Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Berkunjung


__ADS_3

Perjalanan menuju kantor Joe cukup memakan waktu lama. Hampir satu jam karena Shinta harus terjebak macet. Gila ya! Klakson mobil beberapa kali terdengar memekakkan gendang telinga Shinta. Banyak supir-supir sedang ricuh, kesal dengan keadaan macet seperti ini.


Huh... Shinta menghela nafas panjang. Mengelus dadanya. Pak ojol didepannya terus saja mengatakan untuk sabar menunggu. Kenapa kalian pada ribut sih? Siapa juga yang mau macet. Tapi perbaikan jalan juga diperlukan untuk melancarkan jalan anda dan tidak membahayakan diri anda sendiri. Tapi kalau jalanan padat dan macet begini kalian sibuk memaki. Dasar! gusar Shinta membatin.


Akhirnya motor ojol itu bergerak. Menembus kerumunan mobil yang berjejal belum bisa keluar dari kemacetan. Motor itu menyalip dengan sigap meneruskan tujuan mereka. Didepan gedung SJ Group, motor itu berhenti. Shinta melepaskan helm. Memberikan selembar uang untuk pak ojol.


"Kembaliannya mbak."


"Buat masnya saja." kata Shinta sambil tersenyum, berlalu dari hadapan pak ojol.


Shinta berjalan menuju lift khusus. Menekan tombol ke ruang eksekutif. Ia memang belum membuat janji dengan Joe. Tapi biasanya tidak masalah karna ia istri Joe meski orang kantor tidak begitu tau. Yang jelas, Shinta sering ke kantor Joe tanpa ada yang menanyakan apapun terhadapnya. Hanya Nana yang tau siapa dirinya.


Shinta sampai di depan meja sekretaris Nana. Menyapa dengan ramah. Kemudian menanyakan soal keberadaan Joe.


"Mohon tunggu sebentar nona. Tuan Joe sedang bertemu dengan client penting di dalam." kata Nana dengan sopan.


"Baiklah. Terima kasih." Shinta duduk diruang tunggu. Menunggu giliran bertemu dengan Joe. Ia tidak mau menganggu pekerjaan suaminya dan berlaku seenaknya di kantor. Itu akan sangat memalukan meski Shinta tau ini kantor miliknya yang di pegang oleh Joe.


"Nona, silahkan masuk." kata Daren sopan. Ia menjemput nona mudanya setelah Nana mengkonfirmasikan kedatangan Shinta.


"Makasih pak Daren." Shinta mengikuti langkah Daren. Saat Shinta sampai di depan ruangan Joe, seseorang wanita cantik nan seksi keluar dari sana. Shinta tidak suka dengan gaya berbusana wanita didepannya ini. Sangat terbuka dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Itu baju kurang bahan atau bagaimana sih? Rok udah ketat gitu masih dipotong pendek diatas lutut. Warna merah menyala lagi, ia terlihat menggoda sekali. Kalau aku disuruh pakai baju begitu aku tidak akan mau. Menurut ku itu sangat tidak nyaman sekali. Shinta membatin. Ia memiringkan kepalanya. Mengingat wajah wanita cantik didepannya ini. Seperti pernah melihat, tapi dimana.


Wanita itu menatap Shinta dari atas sampai bawah. Seperti berkata gadis kecil ini mau ngapain masuk ke ruang direktur utama? Nggak mungkin juga kan kekasihnya tuan Jonathan, lihat dandanannya yang 'B' aja. Tuan Jonathan itu cocoknya sama yang berkelas sepertiku. Apa dia adiknya? Mungkinkah? Tapi kok jelas beda ya? Begitulah arti tatapan wanita itu, sungguh merendahkan Shinta.


Shinta tersenyum membalas tatapan tidak suka wanita itu sambil menunduk. Tanpa berkata apapun, wanita itu pergi begitu saja.

