
Selamat membaca^_^
***
Joe tak menyangka Shinta bisa semarah itu padanya. Apa benar aku menyuruhnya begitu? Aku saja lupa. Joe
Mereka hening. Belum memejamkan mata. Tapi hanyut dalam pikiran masing - masing. Shinta sungguh bingung dengan kelakuan Joe sekarang. Ia takut salah mengartikan. Shinta juga tak bisa melupakan Rendra begitu saja.
Joe kembali pada kenyataan. Ia kesal. Beraninya Shinta membelakangi tubuhnya. Apalagi Shinta dengan jelas ingin lepas darinya.
Joe melihat tubuh Shinta yang tak terlihat di balik selimut. Shinta menutup seluruh tubuhnya. Hanya rambut panjangnya yang terbuai berantakan yang bisa Joe lihat. Huh!
"Dengarkan aku bocah! Aku tau kau belum tidur. Kalau kau tak jujur padanya, dia akan sangat membencimu," kata Joe memberi nasehat.
"Aku nggak sanggup mas jujur sama dia sekarang," kata Shinta masih dalam posisinya. Gumam - gumam dibalik selimut.
"Terus kapan? Kalau dia dengar dari orang lain, hatinya malah semakin sakit. Kau harus jujur." Joe menengadah melihat langit - langit. Ingat tentang hubungannya dengan Carol yang kandas karna penghianatan. Dan saat ini ia sangat membenci wanita itu. Wanita yang paling ia cintai. Dulu.
"Kau sendiri bilang aku boleh bersamanya. Kenapa sekarang protes begitu?"
"Tapi kan tidak menyuruhmu menyembunyikan hubungan kita. Aku hanya sedih kalau Si Rendra itu akan tau dari orang lain. Entah akan semarah apa dia padamu nanti." jelas Joe.
"Dia sedang diibukota mas. Kuliah. Aku nggak mau jadi beban pikiran untuknya." Akhirnya Shinta membuka selimutnya. Merasa Joe sudah bicara baik - baik. Shinta Ikut melihat langit - langit kamar.
"Dengar, sebuah hubungan harus dilandasi dengan kejujuran dan kepercayaan. Kalau kau sudah tak jujur padanya, rusaklah kepercayaannya padamu. Mau sampai kapanpun dia tidak akan percaya padamu lagi." kata Joe lembut. Itu sungguhan. Bukan bualan yang keluar dari mulut Joe.
"Mas Jonathan bijak sekali. Baru baca buku apa?" Shinta mencibir. Tumben kata - katanya benar.
"Ah sial! Kau mengataiku ya? Mau aku makan sekarang?" Joe kembali kesal. Suaranya ketus lagi.
"Tidak! Aku tidak mau!" Shinta setengah berteriak. Menutup wajahnya dengan selimut.
__ADS_1
"Kalau kekasihmu tak mau lagi bersamamu, tetaplah bersamaku! Ingat itu!" Ini perintah bocah!
"Bicara apa sih? Ngelantur ya. Aku tidak mau!" Shinta melengos.
"Anak ini! Minta dimakan ya?" Joe kesal bukan main. Joe menyibak selimut yang menutup tubuh Shinta. Jatuh begitu saja di lantai. Shinta terkejut.
Arghhhh! Tidak! Shinta mendorong tubuh Joe yang sudah berada diatasnya. Joe menopang tubuhnya dengan tangan dan lututnya. Shinta menutup matanya rapat. Tangannya menahan tubuh Joe yang akan mendekapnya. Sekian detik Joe hanya diam. Memandang wajah Shinta yang terpejam. Ketakutan. Lucu sekali. Hihi
"Dasar bocah!" Joe mengacak - acak rambut Shinta. Kemudian ia turun dari tubuh Shinta. Keluar dari kamar. Joe tersenyum tipis.
Syukurlah! Shinta lega. Menghembuskan nafas pelan.
Wajah Joe nampak tersenyum kala melihat tingkah Shinta yang nampak ketakutan.
***
Joe masuk ke ruang kerja. Hanya tempat ini yang difikirkan Joe untuk menghindari Shinta. Menyebalkan! Apa aku menyuruhnya untuk menganggapku kakak? Ah sial! Apa sih yang aku pikirkan dulu?
Joe melihat Andrew dan Andi sedang disana. Wajah mereka tampak serius. Joe memicingkan mata. Sedang apa mereka?
"Tidak. Ada apa kau kemari?" tanya Andrew dengan datar.
"Kenapa? Aku biasa tidur disini." Joe ketus.
"Pasti menghindari Nona Muda." kata Andi.
"Diam kau Andi!" teriak Joe.
"Kau itu! Rubahlah sikap kekanakanmu itu Joe!" Andrew keras. Sungguh anak ini membuatnya pusing.
"Apaan sih Daddy? Aku sudah dewasa. Tanyakan saja pada Andi?"
__ADS_1
"Saya tidak percaya." Andrew melengos.
"Saya juga tidak percaya Tuan Besar." Andi datar
"Ah dasar! Kompak sekali sih!" Joe mendengus. Andi selalu memihak Daddy nya. "Daddy, sampai kapan aku disini? Aku ingin kembali ke Amerika. Teman - temanku sudah merindukan aku." Joe memelas. Akting.
"Kau bahkan belum memulai." Andrew.
"Andi kan sudah atur semuanya." Joe kesal. Sekretarismu tidak melapor apa? Orang tua ini tak mungkin tak tau.
"Jika urusanmu sudah selesai disini. Kau bisa kembali. Kalau kau betah disini tinggallah. Perbaiki hubunganmu dengan Shinta."
Glek. Hubunganku tak pernah baik ya dengan Shinta? Daddy is true.
"Dia pasti betah disini, Tuan Besar." Andi bicara.
"Tentu saja. Shinta menarik kan Joe?" Andrew menggoda Joe.
"What the hell Daddy? Jangan percaya dengan Andi!" Joe gusar. Andi sialan! Pasti melapor yang aneh - aneh.
"Haha... wajahmu itu tidak bisa berbohong Tuan Muda." Andi tergelak. Andrew juga.
"Ah sialan kau Andi." Joe berdecih. Kemudian mengalihkan pembicaraan. "Daddy kapan kembali? Mau Joe antar tidak?"
"Tidak perlu. Lanjutkan rencanamu." Andrew menepuk pundak Joe. Menguatkan anak laki - lakinya ini. Jika Joe berhasil dengan misinya, Andrew akan menganggap Joe sudah dewasa dan dapat diandalkan dikemudian hari. Andrew sangat mengharap anaknya ini mampu memegang perusahaan kelak.
***
terima kasih sudah membaca ^_^
jangan lupa like komen tip dan vote ya...
__ADS_1
Gimana Joe mendapatkan hati Shinta? Bagaimana Shinta menghadapi Rendra? tunggu kelanjutan kisahnya..
peluk cium DevaNurAna^_^