Shinta Jonathan

Shinta Jonathan
Andi


__ADS_3

Selamat membaca ^_^


***


Andi duduk dimeja kerja Joe. Membuka laptopnya. Andi tampak konsentrasi penuh. Beberapa kali dia sampai melotot seperti ingin memakan laptop didepannya itu. Ia melihat video kiriman dari orang suruhannya di Amerika. Cih! Bodoh! umpat Andi.


Dia beralih mengambil minuman disampingnya. Meneguknya perlahan. Daren masuk keruangan itu. Memberi tau bahwa ada orang yang ingin bertemu.


Andi menyuruh tamu itu untuk masuk. Dia sudah tau siapa yang akan ia temui.


"Katakan!" kata Andi. Andi tak beranjak dari duduknya. Malah pandangannya fokus pada laptopnya.


Orang itu menjelaskan bahwa perusahaan yang dipegang Paman dan Bibi Shinta dalam zona genting. Perusahaan itu tak lain adalah milik orang tua Shinta yang akan Joe rebut dari tangan Paman Shinta.


Dalam jangka bulan saja, perusahaan itu terancam gulung tikar. Orang itu menjelaskan dengan terperinci dengan kertas - kertas laporan keuangan perusahaan tersebut.


"Sangat mengkhawatirkan tuan. Apa kita akan bertindak?" kata Orang itu mengakhiri laporannya.


"Santai saja. Tak perlu buru - buru." kata Andi santai. Seringai licik tercetak jelas di wajahnya.


Ia yakin Paman dan Bibi Shinta tidak akan tinggal diam bila perusahaan akan pailit. Andi bahkan tau apa yang akan dilakukan dua orang tua itu untuk menyelamatkan perusahaan tersebut.


"Bagaimana selanjutnya tuan?" tanya orang itu.


"Teruskan kerjamu. Tak perlu ada pergerakan. Tunggu saja kabar dari saya selanjutnya." jelas Andi.


"Baik tuan. Saya pamit." Orang itu keluar dari ruangan kerja Joe. Menghilang dari pandangan Andi.

__ADS_1


Belum juga Andi bergerak untuk mengambil alih perusahaan itu dengan status Joe sebagai suami Shinta, kini dengan mudah Joe akan mengusai semuanya.


Andi akan pastikan perusahaan itu akan jatuh ke tangan Joe secepatnya sesuai keinginan Andrew. Sebelum Shinta mampu menjalankan perusahaan itu dengan tangannya sendiri.


Andi mengambil ponsel di sakunya. Memanggil seseorang yang jauh di Amerika. Mengabarkan kabar yang baru saja ia dengar dari orang kepercayaannya.


"Saya akan suruh Joe cepat pulang ke Indonesia. Saya percaya padamu, Andi." kata tuan besar Andi. Siapa lagi kalau bukan Andrew.


Andi tersenyum bangga. Kepercayaan tuan besar adalah suatu kebanggaan yang luar biasa baginya.


***


Andi sudah menunggu nona mudanya diruang tamu. Nona mudanya belum pulang juga dari tadi siang. Jam dinding sudah menunjukkan pukul enam malam.


Andi berspekulasi. Apa mungkin ketemu dengan laki - laki yang kemarin itu? Sebut Rendra.


Andi sudah beberapa kali menelfon Shinta. Tapi telfonnya tidak diangkat. Andi sudah memperingatkan nona mudanya, tapi kalau sudah begini bagaimana ia menjelaskan pada Joe?


Sial!


Andi keluar rumah. Berdiri diteras rumah. Pandangannya tertuju pada portal perumahan. Beberapa detik berlalu, ada motor masuk kehalaman rumah Shinta. Ya laki - laki yang sama.


Shinta melambai kala motor itu berbalik menjauh. Shinta nampak tersenyum ceria.


Shinta bermaksud masuk ke dalam rumah. Wajahnya tampak pias melihat Andi berdiri di depan pintu. Tatapan mata Andi tajam. Seperti elang menemukan mangsanya.


Shinta masuk melewati Andi. Andi mengikuti nona mudanya masuk.

__ADS_1


"Apa nona senang?" tanya Andi menghentikan langkah kaki Shinta. Shinta berbalik melihat Andi.


Andi duduk dengan angkuhnya. Menatap mata Shinta yang tampak takut. Bahkan Shinta menggigit bibir bawahnya. Deg. Detakan jantung Shinta terdengar lebih keras. Ia menakutkan sekali, batin Shinta.


"Saya sudah memperingatkan anda nona. Kenapa anda mengabaikan peringatan saya?"


"Maaf pak."


"Apa nona muda tak paham maksud saya? Jauhi laki - laki itu."


"Mas Rendra orang yang baik Pak. Aku tak bisa menjauhinya." jelas Shinta.


"Apa anda tau status anda sekarang adalah istri tuan muda?"


Aku bahkan tidak boleh bermimpi jadi istrinya! Kenapa ngomong soal status? batin Shinta. Shinta hanya diam tak berani berkata apapun. Meremas ujung bajunya dengan kuat.


"I-iya Pak."


"Jangan lagi berhubungan dengannya, atau akan mendapatkan masalah." kata Andi mengakhiri pengadilan dadakannya.


***


Terimakasih sudah membaca ^_^


Jangan lupa like komen dan Vote ya


Nantikan terus cerita Joe dan Shinta

__ADS_1


Peluk cium DevaNurAna^_^


__ADS_2