Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Karya Wisata Part 3


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Shinta duduk didekat jendela bis. Disampingnya ada Anin tentu saja. Mereka memang dua sahabat yang tak terpisahkan.


Sebelum naik kapal feri, mereka naik bis terlebih dahulu. Perjalanan akan memakan waktu cukup lama. Shinta jadi mengantuk sekali. Karna semalam ia bergadang. Dia senang sekali akan pergi berlibur. Setidaknya lima hari tak bertemu si bule tidak tau diri itu.


Aku harus bersenang-senang disana. Jangan pedulikan apapun selama lima hari kedepan. Aku harus menikmati liburan ini dengan baik. Lupakan sejenak si bule pemarah itu dalam pikiran.


Perjalanan berlanjut. Akhirnya sampai mereka dihotel untuk menginap. Para guru menginstruksikan agar mereka istirahat terlebih dahulu. Setelah jam makan siang, jadwal mereka akan dimulai.


Shinta dan Anin sudah mendapatkan kunci hotel. Mereka berempat dengan Mitha dan Sarah.


Mereka masuk kamar. Hotelnya lumayan bagus. Shinta duduk ditepi ranjang. Membuka pesan diponselnya.


Sudah beberapa hari Rendra tak menghubunginya. Shinta hanya takut Rendra melupakannya.


Anin sudah mengoceh kesana - kemari tidak jelas. Shinta tak mendengar dengan jelas. Ia rebahkan tubuhnya diranjang yang empuk itu. Sejurus kemudian ia terlelap.


***


Anin membangunkan Shinta untuk makan siang. Anak - anak yang lain juga sudah turun dari tadi.


Shinta membasuh muka. Lalu ikut turun bersama Anin.

__ADS_1


Makan siang kali ini menunya seafood. Shinta suka sekali dengan seafood apalagi Anin. Mereka makan dengan lahapnya.


"Shin, habis ini kepantai yuk!" Ajak Anin. Mitha dan Sarah juga setuju.


Pantai memang tempat paling menyenangkan. Melihat ombak yang bergelombang dan merasakan desahan angin yang sepoi - sepoi sudah memberikan hawa positif bagi setiap pengunjungnya.


Tak terkecuali Shinta. Dia hanya memandang lurus kedepan. Menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan. Membuatnya tenang sekali.


"Untuk apa kepantai tapi hanya berdiri disitu?" suara itu terdengar tidak asing. Shinta menoleh cepat. Benar! Si bule gila sudah berdiri menyilangkan tangan didada.


Joe memakai baju pantai berwarna biru laut. Celana pendek. Kacamata hitam. Dia tampak sangat mencolok dari orang - orang disekitarnya. Tak lupa Andi yang duduk menikmati air kelapa muda.


"Mas Jonathan? Kok disini?" tanya Shinta terkejut sekali.


"Kenapa? Kata Andi aku juga butuh refreshing. Jadi aku kesini."


"Siapa? Aku? Enak saja! Tarik kata - katamu!"


"Terus apa? Jelaskan!" Shinta meninggi.


"Kan tadi sudah aku jelaskan. Harus aku ulangi?"


"Tidak! Kau pasti sengaja!"


"Dasar anak ini! Tidak percaya sekali!"

__ADS_1


"Iya. Aku tidak percaya. Kenapa?"


"Sudah berani menantangku ya?" Joe mendekati Shinta. Mereka kini tak ada jarak. Shinta jadi bergidik takut.


Tenang Shinta. Disini banyak orang. Dia takkan melakukan apa - apa. Shinta komat - kamit. Mungkin membaca doa agar malaikat baik yang sedang berada disamping Joe.


"Kau ingin aku menciummu disini biar kau percaya padaku?"


"Cih! Jangan mengancamku. Disini banyak orang. Memangnya kau berani?" Shinta menutup mulutnya. Keberanian darimana ia dapatkan! Apa karna ia selalu didekat Anin. Makanya kata - kata Anin melekat didirinya. Ah sungguh tak sanggup bila Joe akan melalukan itu.


Tidak! Elak Shinta. Ia mengelengkan kepala kuat.


"Kau sungguh menantangku? Mau bukti sekarang?" Joe mendekatkan wajahnya. Shinta mengambil langkah seribu untuk menjauh. Tak ingin Joe mengejarnya.


Joe sialan! Geram Shinta. Tapi wajah Shinta nampak merah padam dibuatnya. Ia benar - benar akan melakukan itu di sini? Sudah gila apa dia?


Joe yang masih berdiri ditempatnya terkekeh melihat Shinta lari ketakutan.


Bocah ini lucu sekali. Joe


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote

__ADS_1


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2