca ^_^


***


Shinta selesai membersihkan diri. Tubuh terasa lengket setelah pulang sekolah. Hari ini panas sekali, membuat peluh bercucuran dan membuat Shinta tidak nyaman.


Shinta terkejut melihat lemari bajunya. Banyak mini dress dengan berbagai warna dan model potongan berbeda ada disana. Tergantung rapi. Sangat feminim dengan motif bunga - bunga dan berenda.


Shinta mengambil satu. Melihatnya penuh takjub. Indahnya gaun ini. Warna biru laut dengan aksen yang tak begitu mencolok tapi terlihat anggun sekali. Potongan lengan pendek memperlihatkan bahu pemakainya. Tampak aksen di depan hanya lipatan pita yang kecil. Manis sekali.


Cocok sekali dengan Shinta yang suka dengan gaun yang simple tapi nampak elegan.


Shinta mengembalikan baju itu kedalam lemari. Kemudian ia turun. Mencari tau asal gaun - gaun itu.


"Mbak Asih yang merapikan gaun - gaun dilemari?" tanya Shinta.


"Iya Non. Untuk acara pembukaan tempat usahanya tuan muda." jelas Mbak Asih.


Shinta hanya membulatkan bibirnya. Arti paham pada maksud gaun - gaun itu ada dilemari bajunya.


Shinta bersiap memakai salah satu gaun. Pilihannya jatuh pada gaun berwarna biru laut. Seperti sudah ditakdirkan untuk pas dibadan Shinta. Cantik sekali.


Mbak Asih membantu Shinta berdandan. Sedikit make - up agar nona mudanya tampak fresh dan semakin menawan.


Shinta turun dengan sepatu ket. Padahal Mbak Asih sudah memberi tau kalau cocok memakai sepatu hak tinggi. Tapi Shinta tidak mau takut nanti akan terjatuh.


Joe melihat penampilan Shinta turun dari tangga. Bak putri yang menemui pangeran hatinya. Seperti didalam drama yang nyata.

__ADS_1


Joe menengadahkan tangan agar Shinta meraihnya. Tapi ini bukan didalam drama sesungguhnya. Shinta malah melengos. Melewati Joe begitu saja.


Sial! Dia berani mengabaikan aku! Joe menggeram marah. Ia hanya menurunkan tangan dengan kasar. Ia kesal, Shinta berani mengacuhkannya.


Andi membukakan pintu mobil untuk Shinta dan Joe. Mereka duduk dibangku penumpang.


"Aku ingin nanti kita terlihat mesra. Ingat ya? Ini sandiwara. Jangan sampai kau jatuh cinta padaku!" Joe sudah menebar ancaman.


Jatuh cinta? Cih! Shinta.


"Iya," jawab Shinta sambil merengut kesal.


"Mana senyumnya?" tanya Joe, tak menurunkan nada suaranya sedikitpun.


Shinta tersenyum meski dipaksakan. Biar kau puas!


Deg. Shinta tak bisa mengendalikan jantungnya.


Joe menarik tangannya cepat. Kemudian mengibas - ngibaskan ke udara.


Tangan ini! Terkutuk lah kau! Joe


***


Didepan tempat GYM itu tampak ramai. Banyak orang datang untuk melihat pembukaan tempat GYM ini. Apalagi kalau bukan untuk mencoba alat - alat kesehatan itu. Ah, bukan itu! Melihat otot kekar para personal trainer yang ada didalam. Ya ampun, para wanita meleleh seketika melihat pemandangan indah ini.


Ada banyak juga anak - anak muda yang sedang mencicipi menu - menu khas di cafe sehat. Juga untuk Wifi gratis.

__ADS_1


Mereka mengacungi jempol tempat ini. Fasilitasnya terhitung lengkap dan dengan orang - orang yang ahli dibidangnya.


Sebelum potong pita, Joe memberi sambutan terlebih dahulu. Ia mengutarakan banyak terima kasih kepada pihak - pihak yang sudah banyak membantu. Ia menyebut juga beberapa koneksi di kota S ini. Kepada Tuhan yang Maha Esa dan kepada orang tua. Yang terakhir untuk istrinya tercinta. Ia tak menyebutkan nama. Tapi dia bilang istri yang selalu mendukungnya.


Shinta yang mendengar terkesima. Emang aku dukung ya? Nggak tuh! Tapi aku kok jadi seneng begini ya? Tadi ia menyebutku istrinya?


"Ya ampun pemilik tempat ini bule ya? Gila keren banget!"


"Ganteng maksimal!"


"Tapi udah nikah ya? Sedih."


"Eh walaupun bule ngomong indo nya lancar juga,"


"Nggak kuat!"


Begitu para pengunjung memuji Joe. Shinta hanya tersenyum kecut.


Dia memang sempurna. Tapi sayang suaranya kayak toak. Selalu berteriak memekakkan telingaku. Shinta


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya

__ADS_1


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2