__ADS_1


Ish! Ada ya orang sesombong itu hidup? Ah Shinta, jangan memaki. Itu tidak baik untuk kesehatan hatimu, batin Shinta mengelus dada. Hari ini ia harus menjaga kesabarannya lebih ekstra lagi. Ia mendesah.


Daren memegang handle pintu ruangan Joe, bermaksud membukakan pintu untuk nonanya. Namun Shinta menghentikan langkah Daren.


"Siapa pak?" tanya Shinta masih memandang punggung wanita itu dari tempatnya berdiri.


"Dia adalah nona Yuna Nadira. Ia adalah brand ambassador dari produk kita yang baru nona."


Shinta hanya ber'oh' ria. Jadi dia brand ambassador, tapi kenapa masuk di ruang presdir sendirian? Bukannya harus dengan manager atau siapa itu yang menanungi dia. Nama Yuna Nadira memang tidak asing lagi di telinga. Ia itu adalah wanita yang terpilih di kota S ini menjadi ikon kota. Terpilih menjadi duta daerah membuatnya menjadi artis daerah yang mulai di perbincangkan. Selain kecantikannya, Yuna juga pandai berbahasa Inggris.


Shinta memalingkan wajah dari tatapan pada punggung wanita itu yang sudah hilang didalam lift. Daren bersiap membuka pintu. Shinta masuk ke ruangan Joe. Mengedarkan ke setiap sudut ruangan. Kemudian ia fokus pada seorang laki-laki tampan sedang duduk dengan angkuhnya di sofa.


"Honey," panggil Joe sambil menepuk ruang kosong di sampingnya.


"Mas, mas tidak apa-apa?" tanya Shinta. Mendekat. Ia sungguh khawatir dengan keadaan Joe yang pagi hari tadi mual-mual.


"Mas, aku sangat khawatir. Jangan bercanda ah." Shinta memukul dada bidang Joe pelan.


"Iya. Ada apa kemari? Sudah selesai kursusnya?" tanya Joe sambil melingkarkan tangannya di pinggang cantik Shinta.


"Sudah. Aku bawa kue bolu buatanku. Cobain deh mas."


"Mana." Joe memang dari dulu tidak suka kue, namun karna untuk menyenangkan istri tercinta, ia pura-pura antusias. Joe mengigit sedikit. Memang enak sih kue buatan Shinta, meski agak bantet. Tapi usahanya membuat kue itu membuat Joe bangga. Joe mengelus rambut Shinta. Tersenyum manis.


"Honeyku sudah pandai ya membuat kue." puji Joe.


Shinta hanya menunduk malu. Lupa akan kemarahannya pada wanita yang baru saja keluar dari ruang presdir ini.

__ADS_1


"Siapkan makan siang Daren."


"Baik tuan." Daren yang dari tadi berdiri disamping Joe menunduk hormat minta pamit. Ia keluar dari ruangan Joe.


"Apa masih mual?"


"Tidak. Hanya tadi pagi saja kok."


Joe menatap Shinta. Wajah Shinta yang ayu itu seperti mencari sesuatu dari matanya. Benar tidak apa-apa? Sepertinya Shinta meragukan. Apa gara-gara ketemu wanita cantik tadi jadi lupa sakitnya? Apa bisa begitu? Aduh... Aku mikir apa sih?


"Kenapa?"


"Nggak apa-apa mas." Tangan Joe berpindah di bahu Shinta. Secepat kilat wajah mereka menyatu. Menikmati satu sama lain. Joe sudah mulai menyusuri jalan setapak di tempat favoritnya. Menekan kuat. Membuat baju yang Shinta kenakan berantakan.


"Mas," keluhnya. Joe melepaskan pelukannya.


"Aku kekamar mandi dulu ya." Joe berdiri, masuk ke kamar mandi.


"Mas Joe aneh deh." gumam Shinta.


***


terima kasih sudah membaca


jangan lupa like komen tip dan vote ya


nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya

__ADS_1


peluk cium DevaNurAna


__ADS_2