
Selamat membaca
***
Shinta keluar dari mobil Joe, setelah sampai di kampusnya. Hari Senin saatnya mulai masuk kuliah pagi.
Kejadian di mobil, Shinta membuat kesabaran Joe habis. Dari tadi Joe terus bicara tentang bagaimana baiknya. Shinta mau cuti sekarang atau sampai perutnya membesar. Tapi Shinta hanya diam tak menanggapi kata-kata Joe. Disepanjang jalan hanya diam saja. Bahkan suara Joe seperti bermonolog pada dirinya sendiri.
Joe pun gusar dan tidak sabar karena tak satupun jawaban terdengar dari bibir Shinta. Seakan mulutnya terkunci untuk bicara dengan Joe.
"Apa kau akan diam terus? Dari semalam kau itu mengabaikanku! Menurutmu aku ini kucing yang mengeong? Atau anjing yang menggonggong?!" teriak Joe sambil memukul kursi kemudi. Membuat Daren mengerem mendadak. Kemudian menepikan mobil itu untuk berhenti sejenak.
Joe merasa Shinta sudah keterlaluan. Sudah pasti Joe tidak akan bisa menahan emosinya.
Setelah suara gebrakan kursi kemudi itu, Shinta terkejut. Ia bangun dari lamunannya. Ia kaget melihat Joe sangat marah. Ya, aku salah padamu. Hahhh... Aku sudah berfikir semalam sampai tidak bisa tidur. Makanya pagi ini konsentrasi ku buyar. Harusnya tadi pagi aku harus minta maaf sama mas Joe.
"Bu-bukan maksud ku mengabaikanmu mas, aku hanya banyak pikiran. Ma-maaf." Shinta berbisik. Tau bahwa dia memang sudah bersalah.
"Soal apa? Katakan padaku! Aku akan menyelesaikan semuanya untukmu! Bukan diam terus seperti itu! Aku bukan cenayang ya yang akan tau isi hatimu tanpa kau bicara! Arrghhh! Aku kesal sekali!" Joe meninju kursi kemudi itu lagi.
"Ma-maaf."
"Katakan sekarang apa yang harus aku lakukan?" suara Joe masih ketus.
"Kau tak perlu lakukan apapun mas. Aku akan bilang kalau sudah waktunya aku untuk cuti kuliah."
"Baiklah. Sepertinya pembicaraan kita sampai disini, jalan Daren." Joe mendesah gelisah. "Aku tidak mau kau tertekan, tapi kau juga jangan membuatku serba salah begini. Memangnya aku bisa menahan diriku saat itu?"
"Hmmm."
"Kalau kau ingin sesuatu katakan dengan jelas. Jangan diam begitu! Aku benar-benar kesal kalau kau terus begini."
"Ma-maaf."
__ADS_1
"Jaga baik-baik, anak ini anakku."
"Ya." bisik Shinta. Huft! Dia sangat marah. Kenapa juga aku jadi selalu bengong begini. Ayolah Shinta, ini bukan akhir hidupmu! Ini juga bukan salah dia(anak). Hmmm.
Shinta tersenyum tipis sambil mengelus perutnya. Reflek Joe menoleh saat itu dan ikut tersenyum. Tangannya juga menyentuh tangan Shinta diperut. Menangkup hangat. Sesaat mata mereka bertemu, sangat dalam.
Joe meraih kepala Shinta dan memberi kening itu kecupan hangat.
"Jangan berfikir macam-macam ya, aku mencintaimu." cup! Ada perasaan lega di hati Joe. Shinta sudah bisa ia rengkuh kembali dipelukannya.
"Maafkan sikapku yang kekanakan ini mas. Aku akan berusaha berubah. Hanya kau yang ku punya dan setelah ini, anak kita." kata Shinta sendu, namun sangat tulus.
"Iya." Tidak ada yang lebih indah dari melihat wajah ceriamu. Tidak ada yang lebih indah dari angan-angan masa depan kita. "Honeyku," bisik Joe, memeluk lebih erat.
