
Selamat membaca
***
Joe mengajak Shinta mendekati walikota. Menyapa dengan ramah tamah. Menurunkan sedikit ego agar tercipta suasana yang hangat. Aktingmu memang kelas dunia! batin Shinta disamping Joe dengan senyum terpaksanya. Shinta membisikkan sesuatu, ia minta ijin ke toilet. Joe hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Joe melirik Shinta berjalan. Melihat punggung istrinya yang kemudian hilang dibalik orang-orang di hotel ini. Joe melirik Daren disampingnya, menyuruh dengan ekor matanya agar mengikuti Shinta.
Joe sudah mengira kalau Shinta sudah tidak nyaman. Saat tadi bertemu Siska saja Joe melihat raut wajah Shinta yang sudah berubah. Pasti dia memikirkan sesuatu. Tapi apa?
"Apa kabar tuan Joe? Bagaimana tempat GYM anda?"
"Tentunya saya baik, dan saya bersyukur tempat GYM saya ramai setiap hari. Terima kasih atas bantuan Tuan Sandi atas dukungannya."
"Tentu saja. Daerah perkotaan memang butuh tempat olahraga yang lengkap seperti itu. Menjaga kesehatan itu penting, bagi pekerja seperti kami ini. Oh ya, nikmati pestanya tuan Joe. Jangan sungkan. Anda tamu penting bagi saya."
"Terima kasih atas penghormatan ini tuan Sandi. Kalau perlu apa-apa bisa langsung hubungi sekretaris saya."
"Ya, tentu saja tuan." Sandi tertawa renyah. Sandi memang sangat mengapresiasi anak muda yang berfikir kreatif seperti Joe. Menjalankan bisnis sekaligus hidup sehat. Tiba-tiba anak gadisnya menghampiri.
"Papi, aku ingin mengobrol dengan tuan Joe. Bisa kah aku pinjam dia?" kata Siska dengan manja. Menggenggam lengan Sandi kuat.
"Jangan macam-macam padanya." bisik Sandi pada Siska. "Maafkan anak saya ya tuan." Perangai Jonathan itu susah ditebak. Jangan sampai dia tidak nyaman di pesta ini, batin Sandi.
"Tidak apa-apa tuan Sandi."
"Tuh tuan Joe saja tidak apa-apa Papi, boleh ya?"
__ADS_1
"Sekali lagi maafkan anak saya ya tuan."
"No problem Mr Sandi."
Sandi menunduk hormat, meninggalkan Joe dan Siska untuk berbincang. Anaknya itu memang sulit diredamkan keinginannya.
"Tuan Joe, apa anda sudah menikah? Tuan sangat tampan malam ini. Oh ya dimana Shinta? Tadi saya melihatnya bersama tuan?" Siska memberondong Joe. Membuat Joe kesal. Kenapa anak walikota ini sungguh menjengkelkan. Apalagi ia memanggil Shinta dengan nama, padahal jelas Joe tau kalau Siska ini lebih muda dari Shinta.
"Kita di Indonesia, bukan di Amerika nona. Apa Shinta itu adikmu? Apa kau tidak bisa lebih sopan padanya?" tanya Joe sedikit ketus. Tidak suka dengan nada bicara Siska.
Glek. "Eh? Maaf tuan. Memangnya mbak Shinta kemana tuan?" tanya Siska lagi, tak gentar.
"Apa maumu?" tanya Joe lagi.
"Eh? Tidak maksud apa-apa kok." Siska sedikit mundur.
Honeyku? Dia menyebut Shinta 'honeyku'? Seriusly? Siska menganga tak mengerti dengan ucapan Joe. Ia pun bermaksud mencari tau di ***tube channel milik GYM-nya Joe. Ia melihat video peresmian waktu itu dan Joe menyebut istri yang mendukung. Tapi Joe tak menyebut nama istrinya. Apa mungkin Shinta? No! Mereka kan saudara sepupu kan? Apa gosip disekolah itu tidak benar kalau mereka bukan saudara. Tapi Shinta itu simpanan? Wah, gila! Tapi emang beda sih. Joe kan bule ya, sedang Shinta indo tulen. Pasti ada sesuatu nih! batin Siska penuh curiga.
***
Haduh... Aku minder banget deh! Semua pasangan disini serasi sama pasangannya dan saling mengimbangi gaya bicaranya juga anggun. Sedangkan aku? Aku malah pergi ke toilet untuk kabur. Aku sungguh tidak suka acara begini. Banyak orang hanya menjilat saja. Membual didepan Joe. Setenar itu ya Mas Jonathan itu sampai orang-orang itu berebut untuk menyapanya.
Shinta duduk diatas toilet. Tidak melakukan apa-apa sebenarnya. Ia sedang kabur dari kerumunan orang yang ingin mendekati Joe berakrab ria dengan Joe.
Lama Shinta disana, tiba-tiba ia mendengar beberapa orang masuk ke dalam toilet itu. Suara tawa perempuan yang sedang bercakap-cakap.
"Lo lihat gak tadi tuan Joe?" suara satu.
__ADS_1
"Lihat dong. Tuhan, dia keren banget!" suara dua penuh semangat.
"Outfitnya itu lho, meski sudah biasa lihat cowok pakai jas, tapi lihat tuan Joe malam ini, so crazy girls. Cool abis." suara tiga nampak elegan.
"Ya ya bener. Bule tamvan girls. Ish gemes." suara satu.
"Tapi sayang udah nikah ya." suara tiga menimpali.
"Eh, kalian tau gak siapa istrinya?" suara dua.
"Nggak tau. Dia nggak punya EG ya? Ish, nggak bisa lihat kesehariannya. Padahal kalau dia mau bisa jadi selebgram oke banget nggak sih." suara satu.
"Aku fans dia yang pertama." Mereka saling tertawa bersama.
Shinta hanya menunduk, kelu. Sebegitu tampannya suaminya jadi rebutan para kaum hawa.
Shinta keluar dari toilet, setelah menunggu para wanita itu keluar dulu. Males banget kalau sampai bertemu dengan perempuan-perempuan seperti itu. Tidak nyaman.
Mas Jonathan ku populer. Eh? aku sebut dia apa? Aku pasti sudah gila!
***
Terimakasih sudah membaca
jangan lupa like komen tip dan vote ya
nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya
__ADS_1
peluk cium DevaNurAna