
"Nyonya, sudah waktunya menjemput tuan muda Zoe." Rachel menyadarkan Shinta yang tengah duduk di halaman belakang rumah.
"Iya."
Seperti biasa Shinta siang ini akan menjemput Zoe untuk pulang sekolah.
Dalam perjalanan, Shinta menatap langit biru di kota new York begitu panas. Maklum sebentar lagi masuk musim panas di kota ini. Dan liburan musim panas yang mereka rencanakan akan terbang ke Indonesia.
"Kayaknya enak makan mangga muda sama bumbu rujak. Mbak asih kan jago bikin rujak. " Batin Shinta. Sekejap air liurnya akan menetes. Tiba-tiba ia teringat pernah dibuatkan mbak asih waktu itu. Namun sayang Joe malah menghabiskannya, sampai Shinta ngambek hanya kebagian sedikit.
Shinta terkekeh jika mengingat kehamilan yang pertama itu. Daddy Joe yang kuat jadi lemas dan mual setiap hari.
Shinta mengelus perutnya yang masih rata. Ia ingin melalui itu lagi. Ia ingin mendapat kepercayaan tuhan sekali lagi. Mengharap tuhan akan mengabulkan keinginannya untuk kembali ke Indonesia.
Tapi apa Joe mengijinkan? Susah sekali menggubah pandangan Joe kala mengingat Indonesia. Bagaimana perihnya ia cemburu pada sesuatu yang sudah Shinta lupakan. Shinta hanya ingin Joe percaya bahwa cintanya hanya untuk Joe dan anak laki-laki nya yang menggemaskan itu.
Joe selalu berkelit jika Shinta ingin membicarakan soal hidup di Indonesia. Berbagai alasan muncul dari bibir seksi Joe. Yang Shinta simpulkan hanya sebatas kecemburuan yang tak tau tepat.
Shinta pernah dapat kiriman foto dari mbak asih. Rumah peninggalan orang tua Shinta pun masih bisa mereka tempati. Mbak asih selalu menyempatkan diri membersihkan setiap Minggu. Merawat kebun belakang rumah. Bahkan mbak asih menanam tanaman hidroponik. Seperti kangkung dan bayam.
"Pasti hijau. Aku sudah tidak sabar pergi." Batin Shinta.
Seperti biasa setelah turun dari mobil, Shinta berdiri di depan sekolah Zoe dengan tatapan bahagia. Melihat anaknya yang kian tumbuh besar seiring berjalannya waktu.
Biasanya moodnya bagus. Zoe akan tertawa riang dan memanggil manggil dirinya. Kali ini bahkan bukan wajah tertunduk lesu lagi. Zoe sudah menangis tersedu-sedu menghampiri Shinta.
Kenapa lagi? Batin Shinta teriris melihat anaknya memanangis. Shinta langsung menggendong Zoe untuk masuk ke dalam mobil.
Didalam mobil, Zoe terus saja memeluk ibunya. Tangisnya tertahan, ia mencoba mengurai agar Shinta tak mengkhawatirkannya.
"Tidak apa-apa sayang. Keluarkan saja." Sedih, Shinta menghujani ciuman tulus di puncak Zoe. Zoe semakin mengeratkan pelukan. Setelah Zoe lebih tenang, Shinta akan menanyakan ada apa sebenarnya.
"Mommy, Jeni akan pergi." Gumam Zoe disela tangisnya. Zoe mendongakkan kepalanya menatap mommynya sayu. Zoe duduk dipangkuan Alisa sambil menahan tangisnya.
"Tidak apa-apa sayang. Jeni pasti punya alasan." Shinta mengusap rambut anaknya lembut.
"Tapi aku tidak mau dia pergi." Lirih Zoe kembali menangis lagi.
"Apa kau sudah bicara padanya?"
"Aku tidak berani mendekati nya. Aku takut dipukul James."
__ADS_1
"Siapa James?"
"Kakak Jeni yang kemarin memukulku."
Cicitan kecil dari Zoe membuat Shinta sadar betul anaknya. Anaknya sedih kehilangan temannya yang katanya cantiknya Seperi Barbie.
"Sudah jangan nangis lagi ya? Kan mau liburan ke Indonesia. Nanti kita jalan-jalan di pantai terus lihat binatang juga. Zoe suka kan?" Shinta mengganti topik supaya tangis Zoe reda. Ia tak ingin melihat anaknya terus merasa kehilangan.
