
Selamat membaca^_^
***
Dikamar Shinta masih dalam keheningan. Pintu dibiarkan terbuka begitu saja. Joe ingin mendekati Shinta yang meringkuk dengan selimut didadanya. Ia tertahan mengamati Shinta dari depan pintu yang terbuka.
Shinta makin meringsek dipojok tempat tidurnya saat terdengar langkah kaki Joe mendekat ke arahnya. Joe duduk ditepi kasur. Tepat didepan tubuh mungil Shinta yang sama sekali tak terlihat. Yang terlihat hanya rambut panjang yang terbuai berantakan.
Joe meraih selimut itu. Ia ingin melihat wajah Shinta yang sendu. Tangan Shinta menarik kuat selimut. Tak ingin Joe membuka selimut yang menutupinya. Joe mengalah. Tak mau anak kecil dihadapannya ini semakin takut. Ia bahkan tak makan. Mana ada tenaga melawannya.
"Hmm.. buka selimutmu. Ayo makan." kata Joe datar.
"Aku sudah bilang tidak mau. Jangan paksa aku lagi mas. Keluar!" jawab Shinta ketus. Namun kata - katanya seperti hilang hanya terdengar gumaman dibalik selimut. Ia juga tak menatap Joe yang duduk didepannya.
"Kau boleh makan sesukamu. Asal jangan makan makanan instan." Joe sedikit keras. Namun tak ada kemarahan disana.
Shinta hanya diam. Tak ingin menjawab Joe. Ia hanya memutar matanya kesal.
"Kau tau apa kesalahanmu? Aku tidak suka kau menggebrak meja makan. Itu tidak sopan! Kau itu perempuan. Jagalah sikapmu di meja makan,"
"Karna siapa aku sampai berbuat seperti itu?" kata Shinta lirih.
"Aku tau kamu belum terbiasa. Tapi ini demi kebaikanmu juga. Kalau bukan kamu yang menjaga dirimu sendiri, terus siapa yang menjagamu? Aku tak selamanya disampingmu," Joe sedikit emosi.
__ADS_1
Glek. Kenapa ia bilang begitu? Aku kan jadi ambigu mengartikan kata - katanya.
"Ayo makan. Kalau tak makan kamu nanti dikira cacingan! Kurus kerempeng." ejek Joe sinis.
Dia itu manusia rubah ya? Menasehati bagai malaikat terus mengejek bagai s*tan! Menyebalkan.
"Kalau makanan tadi aku nggak mau. Balikin mie instanku," Shinta merengek.
"Jangan makan mie instan lagi." Joe marah.
"Aku harus makan apa? Katanya malam ini makan sesukaku. Aku mau mie instanku!" Shinta berteriak. Menyibak selimut. Menatap mata Joe yang tak kalah melotot.
"Kamu benar - benar anak kecil ya! Kekanakan! Makan yang lain. Ayo ikut aku." Joe meraih tangan Shinta. Menarik tangan itu. Menggenggam erat mengikuti langkah kakinya yang besar keluar dari kamar.
Mbak Asih melihat nonanya digandeng tuannya menuruni tangga. Mbak Asih takut Tuannya akan kasar. Atau lebih parah memukul tubuh kecil nonanya.
"Tolong lepaskan nona, tuan Joe." mbak Asih mencoba membuka suara. Ini untuk pencegahan yang mungkin akan terjadi.
Joe menghentikan langkahnya. Tapi Joe tak melepas pegangan tangannya pada Shinta. Joe mengambil ponsel di saku celana. Mengotak - atik ponsel itu sebentar kemudian memasukkan kembali. Joe berbalik menatap Mbak Asih.
"Aku akan keluar sebentar. Jaga rumah." kata Joe. Kemudian melanjutkan langkah kakinya keluar dari pintu utama. Mbak Asih mengikuti tuan dan nonanya keluar rumah.
Joe membuka kunci mobil. Membuka pintu mobil depan.
__ADS_1
"Masuk," perintah Joe.
"Mas Jonathan mau ajak aku kemana? Aku nggak mau pergi." Shinta ketakutan. Wajahnya nampak panik. Ia takut Joe akan membawanya pergi jauh. Pikiran Shinta sudah membayangkan yang tidak-tidak. Tangannya menggenggam erat mendekap tubuhnya.
"Ck! Kenapa keras kepala sekali. Masuk! Aku akan pergi membelikan makanan untukmu. Bukan untuk memakanmu! Cepat masuk!" Joe benar - benar emosi melihat tingkah Shinta.
Dengan ragu Shinta masuk juga. Duduk disebelah kemudi. Joe menyalakan mesin mobil. Kemudian dengan cepat melesat membelah jalanan. Mbak Asih melihat dengan khawatir. Ia langsung mengirim pesan singkat untuk tuan sekretaris Andi.
Semoga nona baik - baik saja, gumam mbak Asih.
Joe seperti tau kemana arah mereka tertuju. Seperti sudah hafal jalanan ini. Ia tak bertanya kepada Shinta mau makan dimana.
Shintapun tak ingin mengatakan apapun. Dia sudah malas berdebat dengan Joe.
Semoga dia benar - benar nggak memakanku. Hiks! Dia itu galak sekali sih! Aku takut.
***
Terima kasih sudah membaca^_^
Jangan lupa like komen tip dan vote ya..
nantikan terus kisah Joe dan Shinta selanjutnya
__ADS_1
Peluk cium DevaNurAna^_^