Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Kau Milikku


__ADS_3

Selamat membaca ^_^


***


Joe dengan gusar segera memacu mobilnya. Memecah jalanan yang hampir gelap ini. Setelah Andi dapat kabar dari Asih, Joe langsung mengebrak meja dan keluar dari tempat GYM dengan marah.


Beraninya dia membuat Honeyku menangis. Joe


Joe sampai rumah. Membuka pintu utama. Ia melihat Shinta meringkuk disofa menangis sesenggukan. Airmatanya tak hentinya membasahi wajahnya. Matanya terlihat merah karna terus menangis.


Mbak asih disampingnya menenangkan nona mudanya. Kemudian Mbak Asih mengundurkan diri saat melihat Joe mendekati Shinta.


Tanpa bicara apapun, Joe langsung meraih tubuh Shinta. Ingin menenangkan Shinta. Shinta mendorong Joe kuat. Joe tak marah seperti biasanya. Dia tau Shinta sedang terguncang batinnya.


"Pergi kamu Mas. Aku benci sama kamu!" teriak Shinta.


Joe hanya diam. Menghembuskan nafas dalam.


"Pergi Mas! Kau tuli? Aku ingin kau pergi!" Shinta marah.


"Tenanglah Honey." suara Joe lembut.


"Jangan panggil aku honey! Aku tak suka! Hiks." teriak Shinta.


Joe meraih tubuh Shinta lagi. Sekuat tenaga Shinta mendorong tubuh Joe. Joe jadi gusar dibuatnya. kali ini ia memaksa. Mengangkat tubuh Shinta. Membawa Shinta ke kamarnya. Shinta berontak.


"Turunkan aku!" Shinta menggerakkan tubuhnya ingin turun.


"Kalau kau tidak diam kau bisa jatuh! Tubuhmu akan remuk kena lantai!" teriak Joe.

__ADS_1


"Kau hanya bisa membentakku Mas. Turunkan aku!"


"Diam!"


Joe menurunkan Shinta di ranjang. Membenarkan bantal Shinta agar Shinta lebih nyaman. Joe ikut duduk disamping Shinta. Mengambil tisu untuk menghapus air mata Shinta yang masih menganak. Joe begitu lembut kali ini.


"Akan aku tuntut balas kesedihanmu ini Honey." kata Joe. Shinta menatap Joe tajam.


"Ini semua gara - gara kamu Mas! Kenapa kau datang dihidupku?" teriak Shinta. Shinta mendengus kesal karna Joe, Rendra kecewa padanya.


"Mungkin aku memang ditakdirkan untuk bersamamu." Joe meraih tubuh Shinta. Memeluknya erat.


"Pergi dari hidupku Mas. Aku ingin hubungan kita segera berakhir." Shinta menangis lagi. Hatinya sedih.


Dia memukul dada bidang Joe kuat. Namun tenaganya sudah tak ada lagi. Bahkan Joe tak merasakan sakit pada pukulan Shinta.


"Pergilah! Kembali dengan kekasihmu di Amerika. Lepaskan aku." Shinta setengah berbisik. Tenaganya sudah habis. Dia tak lagi memukul Joe.


"Aku takkan melepaskanmu meski kau meminta. Percayalah! Apapun yang aku lakukan untuk kebaikanmu." Joe mengecup puncak Shinta.


Shinta diam. Terperanjak dengan kata - kata Joe barusan.


Joe merenggangkan pelukannya. Nampak wajah Shinta yang sendu. Joe menatap Shinta lekat. Kemudian mengecup kening Shinta.


Shinta merasakan kehangatan. Kecupan dan sentuhan tangan Joe mampu membuatnya tenang meredakan kesedihan dan emosinya. Shinta merasa Joe tulus padanya. Shinta mengerjap tak sadar membiarkan Joe melakukan itu padanya.


Sekian menit Shinta terbawa suasana kehangatan Joe, ia tersadar. Shinta mulai tenang. Ia rebahkan tubuhnya. Merasakan lelah sekujur tubuhnya. Menatap langit - langit kamar.


"Kenapa kau lakukan ini padaku Mas? Jangan buat hatiku bingung begini." kata Shinta parau. Suaranya serak.

__ADS_1


"Tak usah pikirkan apapun. Lakukan saja sesuka hatimu." Joe ikut merebahkan tubuhnya di samping Shinta. Bersama menatap langit - langit kamar Shinta.


"Jangan lakukan ini lagi. Aku tak ingin menyakiti siapapun lagi." Shinta menoleh menatap Joe. Joe memiringkan tubuhnya.


"Kalau begitu tersenyumlah. Jangan menangis lagi." Joe mengusap sisa - sisa air mata yang mengering di bawah mata Shinta.


"Aku sudah menyakiti Mas Rendra, Mas. Aku sudah tau akhirnya akan begini. Menyakitkan." Shinta menatap langit - langit. Menerawang Mengingat wajah Rendra yang nampak benci sekali padanya.


"Berarti kau milikku sekarang." bisik Joe.


"Tidak! Jangan mempermainkan perasaanku Mas. Aku akan tambah membencimu!" Shinta gusar dibuatnya. Joe selalu seenaknya berbicara.


"Aku bisa gila kalau kau benci padaku Honey." Joe mendekatkan tubuhnya. Merengkuh perut Shinta. Memeluk tubuh mungil itu erat. Nafasnya terdengar jelas di telinga Shinta. Membuat Shinta merinding.


Shinta mencebikkan bibirnya. Hatinya panas. Dia merayu ku? Dia itu pandai sekali sandiwara ya. Jangan tergoda Shinta!


"Lepaskan aku mas!" teriak Shinta. Tapi pelukan Joe semakin kuat. Arrgggghhhh!!!


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote


Kalian semangat aku semangat! Jangan jadi pembaca pasif dong! biar aku cemungut up terus! hehehe


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


Peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2