
Selamat membaca^_^
***
Rania dan Andrew sudah sampai di bandara. Andi menjemput Tuan dan Nyonya besarnya untuk singgah di rumah Shinta. Karna acara ulang tahun nanti mereka berencana akan berangkat bersama dari rumah Shinta.
Rania sudah heboh. Mempersiapkan pesta kejutan untuk menantu kecilnya.
Rania sudah menghubungi Joe untuk pulang lebih awal. Mereka akan merayakan ulang tahun Shinta dengan meriah.
"Bagaimana perkembangan hubungan mereka Andi?" tanya Andrew.
"Bisa dibilang jauh lebih baik dibanding awal mereka bertemu." jelas Andi yang sedang duduk dibelakang kemudi.
"Bagaimana dengan wanita jal*ng itu?" Andrew sudah memasang wajah geram.
"Mereka sudah tamat Tuan."
"Baguslah." Rania dan Andrew senang. Joe bisa lepas dari jerat wanita itu.
"Biarkan malam ini mereka bersama." kata Andrew.
"Tidak perlu sayang. Kasian Shinta. Biarkan mereka menyatu dengan cinta mereka sendiri." cegah Rania khawatir.
"Tidak apa honey. Aku hanya ingin mengetes saja." Cup. Andrew mendaratkan kecupan hangat dipipi istrinya.
Rania diam. Sejak awal Andrew memang mengkhawatirkan keadaan Shinta jika Joe sampai kelewat batas. Tapi kali ini Andrew sendiri yang ingin mereka segera menyatu. Shinta kan masih bersekolah. Setidaknya Joe harus menahan sampai Shinta lulus.
***
__ADS_1
Sepeninggalan Rania, Shinta dan Joe masih tetap diam seribu bahasa. Mereka digiring masuk ke dalam kamar Shinta oleh Rania. Karna kamar Joe akan digunakan oleh Rania dan Andrew.
Sedangkan Joe mau tidak mau harus tidur bersama Shinta. Kamar tamu hanya satu dan sudah dipakai Andi.
Hah! Bagaimana aku akan tidur? Shinta.
Merasa tidak nyaman, Joe keluar dari kamar Shinta. Dia memilih tidur di sofa ruang kerja.
"Kenapa Tuan tidur disini?" tanya Andi saat mendapati Joe berbaring disana.
"Diamlah!" teriak Joe.
"Mau tidur bersamaku?" tawar Andi.
"Tidak! Keluarlah! Aku akan tidur disini." Joe mulai kesal.
"Akui saja Tuan. Semuanya akan jauh lebih mudah,"
"Kalau tuan begini akan menyiksa hidup Tuan lebih dalam lagi."
"Aku bilang keluar! Kenapa kau cerewet sekali!"
"Jangan bodoh untuk kedua kalinya Tuan. Anda akan menyesal."
"Keluar!" Joe melempar bantal itu ke wajah Andi. Andi tersenyum mengejek.
"Anda memang betah sekali menyiksa diri rupanya. Kalau aku jadi Tuan, aku akan memilih tidur bersama nona muda."
"Andi sialan!" Joe mendekat dan hendak memukul wajah Andi. Andi menghindar. Joe bahkan tak siap dengan kuda - kuda. Joe malah terhuyung jatuh.
__ADS_1
Dia sangat lelah akhir-akhir ini. Beberapa hari tidurnya tak nyenyak. Dia bingung. Dia setres memikirkan perasaannya yang bimbang. Semua karna Carol yang sudah mengkhianatinya.
"Bangunlah Tuan. Anda sangat kelelahan. Tidurlah." Andi menarik tubuh Joe. Memapah tubuh itu dan membawanya di sofa. Memberikan bantal yang ia lempar tadi.
"Andi, aku akan gila kalau seperti ini." Joe nampak memijat kepalanya.
"Apa sama sekali Tuan tak ingin membuka lembar baru dengan nona muda?"
"Entahlah! Bagaimana dengan kekasihnya?"
Andi diam. Cih! Kau bahkan tidak punya solusi. Joe
"Tenanglah Tuan. Walau bagaimanapun Nona Muda tetaplah istri Anda yang sah."
"Apa sudah kau urus semua?"
"Sudah Tuan. Setelah acara ulang tahun nona kita akan bergerak."
"Good job Andi!" Joe memejamkan matanya.
Aku akan khilaf kalau seranjang dengan dia. Hah! Bocah itu lama-lama menarik juga! Joe
***
Terima kasih dah baca ya ^_^
Aku tunggu like komen tip dan vote
Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya
__ADS_1
Peluk cium DevaNurAna^_^