Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Mulai Menikmati lagi


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Mobil berhenti didepan rumah Shinta. Shinta dengan cepat membuka pintu mobil dan masuk rumah. Ia ingin segera masuk kamar dan mengunci pintu.


Tidak! Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku bodoh begini! Shinta merasa melakukan kebodohan lagi. Kenapa dia selalu menikmati sentuhan bibir Joe. Bahkan tadi pun ia membalas ciuman itu juga.


Joe tertawa kecil melihat tingkah Shinta yang tergesa - gesa itu. Lucu sekali. Joe sampai geleng - geleng kepala. Apa aku kena karmaku sendiri ya? Sial! Bibirnya manis sekali. Joe


"Wah, sampai lupa diri ya? Ya ampun," kata Andi berdecak melihat kelakuan tuan mudanya yang nampak tak bisa menahan diri. Joe sudah mulai membuka hati pada Nona mudanya. Menurut Andi.


"Diam! Pergi sana temui istrimu! Ajak kencan juga." Joe  tak benar - benar kesal. Wajahnya saja tersenyum penuh arti. Beberapa kali ia menyentuh bibirnya. Mencari sisa ******* bibir Shinta.


"Ini Tuan. Untuk malam ini. Jangan lupa dipakai." kata Andi sambil memberikan sebuah pengaman.


"Gila kau Andi!" Joe melayangkan bogem mentah di bahu Andi.


"Saya yakin Anda akan benar - benar khilaf nanti bila tidur bersama Nona, Tuan." Andi tertawa lepas. Sudah tau kalau Joe akan semakin menggilai istri kecilnya itu.


"Sialan!" pekik Joe. Tapi Joe menerima pemberian Andi itu. Senyumnya penuh misteri. Apa yang akan ia lakukan?


Joe dan Andi masuk keruang kerja. Melihat laporan keuangan dari GYM untuk hari ini. Lumayan. Omset hari ini meningkat. Banyak orang - orang yang datang untuk olahraga atau hanya menikmati makanan di cafe Joe.


Setelah dibukanya tempat GYM dan Cafe tak ada satu masalahpun yang berarti. Andi mampu membereskan dengan rapi. Tanpa Joe harus turun tangan.

__ADS_1


"Andi, apa yang terjadi di toilet tadi?" tanya Joe.


"Sepupu Nona Muda mengunci Nona didalam toilet Tuan."


"Sudah ku duga. Kenapa Shinta sampai selama itu didalam toilet."


"Apa perlu Saya bereskan Tuan?"


"Tidak perlu. Mereka hanya lalat saja. Tidak penting!" Joe


Andi menunduk hormat. Tanda ia mengerti.


"Besok mari kita berkunjung. Tanganku sudah gatal ingin mengacak - acak ruang direktur utama itu." sorot Joe tajam.


***


Joe naik ke atas. Membuka pintu kamar Shinta. Namun kamar itu terkunci. Joe pun memanggilnya.


"Hei buka pintunya!" kata Joe sedikit berteriak.


Shinta tak lantas membuka pintu. Dia tak mampu bertemu Joe lagi. Bisa - bisa habis dia malam ini juga.


"Aku dobrak kalau tak kau buka sekarang!" Joe sudah menebar ancaman.


Rania keluar dari kamar sebelah. Mendengar teriakan Joe membuat Rania penasaran.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Rania heran.


"Joe tak bisa masuk Mommy," kata Joe. Melas. Aktingnya sungguh luar biasa.


Shinta mendengar sayup suara Rania. Hatinya merasa tak enak. Shintapun beranjak membuka pintu kamarnya.


"Shinta sayang, Joe ingin masuk." kata Rania penuh kelembutan.


"Iya Mommy," jawab Shinta tertunduk. Selain karna tak ingin menatap Joe, Shinta juga tak ingin Rania menatap wajahnya yang memerah malu.


Joe masuk kamar. Mengambil handuk dan kemudian masuk kamar mandi.


"Mommy tidur dulu ya. Have a nice dream, honey." kata Rania. Mengecup puncak Shinta lembut. Rania menutup pintu kamar Shinta. Shinta kaku seketika. Joe sedang ada dikamarnya sekarang.


Gawat! Shinta.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2