Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Pantai


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Perjalanan pulang. Seperti biasa Joe menjemput Shinta. Padahal, dia sudah minta Andi menjemput tapi Andi menolak. Merasa bukan tanggung jawabnya.


Sialan Andi! Sepertinya Joe ingin menghindari Shinta untuk sementara waktu. Agar Shinta bisa memikirkan keputusan yang tepat untuk hubungan mereka.


Tak ada sapaan. Suasana didalam mobil canggung sekali. Benar - benar hening. Shinta menatap keluar jendela. Melihat mobil dan motor saling salip. Joe juga fokus mengemudikan mobilnya.


"Mas, aku mau ke pantai."


"Eh? Kita hampir sampai rumah lho." Joe terperanjak. Mengernyitkan alisnya. Mau apa ke pantai?


"Aku mau sekarang." suara Shinta manja.


"Baiklah." Joe memutar mobilnya. Menuju pinggir kota. Shinta tak biasanya ingin pergi ke pantai sore begini.


"Kenapa kau ingin ke pantai Honey?" tanya Joe heran. Lama setelah mengenal Shinta, Joe tak pernah mendengar rengekan Shinta ingin kemana dan mau apa. Ini pertama kalinya Shinta ingin ke pantai.


"Ingin saja. Apa tidak boleh?" Shinta menjawab ketus.


"Boleh Honey." Joe mengelus rambut Shinta lembut. Tidak ingin Shinta tersinggung. Apapun Honey, aku akan lakukan untukmu.

__ADS_1


Mereka sampai di pantai. Joe menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Mereka hanya perlu melangkah beberapa meter saja untuk sampai ke bibir pantai. Pantai ini pantai terbuka. Banyak rumah - rumah warga disepanjang jalan yang dilewati Joe tadi.


Joe mengikuti langkah Shinta menuju bibir pantai. Joe melepas jaket yang dikenakannya untuk dipakai Shinta.


"Pakailah. Udara semakin dingin."


"Apa ini sogokan?"


"Bukan. Ini perhatian."


Shinta memutar kepalanya. Tak ingin Joe melihat senyum tipisnya. Manis sekali.


"Kenapa ingin kesini? Disini tidak ada apapun. Hanya perahu nelayan. Mau naik perahu sore - sore begini?"


"Sama siapa?"


"Mama dan Papa."


"Kenapa ke pantai? Kalau kau mau kita bisa kepemakaman Uncle dan Aunty di Amerika."


"Apa? Bukannya Papa dan Mama kecelakaan pesawat?"


"Tidak Honey. Uncle dan Aunty kecelakaan lalu lintas. Mereka juga sempat masuk rumah sakit bahkan sudah sempat stabil juga. Tapi Tuhan berkata lain. Setelah menandatangani surat wasiat, uncle menghembuskan nafas terakhirnya."

__ADS_1


Apa? Kenapa aku tidak mendengar kisah itu?


Joe meraih tubuh Shinta. Menenggelamkan kepala Shinta didadanya. Menenangkan Shinta yang sudah bergetar.


"Tenanglah. Mereka sudah tenang disana. Aku yakin."


Hiks. Aku kangen dengan kalian. Dua bulan lagi aku akan menghadapi ujian. Mama, Papa doain Shinta agar Shinta bisa membanggakan kalian disana.


Shinta berjalan menuju pinggir pantai. Melepas sepatu yang ia pakai. Kemudian mencelupkan kakinya diair laut. Udara begitu dingin. Hembusan air laut menerpa wajah Shinta. Membuat rambutnya yang terurai beberapa kali terbawa angin. Joe membelai rambut itu. Merapikan dibelakang telinga Shinta.


Pemandangan sore hari ini begitu indah. Seperti halnya perasaan ini. Shinta mencoba setenang mungkin. Masa lalu yang ia rasakan kini sudah terjawab. Ada perasaan kelegaan juga dihatinya.


Joe meraih tangan Shinta. Mengajak Shinta duduk dibatuan besar pembatas pantai. Melihat sunset yang indah. Joe menggenggam erat tangan Shinta.


Mengeluarkan ponselnya untuk mengambil foto sunset di hadapannya ini yang indah. Kemudian mengambil foto Shinta dan dirinya. Duduk di batuan besar itu berdua dengan Shinta. Menutup sore hari ini dengan senyum terkembang dari sudut bibir keduanya.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya

__ADS_1


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2