Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Ulang Tahun Part 3


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Kenzo datang ke Resto milik keluarganya. Seperti biasa ia akan menunggui meja kasir.


Kenzo sedang belajar mengelola bisnis resto ini. Sebagai anak pertama Kenzo memang dituntut untuk dewasa. Cepat mengambil langkah dan strategi.


Ayah dan Ibunya suka sekali masakan khas kota S. Makanya Resto ini menyediakan beragam makanan khas kota S yang terkenal. Tak lupa tambahan makanan kekinian juga. Agar tak kalah dengan resto - resto yang baru.


Malam ini Resto akan dikosongkan. Menurut Ayah, malam ini ada perayaan ulang tahun menantu keluarga Smith yang tajir melintir. Ayah sangat senang, karna uang reservasi yang diberikan keluarga Smith itu tak sedikit. Sungguh akan mencapai pendapatan Ayah Kenzo sepekan bila ramai pengunjung.


Gila! Orang kaya mah bebas. Batin Kenzo.


Karna uang reservasi tempat yang banyak itu, keluarga Smith menuntut dekorasi yang mewah. Berhias lampu - lampuĀ  dan bunga - bunga. Seperti ulang tahun putri raja sungguhan. Jangan lupa dengan live music penyanyi lokal.


Kenzo juga ikut membantu. Menyiapkan ini itu perlengkapan pesta. Ikut melihat hidangan yang akan disiapkan dan berbagai servis khusus yang pegawai berikan kepada keluarga Smith nanti.


"Ken, nanti kau temani Ayah ya. Nanti Ayah kenalkan dengan Jonathan Smith." kata Ayah Kenzo. Ayah Kenzo menyuruh Kenzo bersiap mengganti baju dengan kain batik.


Sekarang Kenzo duduk di kursi kasir seperti biasa. Dari kursi kasir Kenzo dapat mengamati dari kejauhan.


Resto sudah siap menunggu kedatangan keluarga Smith. Kenzo sangat penasaran. Seperti apa sih wajah - wajah mereka?

__ADS_1


Kenzo terkejut sekali melihat pemandangan didepannya saat ini. Bahkan ia sampai menepuk pipinya agar tersadar. Sakit. Ini bukan mimpi. Jadi dia menantu keluarga Smith itu yang sedang ulang tahun?


Kenzo lemas. Pikirannya melayang pada Rendra. Sahabatnya sudah ditipu mentah - mentah oleh kekasihnya. Apa salahnya hingga Shinta menipunya begini?


Sahabatnya itu bahkan sangat mencintai Shinta. Sampai - sampai beberapa kali ia memikirkan akan berpisah jarak dengan Shinta.


Ternyata Shinta begini dibelakang Rendra. Kenzo yang awalnya simpatik kini merasa jijik melihat Shinta. Pandangannya terhadap Shinta tak lagi sama.


Dibalik keluguan dan sifatmu yang pendiam, kau menyembunyikan semuanya? Sungguh munafik sekali kau Shinta.


Kenzo menggeram marah. Tangannya sudah mengepal siap meninju apa saja. Tak terima sahabatnya diperlakukan seperti ini.


***


Ayah Kenzo sungguh piawai dalam bersilat lidah. Beda sekali dengan Kenzo yang banyak diam. Wajahnya sudah kesal dari tadi. Namun Ayah Kenzo masih saja ingin berlama - lama bersama Andrew. Ayahnya menahan Kenzo untuk pergi dari duduknya.


Kenzo melihat sesosok laki - laki berbadan atletis. Memakai jas abu - abu. Dengan baju putih. Kancing atasnya terbuka sedikit. Tampak dari dekat, Kenzo memperkirakan umurnya jauh lebih tua dari dirinya.


Itulah Jonathan Smith yang Ayah Kenzo bicarakan tadi. Kenzo diberitau Ayahnya agar memperlihatkan kegembiraannya terhadap kunjungan keluarga Smith yang berbahagia ini.


Namun wajah Kenzo sudah geram ingin memukul wajah Joe dengan tangannya. Kenzo berusaha menahan.


Joe hanya memicingkan mata menatap wajah Kenzo yang sepertinya ingin **********. Tak gentar bila akan diajak perang.

__ADS_1


"Saya pernah melihat Tuan dan Nona Muda makan disini beberapa kali. Sungguh kehormatan bagi Resto kami, Tuan" kata Ayah Kenzo.


"Oh ya? Benar begitu Joe?" tanya Andrew pada Joe disampingnya.


"Yes Dad, emm... sudah lama sih." kata Joe mengingat kejadian pertama kali makan di resto ini. Ia sudah lupa karna apa. Tapi ia ingat bersama Shinta makan bebek bakar.


"Bagaimana dengan makanan kami Tuan? Apa memuaskan? Tolong beri penilaian Anda." Ayah Kenzo.


"Makanannya enak. Istri saya sangat suka bebek bakar disini." jelas Joe. Penuh suka cita. Tak melihat wajah Kenzo yang mengetat itu.


"Syukurlah kalau nak Joe dan istri suka." kata Ayah Kenzo dengan ramah.


"Tuan Joe, apa kita bisa bicara berdua. Saya ingin bicara secara pribadi." kata Kenzo dengan mengulas senyum ramah.


"Tentu saja." Joe mengikuti langkah Kenzo. Mau apa dia?


***


terima kasih sudah membaca


jangan lupa like komen tip dan vote ya


nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya

__ADS_1


peluk cium DevaNurAna


__ADS_2