Nah inilah sekarang Shinta sudah masuk ke halaman kampusnya. Melangkah dengan pelan menuju gedung kampus yang megah.
"Hai, Shinta." Shinta menoleh. Suara itu memanggil namanya seorang laki-laki datang menghampirinya.
"Ya kak." kata Shinta menjawab panggilan kating itu, namanya Aldo. Shinta sudah tidak memanggil kating lagi dengan "mas" karna Joe melarang keras, seperti kejadian dengan Rendra waktu itu.
"Hai bro," sapa teman Aldo yang tiba-tiba menghampiri Aldo. Shinta terbelalak. Kenapa orang ini ada disini? Pas ospek Maba aku tidak melihat dia.
"Wow, siapa yang ada didepan kita bro? Kau dekat dengan dia?" tanya Niko pada Aldo. Niko menatap dengan tajam pada Shinta.
"Apa sih Nik. Shin, kita ngobrol nanti saja ya." Aldo akan melangkah pergi menarik lengan Niko, namun Niko itu memang ingin mempermalukan Shinta. "Balas dendam ku akan lebih kejam," bisiknya menyeringai licik.
"Tak perlu sungkan begitu. Dia itu tak ubahnya j*lang. Kau jangan tertipu dengan kepolosan dia." ujar Niko dengan entengnya. Ternyata ia masih dendam pada Shinta karna kejadian waktu itu di depan toilet ( Pesta Part 3).
Aldo terkejut. Maksudnya apa coba?
"Maaf ya. Aku permisi." Shinta mengeloyor pergi. Tidak penting juga meladeni orang aneh itu.
"Hei Shinta, apa kabar dengan tuan Joe? Tunggu balas dendam gue. Karna dia harus dapat balasan atas perlakuannya sama gue."
__ADS_1
"Apa maksudmu? Apa yang dilakukan mas Joe padamu?" Shinta berbalik karna Niko memanggil nama Joe. Anak walikota itu sangat menyebalkan sekali.
"Lihat, tangan gue baru saja lepas gips, sekaligus kaki kiri gue. Jangan harap dia lepas dari jerat hukum. Gue akan bawa dia ke jalur hukum."
"Hah?" Shinta hanya menganga tak mengerti. Bukannya Daren sudah bicara baik-baik pada Niko ini. Apa yang terjadi?
"Jangan sok polos begitu. Gue nggak akan tertipu sama wajah itu. Sudah setengah tahun aku harus cuti untuk pemulihan. Sekarang waktunya pembalasan."
"Hei Nik apa yang kau katakan?" tanya Aldo sama sekali tidak mengerti. Dia hanya menatap Shinta dan Niko bergantian. Mencerna setiap kata yang ia dengar.
"Jangan pernah lo berurusan dengan dia. Karna suaminya sangat berbahaya, sama kejamnya seperti iblis neraka." senyum Niko menyeringai.
"Hei, kau jangan sembarangan bicara. Shinta sudah menikah?" tanya Aldo.
"Lo nggak percaya kan? Dia bahkan sudah menikah saat masih di SMA. Menyedihkan sekali kan, cewek yang kelihatan lugu dan polos ini menyimpan sejuta rahasia." Niko begitu puas mengatakan semua itu di depan umum. Bahkan mereka sedang di halaman kampus membuat siapa saja menoleh dengan pertengkaran mereka.
Apalagi, Niko memang terkenal di kampus karna ia anak walikota. Seakan seperti lebah berdegung. Suara - suara sumbang tentang Shinta mulai berseliweran terdengar di telinga. Menyebalkan!
Shinta mendesah. " Kenapa kau begitu kesal padaku? Padahal sebelumnya aku tidak mengenalmu?"
"Karna kau menganggu adikku."
"Hah?" Cih, hanya karna masalah adikmu yang mengejar mas Joe malah menyerang ku.
"Dan masalah gips ini! Lo dan Joe itu harus bertanggung jawab."
***
terima kasih sudah membaca
jangan lupa like komen tip dan vote ya
nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya
__ADS_1
peluk cium DevaNurAna