Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Makan Malam IV


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Jonathan menghentikan mobil mereka disebuah resto terkenal dikota S ini. Sepertinya sangat ramai sekali malam ini. Mungkin sedang ada acara atau apalah. Joe tak peduli.


Joe keluar dari mobil. Kemudian membuka pintu mobil untuk Shinta. Joe sigap sekali. Shinta tertegun. Restoran Kenzo.


Bukannya ini restoran keluarganya mas Kenzo? batin Shinta. Shinta memandangi area parkir yang penuh. Shinta ragu untuk masuk ke resto.


"Mas, kita cari tempat lain saja ya. Disini ramai sekali. Pasti sudah penuh." kata Shinta membujuk.


"Kenapa? Aku sudah buat reservasi tempat. Ayo masuk." Ajak Joe. Meraih tangan Shinta agar menjajari langkah kakinya.


Joe masuk ke resto itu dan memberi tau pihak resto bahwa mereka sudah reservasi tempat. Joe dipersilahkan masuk mengikuti pelayan di depannya. Joe meraih tangan Shinta lagi. Dari tadi Shinta hanya sibuk memperhatikan sekitar. Mencari orang yang ia kenal.


"Silahkan tuan." kata pelayan itu ramah.


Joe masuk keruang VIP itu. Shinta juga masuk kemudian duduk disamping Joe. Shinta seperti baru pertama kali masuk ke ruang VIP. Ia memperhatikan sekitar. Nyaman.


Joe memberikan menu makanan untuk Shinta agar gadis kecil disampingnya ini memilih makanan yang ia suka. Shinta melihat setiap menu. Dia tampak berfikir.

__ADS_1


"Bebek bakar dan oren jus ya mas." kata Shinta berbinar. Terserah aku kan?


"Ya. Whatever," Joe tak peduli. Ia kembali fokus pada ponselnya yang ia ambil setelah melihat pelayan itu menyimpan buku menu ditangannya. Kemudian Joe menyandarkan tubuhnya.


"Silahkan tunggu sebentar Tuan dan Nyonya," pelayan itu menundukkan kepala. Kemudian berlalu dibalik pintu.


"Mas, kamu kok tau tempat ini?" tanya Shinta penasaran. Mungkin saja hanya kebetulan.


"Kenapa? Ini tempat umum," suara Joe sinis tanpa melirik Shinta sedikit pun.


"Kamu seperti sudah tau kota ini. Ini bukan pertama kalinya kan mas disini?" tanya Shinta lagi.


"Memangnya kenapa? Sok tau sekali." Joe mulai sebal Shinta terus bertanya. Aapalagi pertanyaannya sama sekali tak berbobot.


"Jangan pemarah anak kecil! Nanti kamu cepat tua!" ujar Joe.


"Siapa yang selalu memancing emosiku?" tantang Shinta.


"Dasar anak kecil! Kekanakan." Joe berdecih.


"Begini juga istri kamu!" Shinta bergumam. Sedikit malu mengatakan kalau ia mengakui sebagai istri Joe. Seketika wajahnya memerah. Hah? Kenapa aku keceplosan? Shinta merutuki kebodohannya.

__ADS_1


"Istri macam apa begini? Masih anak - anak mengaku istri. Jangan mimpi ketinggian!" Joe terkekeh geli. Anak ini bicaranya sudah aneh.


Bule g*la! Siapa yang memaksa menikahkan kita? Itu orang tuamu! Shinta mengumpat dalam hati.


Shinta melotot. Walaupun ia masih 16tahun tapi dia sah jadi istri Joe. Shinta merasa tersinggung dengan kata - kata Joe.


"Dengarkan aku. Aku hanya menjagamu sebagai kakak laki - laki. Kau bahkan masih dibawah umur. Mau diapain juga masih ketakutan. Berharap apa jadi istriku? Haha..." Joe terbahak - bahak. Lucu sekali melihat ekspresi Shinta yang kesal sekaligus malu.


Shinta memang kesal mendengar kata - kata Joe. Memang ada benarnya sih! Tapi nggak perlu bilang juga kali. Bikin sakit hati saja! Menyebalkan!


Joe menghentikan tawanya ketika makanan mereka datang. Pelayan dengan sigap menaruh makanan dimeja. Menata dengan rapi.


"Selamat menikmati tuan dan nyonya." pelayan itu menunduk hormat. Kemudian berlalu.


Shinta mulai mengunyah makanannya. Ia benar - benar ingin menghabiskan makanan itu segera dan cepat pulang. Agar Shinta segera lepas dari laki - laki bule ini. Berada didekatnya seperti mendekati bara api yang akan membakar tubuhnya. Bikin emosi.


***


Terima kasih sudah baca ^_^


Jangan lupa like komen tip dan vote ya

__ADS_1


nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya


Peluk cium devanurana^_^


__ADS_2