
Selamat membaca^_^
***
Andi masuk keruang kerja Joe. Membawakan makan siang untuk nona dan tuannya.
Joe duduk disofa disampingnya tentu saja ada Shinta. Andi menaruh makanan dan minuman dimeja didepan Joe. Andi melirik nona mudanya dengan ekor matanya.
"Silahkan menikmati makanannya Tuan dan Nona." kata Andi. Pandangannya tak lepas dari nona mudanya.
Shinta mengambil jus buah yang dibawa Andi. Meneguknya perlahan. Tenggorokannya terasa kering karna terus tersenyum.
"Apa yang kau lihat?" tanya Joe ketus seperti biasa.
"Tidak tuan. Hanya memastikan saja." kata Andi.
"Aku tidak akan memakan dirinya. S*alan!" kata Joe ketus dan sedikit berteriak. Suara Joe yang ramah dan lembut sudah lenyap. Joe sudah kembali pada sikapnya yang semula.
Shinta tersedak. Jusnya tumpah mengenai gaun biru laut yang cantik itu. Menjadi basah, kotor dan lengket.
Joe sigap mengambil gelas jus buah yang digenggam Shinta. Menaruhnya dimeja. Joe mengelap sisa jus itu di bibir Shinta dengan tisu.
Glek.
Joe melihat bibir Shinta berwarna pink cerah. Terlihat ranum dan menggoda mengundang ***** Joe untuk ******* bibir itu. Tapi Joe hanya bisa menelan savilanya.
__ADS_1
"Hah kau itu ceroboh sekali!" Joe menggerutu. Dia mengelap jus buah yang tumpah di gaun itu. Tapi noda yang diciptakan masih tersisa. Joe tak hentinya menggerutu.
"Mas Jonathan mengagetkan aku." kata Shinta sambil menunduk membersihkan sisa noda digaunnya.
Shinta sedih gaunnya jadi kotor. Padahal Shinta sudah suka sekali memakai gaun ini.
Joe menyuruh Andi mengambilkan baju ganti. Andi kembali dengan kaos polos putih dan celana training. Tak ada setelan lain diruang kerja Joe selain itu.
Shinta masuk ke kamar mandi. Mengganti pakaiannya. Shinta keluar dengan wajah yang ditekuk.
Joe melihat jelas. Kaos polos berwarna putih itu tampak tipis sekali. Jelas sekali ******* yang dipakai Shinta.
Glek. Astaga. Pikiran setan enyahlah! Joe bergumam - gumam.
Shinta duduk disofa. Perutnya sudah keroncongan dari tadi. Tapi bahkan mengangkat wajahnya saja ia tak berani. Ia sungguh merasa bersalah tentang gaun itu yang menjadi kotor dan mengacaukan acara Joe.
Padahal Joe belum memperkenalkan Shinta pada tamu undangan yang lain. Tak mungkinkan dengan setelan training itu. Sungguh memalukan.
"Makanlah!" kata Joe.
"Maafkan aku mas," kata Shinta. Tangannya menggenggam celana training kuat. Getar tubuh Shinta, takut Joe akan memarahinya.
"Untuk apa?"
"Untuk gaunnya yang kotor dan aku nggak bisa menemani Mas Jonathan sampai akhir acara," Shinta menunduk. Menggenggam lebih kuat. Ia sungguh takut Joe akan sangat marah. Bicaranya saja sudah terdengar kesal bukan main.
__ADS_1
"Sudahlah! Ayo makan. Aku lapar." Joe masih terdengar kesal menurut Shinta. Shinta tak berani bergerak.
Joe melihat Shinta yang masih mematung. Kemudian Joe mendekati Shinta. Shinta pun terkejut. Beringsut menjauh dari tubuh Joe.
"Mau aku suapi?" tanya Joe. Shinta hanya menggelengkan kepala kuat.
"Kalau begitu makan sendiri. Jangan menyusahkan aku untuk menyuapimu!"
Selalu saja suaranya keras begitu. Aku takut. Shinta
"Tenanglah. Aku tidak akan memakanmu." kata Joe sedikit melemah suaranya.
Shinta mulai bergerak. Mengambil minuman untuk menenangkan diri. Kemudian Shinta memasukkan makanan itu ke mulutnya perlahan. Sungguh ia sulit untuk makan kalau dari tadi Joe memperhatikan dia terus disampingnya.
Kenapa dia melihatku terus sih? Bikin aku tidak nyaman saja. Shinta.
***
Terima kasih sudah membaca ya ^_^
Aku tunggu like komen tip dan vote ya
Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya
Peluk cium DevaNurAna^_^
__ADS_1