Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Pulang


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Didalam mobil. Joe memeluk tubuh Shinta. Menenggelamkan wajahnya dibahu Shinta. Menciumi harum tubuh itu. Joe sudah merasa memiliki tubuh itu seutuhnya. Namun sang pemilik tubuh merasa sangat risih dengan kelakuan Joe.


Dia pikir berat badannya seperti kapas apa. Kepalanya saja berat sekali. Dia itu suka sekali Menempel kayak cicak begini. Ini berat tau!


"Mas, lepasin aku." kata Shinta sedikit berteriak. Ia goyangkan bahunya agar kepala itu lepas dari bahunya.


"Hemmm." Joe tak mengindahkan teriakan Shinta. Masih memeluk Shinta erat.


"Mas denger nggak sih?" Shinta kesal.


"Kenapa kau kabur dari rumahmu sendiri?"


"Masih ingin tau kenapa?" Shinta ketus.


"Ya aku yang salah. Aku minta maaf Honey."


Huh! Shinta mendengus kesal. Sebenarnya bukan salah Joe juga sih. Tapi melihat kelakuan dia didepan Paman tadi seperti itu Shinta jadi jengkel padanya.


"Honey, mulai sekarang kita perbaiki rumah tangga kita yuk."


"Mau main rumah - rumahan? Selama ini tidak cukup?" Shinta melengos. Ia sungguh kesal dengan kata - kata Joe yang seenak jidatnya keluar dari mulut. Seperti mau mengajak makan saja. Dikatakan dengan sesantai itu.


"Aku mau jadi suami yang benar." kata Joe masih dalam posisinya. Jelas terdengar di telinga Shinta. Membuat Shinta merinding.

__ADS_1


Deg. Apa sih? Sadar nggak sih ngomong apa? Bagaimana kekasihnya? Jangan maruk tuan Jonathan! Aku tidak mau dimadu. Kau ingin tubuhku setelah itu kau tinggalkan aku dengan kekasihmu di sana? Dasar! Shinta memberontak. Ia kibaskan kasar tangan Joe dari tubuhnya. Ia menggeser tubuhnya agar Joe tak meraihnya lagi.


"Aku serius Honey. Aku sungguh ingin menjadi suamimu yang baik. Punya anak banyak. Seperti pasangan yang lain." Joe berapi. Ucapannya menggetarkan hati Shinta. Tapi Shinta hanya menatap tanpa ekspesi.


Joe menangkup bahu Shinta. Kini mereka bertatapan. Jaraknya sungguh dekat. Joe ingin Shinta melihat keseriusannya. Deg. Sampai detak jantungnya terdengar.


"Entahlah Mas. Aku bingung." lirih Shinta. Menundukkan kepala. Tak mau terpengaruh dengan ucapan Joe barusan. Dia bercanda atau bukan sih?


"Bingung kenapa?" tanya Joe tak sabar.


"Kau punya kekasih. Sedangkan aku punya cita - cita dan rencana hidupku sendiri. Melanjutkan hubungan ini pun aku rasa berat." jelas Shinta.


"Aku sudah tidak punya hubungan dengan Carol. Bahkan sudah dua tahun yang lalu putus hubungan." Joe meyakinkan.


"Benarkah? Serius semudah itu kau melupakannya?" Shinta tak percaya. Perasaan kenapa mudah berubah.


"Tanya saja sama Andi. Dia lebih tau semuanya." Dia itu penguntit gila!


"Kamu nggak pernah tanya sih jadi aku nggak pernah cerita."


Memangnya penting apa pacarmu itu untukku?


"Mas nggak bohongkan?"


"Untuk apa aku bohong? Aku suka padamu."


Deg

__ADS_1


"Terserahlah apa maumu Mas." Shinta menyandarkan tubuhnya. Merasa Joe tidak serius dengan kata - katanya.


"Kok begitu jawabnya? Kamu nggak percaya padaku?"


"Memang nggak percaya. Bagaimana soal perusahaan Paman? Mas benar - benar mempermalukan Paman didepan karyawannya?"


"Tidak Honey. Aku hanya mengganti posisinya saja."


"Mas, aku tuh nggak ngerti ya. Kamu itu sebenernya punya maksud apa sih? Tau - tau bilang perusahaan Paman milik Papa."


"Sebenarnya, Daddy mengutusku untuk menjagamu dan mengembalikan hakmu sebagai pemilik perusahaan itu. Paman membohongimu soal perusahaan yang sudah kolep. Padahal perusahaan itu masih berjalan."


"Kau serius Mas? Kenapa?" Shinta terperanjak. Menutup mulutnya. Tak percaya semua yang dikatakan Joe padanya.


"Karna dia mau menguasai perusahaan itu untuk dirinya sendiri."


"Ah, aku nggak percaya." Air mata sudah mulai memenuhi pelupuk mata Shinta. Perlahan keluar. Diikuti tubuhnya yang bergetar. Tubuhnya ambruk didada Joe.


"Percaya padaku Honey. Aku tidak bohong." Joe memeluk erat. Membelai rambut panjang Shinta yang lurus. Mencium puncaknya.


Aku mencintaimu Honey. Percayalah keseriusanku padamu. Cup!


***


Terimakasih sudah membaca^_^


jangan lupa like komen tip dan vote ya

__ADS_1


nantikan terus kisah joe dan shinta selanjutnya


peluk cium devanurana^_^


__ADS_2