
"I itu,itu aku hanya ingin membuatmu merasa kesal saja..." jawab Jennifer dengan nada gugup dan bingungnya,untuk saat ini ia masih harus menyembunyikan tentang ide dari Ibu mertuanya yang menurutnya the best itu.
Sedangkan Sebastian yang sedang fokus kearah bibir merahnya Jennifer itu,langsung beralih kearah mata indahnya Jennifer,dengan kening yang mengernyit heran.
"Habisnya,kamu terus mengabaikan aku selama hampir 3 minggu ini.Dan,dan suami istri seperti apa kita ini? Aku bahkan selalu saja,setiap malam tidur sendirian diatas ranjang yang sebesar ini..." lanjut Jennifer lagi,dengan nada pelan, menyindir, gugup dan juga kesal,saat ia melihat Sebastian yang sedang mengernyit heran kearahnya.
Jennifer tidak tahu saja,kalau Sebastian tidak ingin tidur seranjang sama dirinya kerena hal inilah yang sedang ia takutkan.Tapi sepertinya,sekarang hal tersebut akan terjadi dipagi hari yang akan menjelang siang hari ini.
"Baiklah.Kalau memang itu yang kamu inginkan, aku akan segera mengabulkan keinginanmu itu sekarang juga..." ucap Sebastian dengan suara beratnya,sambil tersenyum lega dan juga bahagia didalam hatinya karena mendengar alasannya Jennifer barusan,tapi ia juga bingung dengan rasa bahagia yang sedang ia rasakan saat ini.
Ntah rasa bahagia yang bagaimana,yang sedang ia rasakan saat ini.Ntahlah,ia sendiri juga tidak begitu mengerti.
"Tung tunggu,keinginan apa? Aku kan,masih belum mengatakan padamu,apa keinginanku yang sebenarnya.Lalu keinginanku yang mana,yang sedang kamu maksudkan barusan?" tanya Jennifer dengan cepat dan ekspresi bingung diwajah cantiknya.
"Memangnya apa sebenarnya yang sedang kamu inginkan? Sampai kamu harus membuatku merasa kesal seperti ini,hm?" tanya Sebastian balik,dengan nada pelannya,sambil mendekatkan wajahnya kewajahnya Jennifer yang berusaha menjauh, tapi nyatanya tidak bisa,karena kepalanya sudah kandas diatas kasurnya mereka tersebut.
"A aku menginginkan........" Jennifer menjeda kalimat jawabannya,sambil berpikir keras dan menahan rasa gugupnya yang semakin bertambah itu.
Karena wajah mereka yang semakin hampir tidak berjarak itu,bahkan napas beraroma mint mereka saling berhembus kewajah mereka masing-masing.
"Menginginkan apa,hm?" tanya Sebastian dengan nada menggodanya,sepertinya wajahnya Jennifer yang sedang menahan rasa gugupnya saat ini, terlihat sangat menggemaskan dimatanya.
__ADS_1
"Apakah sekarang kamu sedang merasa cemburu, hm?" tanya Jennifer balik,dengan nada dan wajah tersenyum menggodanya,sambil merangkul leher kokohnya Sebastian dengan erat,untuk membalas godaannya Sebastian tersebut.
Walaupun ia sendiri juga sedang sibuk menyembunyikan rasa gugupnya,tapi ia juga tidak mau kalah dari Sebastian.Untuk itu,ia harus membalas godaan tersebut dengan lebih baik lagi.
Sedangkan Sebastian,ia langsung berusaha menjauh dari wajah istri cantiknya itu,tapi ternyata rangkulan tangannya Jennifer lebih dulu menariknya,hingga mampu membuat wajahnya dan Jennifer kembali hampir tidak berjarak.
"Cemburu apanya,kamu jangan sembarangan bicara..." jawab Sebastian dengan menahan rasa gugupnya,sambil menahan kedua tangannya disamping kiri kanan kepalanya Jennifer,karena tiba-tiba saja ia tidak memiliki tenaga untuk melepaskan diri dari rangkulannya Jennifer.
Padahal tadinya ia hanya ingin menggoda atau mengerjai Jennifer saja,kenapa sekarang malah dirinya yang harus digoda oleh istrinya sendiri dan ia juga harus menahan rasa gugupnya.Sepertinya sebentar lagi,benda bawahnya akan terbangun,dan ia harus bisa mengendalikan dirinya saat ini.
