
Selamat membaca ^_^
***
Mobil itu ada di area parkir sebuah resto mewah. Joe dan Andi sudah berada di ruang VIP Resto. Andi sudah membuat janji dengan seseorang pemilik bangunan yang akan digunakan untuk tempat usaha Joe.
Joe memakai kemeja dan jas rapi. kemeja warna biru laut dan jas warna biru navy. Terpadu sempurna ditubuhnya. Jam tangan bermerk bertengger dilengan kirinya. Sungguh menawan. Menambah daya tariknya semakin kuat. Joe memang tampan dari lahir.
Joe sudah menandatangani akta jual beli tanah dan bangunan. Berikut surat kepemilikan tanah yang sah. Andi sudah memastikan semua kepemilikan asli dan tidak ada masalah sengketa apapun. Harga yang diberikan juga fantastik. Jadi pemilik bangunan langsung menyetujui jual beli itu dengan mudah.
Sebelum Joe bertemu dengan pemilik bangunan ini, Andi sudah lebih dulu memastikan segalanya berjalan dengan lancar.
Pemilik bangunan sudah berlalu. Membawa senyum yang mengembang.
Namun Andi dan Joe masih diruangan VIP resto. Didepan Joe masih penuh semangkuk salad buah. Joe sangat tak berselera untuk makan. Nampaknya ia sangat muram saat ini.
"Hah..." Joe mendesah dalam. Ada yang menganggu pikirannya.
"Apa tuan membutuhkan sesuatu?" tanya Andi menatap Joe dengan selidik. Sepertinya tuan mudanya dalam pikiran yang kacau.
__ADS_1
"Cih! Aku yakin kau sudah tau Andi." ketus Joe menjawab pertanyaan bodoh sekretaris ini. Mana mungkin sekretaris ini tidak tau, bahkan secuil kuku lepas dari jarinya saja ia tau. Penguntit handal, itu julukan yang pantas untuk seorang Andi.
"Tentang apa tuan muda? Maaf saya tidak mengerti." Andi datar. Ia sama sekali tak bersemangat berucap. Ia hanya ingin memastikan tidak ada masalah saja. Karna disinilah ia dibutuhkan. Apalagi kalau bukan memastikan tuan mudanya baik-baik saja hidup disini.
"Jangan pura - pura bodoh Andi. Aku muak melihat tingkahmu!" Joe tambah kesal.
"Maaf atas kebodohan saya ini tuan muda." Andi menunduk hormat. Tapi Joe semakin memanas. Ingin memukul wajah datar Andi.
"Ya kau bodoh! Carol datang mencariku di tempat GYM disana. Tapi Daddy malah mengusirnya. Daddy juga bilang padanya kalau aku sudah menikah disini. Aku benci orang tua itu! Seenaknya menyampuri urusan pribadiku. Aku bahkan terjebak dengan pernikahan ini!" nada bicaranya Joe syarat emosi. Ia mengingat gadis yang dicintai. Jauh disana. Mungkin sedang menangisinya sekarang.
"Saya rasa itu bukan hal yang penting untuk saya ketahui Tuan," kata Andi memanaskan lagi bara api. Joe semakin tersulut dengan kata - kata Andi yang menantang namun diucapkan dengan nada datar.
"Sialan! Pergi sana!" umpat Joe kesal.
"Ada orang lagi yang harus ku temui setelah ini? Kau saja yang pergi. Urus semuanya." kata Joe.
"Ini tanggung jawab Anda tuan muda. Sebaiknya Anda segera bergegas. Sudah waktunya menjemput nona muda." Andi mengingatkan.
"Kenapa tidak kamu saja. Aku lelah." Joe sama sekali tidak bersemangat.
__ADS_1
"Maaf tuan. Tuan besar tidak akan suka mendengar ini. Sebaiknya tuan muda lakukan yang semestinya tuan muda lakukan." Andi sudah mulai membangun ancaman.
"Cih! Lapor sana! Menyebalkan! Aku muak melihatmu Andi. Pulanglah ke Amerika." Joe ketus. Selalu saja tuan besar jadi senjata. Dan itu membuat Joe tak bisa melakukan apapun. Andrew memang menakutkan jika Joe sudah mulai melawan perintahnya.
Tidak pernah sekalipun Daddy memperlihatkan kasih sayangnya padaku. Dia hanya selalu mengggertakku dengan mematikan semua kartu kredit dan memenjarakan ku dirumah. Tidak bisa ke tempat GYM dan ke kampus, menyebalkan dari dulu! Dan aku sebagai anak satu-satunya tidak bisa memahami jalan pikiran Daddyku sendiri. Kau pikir itu menyenangkan? Aku hampir berfikir kalau dia bukan Daddyku! batin Joe.
Joe bergegas keluar dari ruang VIP Resto. Meninggalkan Andi yang masih betah diruang VIP Resto itu.
Andi tau siapa kekasih tuan mudanya ini. Gadis cantik nan sexy. Dia terlihat seperti gadis polos. Namun setelah Andi menulusuri jejaknya, ternyata wanita bernama Caroline Carlos tidaklah sebaik yang nampak dari kepolosannya. Kebiasaan buruknya yang sering keluar masuk bar, membuat keluarga Smith tidak setuju. Itu akan mempengaruhi kebiasaan Joe yang sedang dalam tahap perubahan gaya hidup dan juga sifat Joe yang labil. Apalagi tentang harga diri nama keluarga yang terhormat. Tidak akan Andrew membiarkan nama baik keluarganya jatuh hanya karna wanita yang anaknya cintai. Meski harus menentang keras hubungan mereka, akan dilakukan segala cara.
Masalahnya, Joe sudah terlanjur jatuh sejatuh-jatuhnya pada wanita itu. Membuat Andi sendiri memijat kening kalau Joe sudah terlepas dari pantauannya. Ia semakin sulit dikendalikan karna ternyata wanita itu sungguh pandai bercakap hal dusta. Joe lebih percaya apapun yang dikatakan wanita itu dari pada Andrew, Daddynya sendiri.
Anda harus terbiasa dengan tanggung jawab baru Anda, Tuan muda. Lupakan Caroline Carlos. Kekasihmu penipu! batin Andi dengan tersenyum licik.
***
Terima kasih sudah membaca^_^
Nantikan terus kisah Shinta dan Joe ya
__ADS_1
Jangan lupa like komen tip dan vote ya
Peluk cium DevaNurAna^_^