
Selamat membaca ^_^
***
Shinta masih mematung didepan pintu kamar Joe. Beberapa kali ia mengatur nafas. Andi yang sedang berjalan mendekatinya melihat itu.
Andi tersenyum penuh misteri. Dia pasti memikirkan sesuatu.
"Nona, silahkan masuk." kata Andi bersiap membuka pintu kamar Joe.
"Aku sudah selesai Pak." kata Shinta. Menunduk hormat.
"Masuklah dulu Nona." Andi membuka pintu itu lebar. Joe dari kejauhan melihat Andi dan Shinta di ambang pintu.
Sedang apa mereka? Joe
Shinta masuk lagi. Entah kata - kata apa yang dikatakan Andi sampai dia menurut.
Pasti aku akan dikerjai lagi. Awas saja! Shinta.
Andi mempersilahkan Nona mudanya mendekati Joe setelah menutup pintu kamar.
"Ada apa?" tanya Joe saat Andi dan Shinta mendekat.
"Saya sudah meminta ijin pada penangung jawab karya wisata Nona muda Tuan. Nona bisa ikut pulang bersama kita." jelas Andi. Shinta terkejut. Wajah Joe pun sama. Rencana siapa ini?
Joe hanya melotot melihat Andi. Ingin jawaban kenapa harus meminta ijin agar Shinta pulang dengan dirinya. Joe yakin ini akal bulusnya Andi ingin mendekatkan Tuan dan Nona mudanya.
Merasa tak ada jawaban Joe menarik tirai yang besar itu. Jendela kaca yang besar memperlihatkan pemandangan kota yang cantik. Kerlap kerlip lampu seluruh kota bisa Joe dan Shinta lihat dari kamar hotel tertinggi itu.
__ADS_1
Bila mereka pasangan yang saling mencinta, bisa berdiri berdua melihat pemandangan seperti ini akan menjadi momen yang sangat romantis.
Shinta takjub. Indah sekali. Tak bisa ia ungkapkan dengan kata - kata. Wajah Shinta berbinar - binar.
"Kemarilah." Joe melambai. Menyuruh Shinta untuk mendekat. Shinta patuh.
"Bagus sekali ya," kata Joe.
"Iya Mas. Indah." Shinta menatap penuh kegembiraan. Ia letakkan paperbag itu di meja. Kemudian ia berjalan mendekati Joe. Agar bisa melihat bersama.
Shinta melirik Joe. Ia heran. Joe juga suka dengan keindahan seperti ini. Dia sungguh tak menyangka Joe bisa terlihat sekalem ini. Joe memandang lurus kedepan.
Sekian detik hanya hening. Kemudian Shinta duduk di sofa karna merasa pegal dikakinya. Joe mengikuti langkah Shinta.
Deg. Mereka duduk sebelahan. Ini tadi yang Shinta hindari. Tapi entah kenapa kali ini Shinta tak punya pikiran apapun. Dia hanya sibuk takjub dengan apa yang sedang ia lihat didepannya. Hamparan sinar yang warna warni itu sungguh menyita netranya saat ini.
Joe meraih pinggang shinta. Menyenderkan kepalanya dibahu Shinta. Shinta nampak terkejut. Diapun mendorong tubuh Joe.
"Kenapa?" tanya Joe.
"Jangan dekat - dekat! Nanti Mas Jonathan suka padaku." suara Shinta terdengar lirih.
Joe tergelak. Keras sekali. Terpingkal mendengar Shinta yang mengatakan itu dengan malu - malu. Dasar bocah ini!
"I like you? You're dream baby," Joe mengacak - acak rambut panjang Shinta. Shinta tampak gusar. Huh! Menyebalkan dari dulu!
Shinta menepis tangan Joe kasar. Joe berhenti tergelak.
"Kalau kau ingin aku suka padamu, kau harus lebih berusaha lagi."
__ADS_1
"Cih! Untuk apa? Aku bahkan sudah bosan bersamamu!" Shinta mencibir.
"Apa kau yakin?" Joe sudah mengerlingkan matanya menggoda Shinta.
"Iya. Amat sangat yakin Tuan Jonathan!"
Lucu sekali. Joe tersenyum melihat Shinta yang gusar. Bibir Shinta yang manyun itu. Joe jadi ingin sekali menggoda Shinta.
Ternyata manis juga. Joe bergumam. Joe melirik dengan ekor matanya. Kemudian ia mendekat akan mendekap tubuh Shinta. Seketika Shinta terkejut. Matanya membulat sempurna. Joe terlalu dekat membuat Shinta panas dingin.
Joe mendekatkan wajahnya, menabrakkan bibir itu. Tak lama bibir itu menyatu dengan sempurna dengan view pemandangan kota yang memukau.
Shinta makin meringsek diperlukan Joe. Menikmati semua. Joe tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia habiskan dengan lembut dan perlahan menyusuri setiap bagian yang ada. Merasuki relung hati Shinta yang paling dalam. Memberikan kehangatan.
Sekian detik berlalu, wajah mereka saling memerah. Menunduk malu karna Andi di sana melihat dengan jelas tontonan yang baru saja mereka gelar. Dengan apik mengisyaratkan ketertarikan masing-masing. Namun bibir itu selalu berkata lain.
" Katakan setelah ini apa kau bisa tidak jatuh cinta padaku?" tanya Joe lirih. Shinta tak ingin menjawab. Kepalanya masih berputar - putar karna ciuman itu dilihat oleh seseorang dan malu itu lebih menguasai dirinya sekarang.
***
Terima kasih dah baca ya ^_^
Aku tunggu like komen tip dan vote
Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya
ayo dong kasih semangat biar aku semangat updatenya.. hehe
Peluk cium DevaNurAna^_^
__ADS_1