Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Peresmian 2


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Joe bersiap memegang gunting potong. Sebelum Memotong pita itu, ia sempat melirik dimana Shinta berada. Kemudian barulah ia potong pita didepannya. Tempat usaha Joe sudah resmi dibuka. Semua bertepuk tangan dengan gembira.


Pegawaipun sibuk melayani pengunjung yang datang membludak.


Joe tersenyum tulus. Membuat tempat usaha seperti ini adalah impiannya. Gaya hidup sehat akan memperpanjang umurmu. Slogan Joe.


Daddy dan Mommy melihat live streaming di you**** channel milik Joe. Mereka senang karna Joe mengatakan tentang istrinya. Mommy juga melihat saat Joe turun dari mobil dan menggandeng tangan Shinta. Mommy sampai terharu. Anaknya sudah jatuh cinta pada Shinta. Syukurlah.


Joe duduk disofa bersama Shinta. Joe bahkan melingkarkan tangannya dipinggang Shinta erat.


Paman dan Bibi ada didepan mereka. Melihat kemesraan yang mereka tunjukan. Paman dan Bibi memberikan ucapan selamat dan beberapa hadiah.


Ya ampun aku akan gila kalau dia seperti ini. Shinta


"Paman dan Bibi tak perlu repot - repot." kata Joe menyungging senyum terbaiknya. Terlihat ramah dan hangat.


"Ah tidak nak. Ini bukan apa - apa," kata Bibi.


"Sekali lagi selamat ya Joe. Shinta sangat beruntung memiliki kamu." Bibi.


"Ternyata kau sangat menyayangi ponakan kami," Paman.


"Tentu saja Paman dan Bibi. Shinta kan istri saya," Joe menatap Shinta lekat. Mempererat sentuhan tangan dipinggangnya.


Shinta tampak terkejut. Jantungnya sudah berdegup tak karuan.

__ADS_1


"Sayang, kau mau minum?" kata Joe melihat istrinya yang nampak canggung. Tatapan Joe seperti mengatakan jangan gugup! Biasa saja!


"Eh iya boleh mas," kata Shinta. Joe dengan sigap mengambil jus buah didepannya. Memberikan kepada Shinta. Shinta meminum jus buah itu. Joe menunggu Shinta meminum jus, kemudian meraih gelas itu dan menaruhnya lagi di meja.


Joe sangat perhatian dengan Shinta. Bibi


Setelah itu Joe dan Paman membicarakan bisnis. Tentang investasi Joe yang akan membangkitkan perusahaan Paman.


***


Shinta minta ijin ke toilet. Bibi memaksa menemani Shinta. Sebenarnya Shinta enggan ditemani Bibi, tapi tidak enak hati menolak.


"Shinta, jangan sia - sia kan Joe. Sepertinya dia sangat menyayangi kamu. Perhatian sama kamu nak," kata Bibi membuka obrolan.


"Iya Bibi." jawab Shinta.


"Cintailah suamimu itu. Turuti saja apa maunya. Hidupmu akan bahagia,"


"Dia sudah pernah melakukannya sama kamu?" #Hubungan intim


Shinta bingung. Jawab jujur apa bohong ya? Shinta hanya menundukkan kepala.


"Tidak apa - apa Shinta. Sekarang kan jaman sudah canggih. Pakai saja alat kontrasepsi. Nggak akan hamil. Setelah lulus kamu bisa lepas alat kontrasepsi itu kalau Joe sudah ingin punya anak," jelas Bibi.


Shinta membelalakkan mata. Alat kontrasepsi? Anak? Tidak! Aku tidak akan mau sampai punya anak!


"Kamu nggak usah malu. Kemaren Joe bilang ingin punya anak dari kamu. Kamu pasti bahagia sekarang, nak." Bibi mengelus bahu Shinta lembut.


Shinta tersenyum kecut. Mas Jonathan bilang begitu? Serius? Tidak mungkin! Pasti dia hanya bersandiwara.

__ADS_1


"Ayo kembali. Suamimu pasti sudah mencarimu." Bibi menggandeng tangan Shinta keluar dari kamar mandi.


Joe melihat kedatangan mereka. Melambaikan tangannya agar Shinta mendekat. Shinta duduk disebelah Joe lagi.


Lagi - lagi Joe melingkarkan tangannya dipinggang Shinta. Lebih erat dan dekat. Sungguh membuat Shinta tidak nyaman. Ini pertama kalinya Joe bersikap layaknya pasangan suami istri yang dimabuk cinta.


Deg. Detakan itu terasa memburu di dada Shinta. Tak tenang kalau Joe sudah mempererat pegangan tangannya.


Aku akan gila! Ini hanya sandiwara Shinta! Sadarkan hati mu**!


"Honey, kok lama sekali? Apa ada sesuatu?" tanya Joe. Menyentuh jidat Shinta dan kemudian leher. Tidak panas. Aku tidak sakit! Bodoh!


"Tidak apa - apa Mas," kata Shinta menepis tangan Joe.


"Sungguh? Kalau ada yang sakit bilang ya, Honey." Joe sungguh pandai berakting.


Aku sungguh mual dengan panggilan honeymu itu!


Mereka saling tatap. Suasana tampak jadi canggung.


"Kami akan ke cafe dulu Joe," kata Bibi minta pamit sambil mengerling paham dengan situasi pasangan didepannya yang sepertinya ingin berdua saja.


Joe dan Shinta berdiri. Menyalami Paman dan Bibi bergantian. Kemudian melambaikan tangan.


***


Terima kasih dah baca ya ^_^


Aku tunggu like komen tip dan vote

__ADS_1


Nantikan kisah Joe dan Shinta selanjutnya ya


peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2