Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Kejutan Pagi


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Krruuuukkkk


Bunyi itu terdengar keras. Keluar dari perut mungil Shinta. Semalam Shinta melewatkan makan malam. Jadi pagi buta begini, perutnya sudah keroncongan. Setelah kelelahan menangis dan Joe merengkuh tubuhnya kuat, Shinta akhirnya tertidur pulas.


Tangan Shinta mengelus perutnya yang bergejolak. Meraih lampu kamar untuk ia nyalakan. Pagi masih jauh akan menyapa. Suasana kamar masih gelap gulita. Tapi Shinta sudah tak dapat menahan rasa laparnya.


"Aaaa....!!!" teriak Shinta keras. Kemudian ia menutup mulutnya sendiri. Merasa akan menganggu makhluk tampan disampingnya.


Astaga! Shinta terkejut melihat tubuh Joe tertidur pulas sekali.


Shinta meraba tubuhnya. Bajunya masih utuh dan masih dengan baju semalam. Shinta menghembuskan nafas lega.


Jangan mesum Shinta! Aku berharap apa sih? Batinnya. Shinta menggeleng kuat.


Shinta mengingat kata - kata Rendra bahwa lelaki ini adalah pemilik jiwa dan raganya. Walaupun tak ada cinta, dialah yang berhak menerima cinta dan kasihnya. Tentu saja, Joe berhak melalukan apapun dengannya.


Shinta menyibak selimut. Shinta melihat dada bidang Joe yang tak berbalut apapun.


Ya ampun! Dia itu seenaknya sekali. Sudah tau tidur denganku tapi malah pakai kolor saja. Kalau dia kelepasan gimana? Shinta meringis ngeri membayangkan itu.


Joe tidur bagai bayi. Shinta tersenyum simpul melihat deru nafas teratur Joe.


Kalau dia tertidur begini dia itu gemesin ya. Pengen aku cubit pipinya.

__ADS_1


Shinta terkekeh sendiri. Krruuukkk! Perutnya berbunyi lagi. Keadaan masih gelap begini tapi dia harus turun untuk mencari pengganjal perut.


Dengan ragu, Shinta menyentuh tubuh Joe. Ingin membangunkan Joe. Tapi Joe sama sekali tak bergerak.


"Mas Jonathan. Bangun!" panggil Shinta sambil mengoyangkan tubuh Joe.


"Hmm... bentar lagi Mommy. Joe masih mengantuk." Joe merancau. Kemudian terlelap lagi. Meraih guling dan memeluknya erat.


"Apaan Mas Jonathan ini? Kebiasaan buruk kenapa dipelihara sih." Shinta mendengus kesal. Kemudian ia meraih ponselnya. Merekam tingkah lucu Joe yang sedang mengigau.


Shinta ketularan usil dari mana coba? Punya inisiatif merekam segala. Pasti ini akan menjadi senjata untuk menertawakan Joe nanti. Shinta terkekeh pelan.


"Mas Jonathan, bangun!" Shinta kembali membangunkan Joe. Menyentuh rambutnya. Halus. Mendekatkan indera penciumannya ke rambut lebat Joe. Wangi.


"Hmm... Iya Mommy." Joe mengerjapkan matanya perlahan. Joe terperanjak saat pertama kali ia lihat adalah wajah Shinta yang tersenyum manis.


Shinta memundurkan tubuhnya. Menatap Joe yang mulai kembali di alam nyata.


"Morning Honey." sapa Joe dengan senyum termanis. Meraih belakang kepala Shinta dan mengecup kening Shinta. Tangan satunya meraih ponsel Shinta.


Tentu saja Shinta terkejut. Ponsel yang digenggamnya sudah berpindah tangan. Shinta ketahuan.


"Kembalikan ponselku Mas!" Shinta meraih ponselnya. Alih - alih diberikan malah Joe mengangkat tangannya tinggi - tinggi agar Shinta tak dapat meraih ponselnya.


"Mas, kembalikan ponselku." rengek Shinta.


"Ok. But Kiss me first please." Joe menunjuk bibirnya. Ingin mendapatkan kecupan bibir Shinta.

__ADS_1


"Nggak mau! Mandi dulu sana." Shinta mencebikkan bibirnya. Melengos tak ingin menatap wajah Joe.


"Memangnya kalau mandi diberi kiss?"


"Tidak juga sih." Shinta terkekeh.


"Bisa tertawa ya kamu sekarang? Lihat wajahmu kucel begitu. Mandi bersama yuk!" Joe mengedipkan mata menggoda Shinta.


"Nggak mau!" Shinta kesal. Krruuukkk.


Joe terkejut. Mengerlingkan matanya. Mencari arah suara. Wajah Shinta sudah merah. Ia menoleh kesamping agar Joe tak melihat wajahnya.


"Mas, aku lapar. Temani aku turun ya?" pinta Shinta malu - malu.


Joe tertawa lepas. Melihat kelakuan lucu Shinta. Astaga!


Joe membelai rambut Shinta lembut. Tersenyum penuh arti.


Aku ingin setiap hari melihatmu tersenyum seperti ini Honey. Joe


***


terima kasih sudah membaca


jangan lupa like komen tip dan vote ya


nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya

__ADS_1


peluk cium DevaNurAna


__ADS_2