
Selamat membaca^_^
**
Cahaya hangat sang mentari pagi sudah menghangatkan kulit Joe. Tampak keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya. Ia mengitari komplek perumahan.
Perumahan itu tidak terlalu mewah. Hanya perumahan minimalis. Entah kenapa hanya rumah Shinta saja yang berada diujung dekat gerbang portal yang terlihat megah dan besar dari luar. Joe bahkan belum sampai melihat halaman belakang rumah Shinta.
Banyak mata yang melihat sosok Joe yang asing. Ini pertama kalinya ada sosok bule yang lari pagi di jalanan komplek perumahan itu. Mereka sangat penasaran.
Joe masuk ke dalam rumah menuju dapur. Joe melihat Shinta sudah memakai seragam. Namun seragamnya tertutup celemek. Shinta sedang memasak. Harum bau nasi goreng.
Glek. Joe menelan savilanya.
Joe mencium bau sedap dari nasi goreng itu menggugahkan selera makannya.
Seperti buatan mommy. Sepertinya enak. Tak apalah hari ini sarapan nasi goreng, batin Joe.
Shinta sudah menghidangkan dipiring. Ia manaruhnya di meja makan. Kemudian melepas celemek. Shinta bersiap akan menyantap nasi gorengnya. Tapi terhenti saat melihat Joe yang kelihatan menginginkan nasi goreng juga.
Shinta menatap tajam. Tak ingin membagi nasi gorengnya. Ini balas dendam tuan bule! Shinta mendengus.
"Kenapa hanya satu porsi? Buatku mana?" tanya Joe mendudukkan diri di kursi.
"Mbak Asih bilang anda tidak suka sarapan nasi tuan, jadi aku buat hanya untukku." jawab Shinta sarkas.
"Keterlaluan sekali. Padahal tadi malam bilang istri. Jadi begini jadi istri?" Joe mendengus.
__ADS_1
Hah... aku hilang sadar sesaat. Dia menyebutku istri? Yang benar saja? Semalam bilang jangan mimpi!
"Baiklah. Makan saja nasi gorengnya." Shinta mengalah. Ia mengambil lagi nasi goreng yang ada dipenggorengan. Padahal itu untuk Mbak Asih.
Mendengar suara tuannya, Mbak Asih tergopoh dari pintu belakang datang menghampiri tuannya di meja makan.
"Tuan ingin disiapkan sarapan sekarang?" tanya Mbak Asih sopan.
Joe sudah bersiap menyantap nasi goreng buatan Shinta.
"Tidak. Istriku sudah masak nasi goreng." ujar Joe. Menekan pada kata istri.
Deg. Dasar sint*ng! Shinta mengumpat.
Shinta duduk kembali didepan Joe. Kemudian menyendok nasi gorengnya. Joe juga dengan lahap menghabiskan nasi goreng itu.
Mereka makan tanpa banyak suara. Sudah pasti Shinta harus bergegas. Matahari kian meninggi. Ia harus bersiap pergi ke sekolah.
Shinta sudah menyelesaikan sarapannya. Meminum susu kemudian menaruh gelas dan piring kotor di tempat pencucian. Tidak ada waktu lagi. Dia bisa telat. Angkutan umum akan terlewatkan nanti.
Shinta langsung menyambar tas di meja makan. Joe melihat Shinta yang buru - buru.
"Santai saja. Nanti aku antar." kata Joe. Sudah menyelesaikan makanannya.
"Cepatlah! Aku bisa telat." Niat nganter nggak sih? Belom mandi juga. Pasti lama!
"Tunggu saja didepan." Joe langsung naik ke atas. Membersihkan diri dengan cepat.
__ADS_1
Joe sudah siap mengantar. Pakaiannya sudah berganti dengan setelan kaos lengan pendek hitam dan jeans navy. Jaket yang di tenteng ditangan. Jangan lupa jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
Shinta sudah menunggu didepan seperti kata Joe.
Joe menyuruhnya masuk mobil. Kemudian mobil berjalan memecah hiruk pikuk kota yang mulai memanas.
Shinta sesaat melongo. Melihat penampakan Joe yang keren. Tapi Shinta tak boleh lengah. Joe sekarang adalah musuhnya. Cih! Jangan terpesona Shinta! Jaga hatimu! katanya dalam hati.
Mobil berhenti tepat didepan gerbang sekolahan Shinta. Shinta tak menyangka Joe tau alamat sekolahan Shinta.
"Mas Jonathan kok tau?" bisiknya.
"Cari lokasi seperti ini itu mudah. Dengan aplikasi bodoh! Sana masuk! Belajar yang benar. Jangan tebar pesona dengan lawan jenis." kata Joe ketus.
"Hah! Dasar pemarah! Bisa nggak kalau bicara tidak ngegas? Bikin pagiku suram saja."
"Turun! Banyak bicara kamu ya. Oh ya mau minta uang saku ya? Ini." Joe menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribuan. Shinta menatap dengan sinis.
Banyak sekali? Uang saku anak SMA sebanyak itu untuk apa? Dasar bule gila!
***
Terima kasih sudah baca^_^
Jangan lupa like komen tip dan vote.
nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya
__ADS_1
Peluk cium DevaNurAna^_^