Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Pengganggu Part 2


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Rendra masih mengumpat. Mengacak - ngacak rambut Reyhan kasar. Memukul bahunya berulang. Reyhan yang diperlakukan seperti itu hanya geleng - geleng kepala tidak mengerti. Sambil meringis menahan sakit dibahunya. Teman gue sudah g*la ya!


Mereka sampai didepan ruang OSIS. Rapat belum dimulai karna para anggota belum lengkap. Rendra mengajak Reyhan keluar dari ruang OSIS itu.


"Kau menyebalkan Rey! Reyhan kepar*t!" umpat Rendra. Ingin memukul muka polos Reyhan yang sedang mengupil itu.


"Kenapa? Gue menyelamatkan lo dari kemarahan Rahman tau! Dasar tidak tau terima kasih!" Reyhan polos.


Memang tadi Rahman sempat marah - marah. Tapi tak sampai mengacak - acak ruangan OSIS juga. Reyhan memang melebih - lebihkan.


"Bodoh! Reyhan bodoh! Reyhan nggak waras." Rendra frustasi. Dia bahkan memukul dinding didepannya berulang.


"Heh siapa yang nggak waras? Gue temanan sama lo itu yang bikin gue nggak waras." Reyhan kesal dikatai terus dari tadi. Dia bahkan tidak tau apa masalahnya.


"Arghhhh! Bagaimana dengan Shinta ya?" Rendra mengacak - ngacak rambutnya sendiri. Gusar hatinya karna pernyataan cintanya belum terjawab.


"Cewek yang sama lo tadi bukannya dia itu anak kelas satu ya?" Reyhan tak mengerti. Otaknya bahkan tak sampai. Temannya yang frustasi itu tak menjelaskan apa - apa.


"*****! Reyhan si bodoh ini!" umpat Rendra. "Gara - gara lo! Kacau sudah hidup gue!"


"Halah lo kebanyakan drama Ren." Reyhan menoyor kepala Rendra.

__ADS_1


"Drama gimana? Ini masalah seribu rius. Dasar jomblo! Makanya nggak tau situasi!" Rendra mencibir. Memukul bahu Reyhan lagi.


"Apa? Heh bahu gue masih sakit nih! Dasar gila! Memukul orang seenaknya. Lo sendiri juga jomblo ngatain orang. Kampr*t lo Ren!" Reyhan emosi. Salah terus perasaan dari tadi. Jelasin dong biar gue paham. *****!


"Tadi itu gue lagi nembak Shinta, nah lo datang - datang nyambar aja kayak angkot!" jelas Rendra.


"Oh ya? Diterima? Gue doain ditolak!" Reyhan tertawa terbahak - bahak. Puas melihat temannya itu tambah gusar. Rendra melotot. Ingin memukul Reyhan lagi.


"Ngomongin apa sih?" tanya Kenzo menengahi mereka.


"Rendra ditolak!" teriak Reyhan.


"Sialan kampr*t!" celetuk Rendra. Mereka tertawa kecuali Rendra yang mengumpat. Merangkul bahu Reyhan dan memukul kepalanya. Reyhan hanya cekikikan melihat temannya emosi setengah mati itu. Puas.


***


Rendra tersadar. Setelah ini dia akan sibuk. Belajar untuk lulus dengan nilai terbaik dan bisa masuk universitas yang ia inginkan.


Universitas yang ia inginkan jauh di ibukota. Pasti setelah ini pun dia tidak akan bertemu lagi dengan Shinta.


Bagaimana hubungan Rendra dan Shinta selanjutnya ya?


Rendra tampak muram. Saat menyatakan cinta, dia tak berfikir akan sependek ini waktu yang ia punya di kota S ini.


Kuliah di Universitas di ibukota adalah impiannya sejak dulu. Pasti membanggakan sekali bila bisa masuk ke universitas itu.

__ADS_1


Rendra menghela nafas kasar. Ia tak mampu menatap Shinta. Bagaimana ia menjelaskan bahwa ia akan pergi. Shinta pasti langsung kecewa.


Rendra langsung pulang tanpa menunggu Shinta. Dia belum mampu menjelaskan semuanya.


Teman - temannya bahkan diabaikan. Rendra tak biasanya berfikir dalam begini. Biasanya dia cuek saja dengan masalah hidupnya. Mungkin semakin bertambahnya usia, fikiran itu juga berubah.


"Rendra serius ditolak sama anak kelas satu?" tanya Rahman penasaran.


"Nggak tau." jawab Reyhan datar.


"Lo tadi bilang ditolak? Yang bener yang mana sih?" Rahman malah jadi bingung.


"Reyhan, lo gila ya?" Kenzo buka suara.


"Ya, kenapa? Dari tadi Rendra sudah ngatain gue tidak waras, sekarang gila! Besok s*tres ya!" Reyhan kesal.


Mereka naik motor masing - masing menuju rumah Rendra. Ingin tau masalah teman karibnya itu.


***


Terima kasih sudah membaca ^_^


Jangan lupa like komen dan vote ya


nantikan kelanjutan kisah Shinta dan Joe selanjutnya

__ADS_1


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2