Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Ulang Tahun Part 2


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Keluarga Smith sudah lengkap. Mereka sudah duduk melingkar di meja sebuah resto terkenal di Kota S ini.


Tidak lupa ada Paman dan Bibi. Mereka juga mengajak serta anak - anak mereka.


Rania memperlakukan Shinta seperti anak mereka sendiri. Terlihat Rania sangat menyayangi Shinta dengan tulus. Shinta jadi terharu. Shinta sungguh bahagia.


Sedih yang bergelayut karna tak bisa merayakan ulang tahun bersama mama papanya sirna. Shinta merasa benar - benar menjadi bagian dari keluarga Smith.


"Ayo tiup lilinnya Shinta," kata Rania tak kalah antusias. Shinta make a wish. Kemudian meniup lilin itu perlahan.


Rania menuntut memotong kue. Agar diberikan kepada Joe. Sebenarnya Shinta enggan. Tapi demi Rania, Shinta melakukannya.


Shinta memberikan potongan pertama kue itu pada Joe.


"No! Tidak begitu sayang. Suapi suamimu dong." Rania.


Shinta kikuk. Mengambil sesendok kue dan mendekatkan kue itu ke mulut Joe. Joe melahapnya pelan sambil tersenyum lebar. Dia sebenarnya tidak suka dengan kue manis seperti ini.


Kalau tidak didepan Paman dan Bibimu, sudah ku buang kue tart penuh cream itu jauh - jauh. Joe


"Terima kasih, honey." kata Joe kemudian memberi kecupan dikening Shinta.

__ADS_1


Percayalah dia hanya akting Shinta. Tapi Jantung Shinta berdegup kencang sekali.


Setelah acara potong kue ini, mereka menikmati live music. Lagu - lagu cinta terdengar mengalun indah. Seperti mengisyaratkan kehidupan berbahagia Joe dan Shinta. Shinta sungguh tak menyangka mertuanya itu menyiapkan pesta mewah ini dengan sangat meriah.


Paman dan Bibi sedang berbicara serius dengan Andrew dan Rania. Paman dan Bibi turut bahagia mendapati keluarga Smith itu perhatian sekali dengan Shinta.


Sepupu Shinta sudah melipir sendiri di meja yang berbeda. Seperti tak ingin mendekatkan diri dengan Shinta atau pun Joe.


Kini tinggal Shinta dan Joe duduk berdua di meja ini. Sesekali Shinta melirik Joe yang ada disampingnya. Raut wajahnya tampak datar - datar saja. Shinta jadi kecewa. Padahal tadi terlihat ia sangat mencintai Shinta.


Dia benar - benar pandai bersandiwara. Shinta


***


Beberapa kali Shinta melihat wajah sepupunya itu membuang muka tidak suka. Dari dulu Shinta memang tidak begitu akrab dengan sepupunya itu.


Dari sifat keduanya saja sudah terlihat kalau mereka tidak suka dengan Shinta.


Shinta mematut wajahnya diwastafel didalam toilet. Ia mencuci tangannya. Kemudian mengelap agar kering.


Shinta melihat dari kaca itu, terlihat kedua sepupunya sudah menyilangkan tangan didada. Memasang Wajahnya jutek.


"Jadi ratu ya? Beruntung sekali ya menjadi menantu keluarga Smith yang terhormat. Pakai jurus apa sih sampai Jonathan Smith itu tergila - gila padamu?" Adelia si kakak itu berkata dengan sinisnya.


"Pelet kali mbak." kata Amelia si adik menimpali.

__ADS_1


Shinta hanya diam. Tak ingin merespon. Shinta sudah terbiasa mendengar mereka mencibir apa yang Shinta lakukan. Ini bukan kali pertama. Jadi sudah kebal telinga Shinta. Harusnya mereka itu menjadi orang pertama yang tau penderitaan Shinta setelah kepergian orang tuanya. Namun dari dulu hubungan mereka tak pernah baik. Jadi sampai sekarangpun tak ada sedikitpun iba di hati mereka pada Shinta.


"Katakan! Apa yang kau lakukan?" tanya Amelia. Mendekati Shinta yang tertunduk ditempatnya. Amelia meraih dagu Shinta dan menghempaskan keras.


Shinta sama sekali tak berani melawan. Shinta merasa kalah jumlah.


"Malah diam saja! Kau tuli?" marah Adelia.


"Ma-maaf Mbak," jawab Shinta terbata. Shinta takut mereka berdua semakin menggila padanya.


"Malah minta maaf. Memangnya lebaran maaf-maafan? Dasar cupu!" Amelia mencebikkan bibirnya.


"Sudahlah Dek, kita tinggalkan saja dia." Adelia dan Amelia berlalu. Shinta merasa lega. Kemudian ia bersiap membuka pintu toilet. Namun pintu terkunci dari luar.


Astaga. Mereka mengunciku ditoilet. Shinta


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2