Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Bertemu Carol


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Di kamar apartemen itu tampak seorang wanita bernama Caroline Carlos yang cantik jelita. Rambutnya berwarna keemasan jatuh lurus tergerai manja. Tubuhnya yang bak gitar spayol membuatnya semakin menarik di mata para hidung belang. Bulu mata lentik, mata sipit dan yang tipis namun tegas itu memancarkan aura tersendiri baginya. Ia memang cantik.


Hari ini ia sudah pulang dari pekerjaannya memuaskan pelanggan beberapa jam yang lalu. Ia sudah membersihkan diri. Mematut diri dicermin. Ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Uang. Apalagi?


Carol menatap ponsel. Ada banyak pesan masuk. Semua dari Joe, kekasihnya.


I miss you. Joe


Carol hanya tersenyum kecut. Entah bahagia mendapat pesan kerinduan dari kekasihnya atau karna ia sudah tak mau berhubungan lagi dengan laki - laki bernama Joe itu. Andrew, Daddynya Joe sangat menentang hubungan ini.


Pintu kamar diketuk dari luar. Carol membuka pintu lebar. Carol terbelalak. Tapi wajah Joe tampak tak peduli dengan keterkejutan Carol. Joe sungguh marah. Joe masuk kedalam dan menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Kau datang?" tanya Carol. Bibirnya mencebik kesal. Sambil ikut duduk disamping Joe. Ia menyilangkan tangannya di depan.


"Kenapa kau lakukan ini padaku Carol?" tanya Joe penuh amarah. Dia bahkan tak menjawab pertanyaan Carol.


"Aku lelah. Pergilah bila kau ingin pergi. Aku bukan kekasihmu lagi." Carol ketus.


Joe terkejut. Carol berkata seperti itu padanya. Padahal ia ingin jawaban yang sebenarnya. Bukan malah diusir seperti ini.


"Kenapa?" tanya Joe frustasi.


"Kenapa?! Orang tuamu terus mengganggu hidupku." jelas Carol. Gusar hatinya mengingat semua yang dilakukan orangtua Joe untuk memisahkan keduanya.

__ADS_1


"Benar begitu? Kau lelah denganku? Lihat ini! Apa maksudnya ini?" Joe sedikit menekankan suaranya. Kesal.


"Ya. Aku ingin kita berpisah saja." jawab Carol sambil menundukkan kepala.


Joe diam. Hatinya sakit. Joe menangkup pipi Carol. Menatap lekat netra Carol yang sudah berkaca - kaca.


"Aku mencintaimu Carol. Aku tak bisa hidup tanpamu," kata Joe jujur.


"Omong kosong! Kau bahkan bisa menikah." Carol melepas tangan Joe kasar.


"Carol, I'm so sorry. Sungguh! Aku tidak menginginkan pernikahan ini. Aku hanya mencintaimu." Joe meraih tubuh Carol dan memeluknya erat.


"Kau bohong!" Carol berusaha melepaskan diri. Ia tak mau disentuh Joe lagi. Membuat Joe emosi.


"Padahal aku ingin memperjuangkan cinta kita. Tapi kau ingin melepaskan ku begitu saja?!" teriak Joe.


Joe berdiri dihadapan Carol. Mendorong tubuh Carol dengan kasar. Memojokkan Carol disudut sofa.


" Ini balasan dariku karna kau berfikir untuk melepaskan aku."


"Tapi orang tuamu tak merestui kita Joe."


"Memangnya kenapa kalau mereka tidak merestui kita? Aku akan tetap mempertahankan kamu meski mereka menentang kita."


"Joe, sadarlah! Itu tidak mungkin!"


"Apa yang tidak mungkin?"

__ADS_1


"Terus kenapa kau mau menikahi perempuan itu?"


"Karna aku kasian dengannya. Dia itu sebatang kara dan masih 16tahun."


"Kamu serius?"


"Apa aku terlihat berbohong?" Joe gusar.


"Apa kau pernah menyentuhnya?"


"Tentu saja tidak. Aku mencintaimu Carol. Hanya kau."


"Benarkah begitu Joe? Aku akan sangat bersyukur."


Joe meraih tubuh Carol. Memeluk erat wanita itu. Kemudian merapikan rambut Carol kebelakang telinganya.


"Maaf ya, aku kasar tadi." bisik Joe lalu kecupan dipuncak kepala Carol mendarat dengan sempurna.


Carol mengangguk pelan.


"Aku mencintaimu," bisik Joe. Seperti tak ingin kehilangan perempuan yang paling ia sayangi. Cinta Joe sungguh tulus pada Carol.


***


terima kasih sudah membaca ^_^


jangan lupa like komen tip dan vote

__ADS_1


nantikan terus kelanjutan kisah Joe dan Shinta selanjutnya


peluk cium DecaNurAna^_^


__ADS_2