"Apa Daddy mengijinkanmu memegang harimau?" Cicit Zoe.
"Iya, nanti mommy akan bicara pada Daddy ya sayang."
Zoe mengangguk setuju. Tangisnya sudah reda dan moodnya kembali membaik. Syukurlah batin Shinta.
Shinta mengajak Zoe ke kantor Daddy. Ia tak sabar mendapat jawaban untuk keinginannya memegang harimau jika dikebun binatang.
John sudah mengkonfirmasi kalau Joe sedang tidak sibuk. Pekerjaan sudah ia selesaikan semua, ia juga meminta Justin untuk mengosongkan jadwalnya Minggu depan. Jadi ia maraton mengerjakan pekerjaannya. Jika tidak habis juga, ia akan mengalihkan setelah bulan madu berkedok liburan keluarga.
Joe sudah tak sabar memiliki anak lagi. Ia memimpikan anak perempuan yang imut. Sebagai adik Zoe, anak perempuannya nanti ia akan berusaha mengadon lebih keras agar mirip dengan ibunya. Ya ampun Joe, pakai cetakan kali bisa dimiripin begitu.
"Sudah sampai?"
"Oh kesayangan Daddy. Kemarilah!"
Joe menggangkat tubuh Zoe dan mendudukkannya dipangkuan Joe. Mereka memang sebelas dua belas. Sangat mirip jika dekat begitu.
Shinta tersenyum melihat keakraban dua orang paling berharga dihidupnya.
"Honey, kemarilah." Panggil Joe.
"Aku capek." Lirih Shinta, duduk disofa sambil menyandarkan tubuhnya.
"Wajahmu pucat. Kamu sakit?" Joe langsung mendekati istrinya. Memegang kening dan tangan Shinta yang berkeringat.
"Rasanya kepalaku berat."
"Istirahat lah dulu." Joe nampak khawatir.
"Aku ingin makan rujak mangga muda." Lirih Shinta.
"Apa itu mangga muda dad?" Zoe memeluk Shinta, khawatir mommynya kenapa-napa.
__ADS_1
"Buah mangga yang belum matang sayang."
"Aku ingin sekali. Belikan cepat sayang." Shinta menatap Joe dengan wajah memelas. Ia sangat ingin makan sampai menelan ludah.
"Ba-baik lah. Sebentar ya, aku suruh Justin untuk mencari buah mangga itu." Joe tak bisa membendung rasa ngilunya saat Shinta mengatakan mangga muda. Ia bergetar saat Shinta beberapa kali membasahi bibirnya dan menelan ludah. Itu sangat eksotis menurut Joe. Ingin sekali langsung mencium bibir Shinta, namun didepannya ada Zoe. Shinta pasti akan memarahinya.
"Justin, Carikan aku mangga muda. Cepat!" Ucap Joe saat sambungan telepon pada Justin sudah tersambung.
"What? Mangga muda?"
"Cari sampai dapat!"
Yang diseberang telepon hanya bisa geleng-geleng kepala. Heran.
****
Mohon maaf yang sebesar besarnya karena menunda sampai 36 purnama baru kelar up lagi dan ngelanjutin kisah Joe dan Shinta yang masih di Amerika.
sungguh saat buntu saya langsung blank dan bad mood. ~> alah kebanyakan alasan, hehe
Jujur saya memang baru newbie... Saya banyak belajar dari author yang sudah banyak berkarya juga.
memang dari dulu hobi menulis. tapi saya bersemangat karena ada manggatoon yang memberi wadah saya untuk menulis lagi. Bersyukur sekali.
Saya akan lanjutkan kisah Shinta dan Jonathan ini sampai benar-benar selesai. terus dukung saya ya,
Kalau begitu lihatlah visual dibawah, suka atau nggak ya mohon maaf. boleh kok memasangkan selain yang dibawah ini.
Semoga puas. Amin.... ^_^
daddy Joe pertama kali ke indo langsung di suruh kawin sama Shinta, bentukannya kayak jeff Smith gitu deh
Dedek Zoe Smith yang udah pandai bergaya depan kamera, emesh banget! Lagi sedih karena Jeniffer mau pindah, semoga bisa ketemu lagi ya Zoe,,,
Hot mommy yang mau nambah baby, Marsha aruan cocok gak ya? Tapi Daddy Joe udah jatuh cinta habis-habisan sama mommy Shinta ^_^
__ADS_1