Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Rencana II


__ADS_3

Selamat membaca^_^


***


Joe masih duduk dengan angkuhnya dikursi direktur utama. Paman juga masih berdiri didepannya. Matanya merah menahan geram.


Kedatangan keluarga Smith ternyata ada niat terselubung. Menghancurkan semua rencana yang sudah disusun rapi. Padahal sebentar lagi akan sempurna.


Karna keteledorannya sendiri, Paman harus mencari investor besar untuk menutup semua uang perusahaan. Ternyata kedatangannya meminta bantuan pada Jonathan sudah ditunggu. Mungkin saja sudah direncanakan.


Paman tetap yakin bahwa Shinta takkan tau soal perusahaan ini. Dulu, Paman sudah bilang pada Shinta bahwa perusahaan Papa dan mamanya sudah kolep setelah kematian mereka. Tak mungkin Shinta akan menuntut atas perusahaan ini. Karna setau Paman, Shinta anak yang polos dan penurut. Apalagi dia tak punya siapa - siapa selain Paman dan bibinya.


Kini didepannya seorang Joe Smith ingin mengembalikan perusahaan ini untuk Shinta. Paman yakin Shinta takkan percaya. Shinta pasti akan membantu Paman yang lebih ia kenal.


"Siapkan saja pengacara yang handal untuk melawanku Paman. Kalau perlu yang terkenal dan ambisius. Aku akan pastikan Paman kalah dan masuk penjara. Jika Paman mengakui semuanya, urusan ini akan jauh lebih mudah." kata Joe.


"Kau mengancamku? Kau anak kemarin sore!" teriak Paman tidak terima.


"Pikirkan baik - baik, Paman. Ini menentukan nasib Paman selanjutnya." Joe puas melihat wajah Paman yang geram.


"Kau!" Paman mengepalkan tangan kuat. Ingin memukul wajah Joe yang mengintimidasi itu.


"Kalau aku boleh saran, sebaiknya Paman baik - baik padaku. Jika Paman masih ingin bekerja disini." Joe memberi saran dengan nada mengejek.


Paman hanya diam. Tubuh Paman beku. Menahan amarahnya. Joe berdiri dari duduknya. Menghampiri Paman.


"Sebaiknya pikirkan baik - baik Paman. Aku takkan setega itu pada Paman kalau Paman mengakui semuanya." bisik Joe sambil menepuk pundak Paman. Kemudian ia berlalu pergi diikuti Andi dibelakangnya.


***

__ADS_1


Joe duduk di kursi penumpang. Mobil itu melesat dengan kecepatan sedang. Andi memperhatikan Tuan Mudanya dibalik kaca spion. Ada semburat kekhawatiran disana.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Andi ingin tau apa yang dipikirkan tuan mudanya.


"Aku memikirkan Shinta." bisik Joe sendu.


"Oh, sudah sampai mana memikirkan nona muda?" goda Andi dengan senyum tipisnya.


"Maksud kamu? Jangan mesum!" teriak Joe.


"Ada apa dengan Nona Muda, Tuan?"


"Shinta masih berhubungan dengan Rendra. Kalau Rendra sampai tau tentangku, pasti marah sekali pada Shinta. Shinta pasti sedih." jelas Joe.


"Kenapa? Bukannya itu bagus?"


"Siapa suruh mengijinkan mereka bersama? Saya bahkan sudah menghalangi hubungan mereka. Tapi tuan sendiri yang memberi kebebasan." Andi kesal.


"Aku pikir perasaan ini takkan berubah. Dulu aku sama sekali tak memandangnya." bisik Joe.


"Sekarang? Anda baru menyesal? Cih!"


"Kenapa aku sebodoh ini ya?" bisik Joe.


"Anda memang bodoh kalau sudah berurusan dengan cinta. Dasar!" Andi mengejek.


Mereka hening sesaat. Joe ingin sekali membalas Andi. Tapi apa yang akan membuat Andi tersinggung ya.


"Andi, kau tak rindu pada anak istrimu?" akhirnya setelah sekian detik hanya ini yang difikirkan Joe. Tapi Andi hanya diam.

__ADS_1


"Kau sudah tak mencintai mereka?" Joe heran. Memicingkan matanya. Joe bersiap mendengar alasan Andi.


Andi mendesah. Menghembuskan nafas perlahan.


"Apa jawaban Saya itu penting untuk Anda?"


"Tergantung jawabanmu!"


"Kalau begitu berhentilah bertanya Tuan."


"Mungkin kau tak lagi mencintai istrimu. Tapi tak mungkin kan kau benci pada anakmu?" Joe mulai tersenyum untuk kemenangan didepan mata.


"Anda hanya buang - buang waktu mengurusi hidup Saya."


"Cih! Kau benar - benar kaku sekali ya. Cinta saja tak punya." Joe mencibir.


"Cinta hanya membuat Saya bodoh seperti orang dibelakang Saya." Andi menyeringai. Senyum devilnya sungguh misterius.


"Sialan!" teriak Joe sambil menendang kursi kemudi. Andi benar - benar pandai membalas kata - kata Joe.


***


Terima kasih dah baca ya


jangan lupa tinggalkan like komen tip dan vote


nantikan kisah joe dan shinta selanjutnya


peluk cium DevaNurAna^_^

__ADS_1


__ADS_2