Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Menyerah


__ADS_3

Selamat Membaca ^_^


***


Shinta sudah lelap terbawa oleh mimpi dikamarnya sendiri. Setelah melihat pemandangan kota di kamar hotel itu, Shinta mendapat satu hal baru tentang Joe. Bahwa Joe tak seburuk kelihatannya. Cuma yang tak bisa ia terima adalah setiap kali berbicara dengan Joe selalu menaikkan satu oktaf suaranya. Menyebalkan seperti biasa!


Malam tadi juga mereka pulang dengan jet pribadi. Andi sudah membereskan barang - barang Shinta yang tertinggal di kamar hotel bersama temannya. Andi juga menjelaskan pada teman - teman Shinta tentang kemana Shinta pergi.


Shinta berpesan agar tidak menyebutkan bahwa dia sudah menikah. Meski ada perdebatan panjang dengan Joe, akhirnya Joe mengalah.


Shinta tetap keukeuh mempertahankan statusnya. Jangan sampai teman - temannya tau. Bisa - bisa seantero sekolah memandangnya buruk. Karna telah bersuami diumur masih semuda itu.


Joe saja tak memandangnya seperti istri. Bahkan hubungan mereka terlihat sangat buruk. Setiap hari saja selalu ada pertengkaran.


Pada akhirnya harus Shinta mengalah atau pergi menghindari Joe. Entah sampai kapan Shinta akan hidup bersama Joe seperti ini.


Joe dan Andi sedang berkutat dengan pekerjaan mereka masing - masing diruang kerja dirumah ini. Tak lama kemudian Andi mendapat pesan di ponselnya. Andi membaca pesan itu. Lalu membuka laptopnya.


"Ada apa?" tanya Joe melihat wajah Andi berubah geram. Seakan ingin memakan laptop itu.


Andi memberikan laptop pada Joe. Joe bersiap melihat apa yang ada dilayar datar itu. Mimik muka Joe ikut berubah seketika menahan amarahnya.

__ADS_1


Orang kepercayaan Andi sedang melaporkan tentang kekasih Joe di Amerika. Carol benar - benar sudah menipunya lagi. Atau mungkin memang dari awal Carol tak benar - benar mencintainya seperti kata Andi. Ini sudah ke berapa kali Joe melihat laporan dari orang - orang kepercayaan Andi. Apa kali ini ia akan percaya pada Andi atau pada kekasihnya itu lagi?


"Kenapa kau tak berhenti menguntitnya? Aku kan sudah menyuruhmu berhenti!" teriak Joe keras. Marah sekali.


"Karna Anda tak berhenti peduli dengan wanita itu." kata Andi datar.


"Ini urusanku! Ini cintaku!" teriak Joe.


"Cih! Dia bahkan tak cinta dengan Anda. Kenapa Anda mencintainya?" Andi mencibir.


"Aku akan mempertahankan cintaku padanya!" teriak Joe. Rahangnya mengetat. Tangannya mengepal kuat ingin memukul Andi.


"Kenapa kau ingin sekali membuatku gila Andi?" Joe mulai frustasi. Wajahnya sudah memerah. Tangannya yang mengepal menahan amarahnya meluap.


"Aku hanya ingin Anda sadar."


Joe memijat kepalanya. Pikirannya kacau. Dia takkan menang bila berdebat dengan Andi. Joe terdiam lama.


"Kenapa dia tega padaku?" tanya Joe mungkin ditujukan kepada dirinya sendiri.


Carol sudah berjanji setia menunggu. Tapi kenapa dia tega membohongi Joe seperti ini. Carol masih sering keluar masuk kelab. Bercinta dengan laki - laki manapun di kelab itu. Sungguh membuat Joe tak bisa mempercayai semuanya.

__ADS_1


"Karna Anda terlalu bodoh!" Andi selalu terus terang. Tak pernah gentar dengan perlawanan Joe.


"Sialan! Berhenti mengataiku bodoh!" Joe melotot.


"Itu kenyataannya." Andi berdecak kesal.


"Andi Sialan! Cari mati kau ya!"


Joe mengobrak abrik berkas dimeja itu. Berserakan dilantai. Joe meremas satu kertas. Membuangnya dan menginjaknya.


Kau terus menipuku seperti ini padahal aku sudah percaya padamu? Lihat apa yang bisa aku lakukan untukmu. Joe


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2