Apa lagi,posisi mereka berdua saat ini sangat bahaya untuk benda bawahnya,dan juga untuk jiwa sejatinya yang masih pejaka itu.
"Benarkah? Jika benar,kenapa kamu malah mempermasalahkan tentang aku yang suka sarapan dan makan siang bersama Elvan?" tanya Jennifer,lagi-lagi ia menggoda suaminya,sambil menambahkan kekuatan menariknya dirangkulannya itu,hingga membuat ia berbicara barusanpun,bibir mereka menjadi saling bersenggolan.
Tapi kemudian perlahan-lahan kedua matanya beralih kearah bibir istrinya,walaupun agak kesulitan untuk bisa melihat jelas bibirnya,tapi ia bisa merasakan kalau bibir mereka memang telah saling menyatu saat ini.
Jennifer bahkan tidak menyadari,kalau perbuatannya yang berniat ingin membalas itu, mampu membuat tubuhnya Sebastian menjadi panas dingin saat ini,walaupun sebenarnya dirinya sendiri juga merasakan panas dingin juga seperti yang dialami oleh suaminya.
"Benar bukan,kamu sedang merasa cemburu selama beberapa hari ini? Ayo ngaku saja,kalau kamu sedang merasa cemburu padaku..." lanjut Jennifer dengan nada tidak sabarannya karena ia sedang menuntut pengakuan dari suaminya yang sedang ia tunggu-tunggu itu.
Tapi wajah tersenyum menggodanya tidak mengurang sedikitpun,ia bahkan melupakan atau tidak memperdulikan bibir mereka yang terus saling bersenggolan itu.
__ADS_1
Jennifer langsung menampilkan wajah memberengut kesalnya,saat ia melihat Sebastian yang hanya diam saja,dan tidak juga menjawab pertanyaan-pertanyaannya itu.
Ia tidak tahu saja,kalau saat ini Sebastian sedang berusaha menahan segala rasa yang sedang mengerayangi tubuh panas dinginnya itu.Tapi sepertinya Sebastian tidak akan mampu menahannya lebih lama lagi,karena terlihat dari wajah tampannya yang sudah memerah karena sedang berusaha untuk menahan semua rasa itu.
"Kenapa wajahmu,,,,ehmmmm........." baru saja Jennifer ingin mempertanyakan alasan dari wajah tampan suaminya yang terlihat memerah itu,tapi sayangnya,bibirnya sudah diterkam oleh Sebastian terlebih dahulu,sebelum ia sempat menyelesaikan kalimat penasarannya tersebut.
Sebastian yang memang sudah tidak mampu menahan gejolak-gejolak panasnya yang terus mendera tubuh kekarnya itu tadi,iapun langsung terus ******* bibirnya Jennifer dengan lembut dan kedua matanya yang refleks telah terpejam untuk men*km*t* apa yang sedang ia lakukan saat ini,hingga mampu membuat Jennifer yang merasa kaget tadipun langsung terhipnotis untuk ikut memejamkan kedua matanya dan juga membalas l*m*t*n lembut suaminya itu.
Mereka berdua terus bercinta,hingga semakin lama semakin panas,hingga mereka tidak menyadari kalau kain yang masih melekat ditubuh mereka berdua tadi,sudah terlepas satu persatu dan berserak diatas lantai dengan keadaan yang berceceran disetiap sudut kasur mereka.
Ditambah lagi,dengan suara merdunya Jennifer yang sedari tadi juga terus ikut menyertai percintaan mereka yang pada saat dipagi hari menjelang siang hari itu,dan untung saja kamar mereka kedap suara.
Sedangkan Sebastian,ia yang baru pertama kalinya melakukan hal tersebut.Ia hanya terus mengikuti naluri hatinya,dengan terus menelusuri setiap lekukan-lekukan tubuhnya Jennifer sejengkal demi sejengkal,dengan sangat lahap.
Mereka berdua terus berkerja dan mengekspresikan dengan cara mereka masing-masing, rasa n*km*t yang sedang merasa rasakan saat ini.
Karena percintaan mereka yang terlalu indah,dan sayang untuk mereka lewati itu,hingga mampu membuat mereka melupakan sejenak,perdebatan memusingkan mereka tadi.
20 menit telah berlalu,tapi keringat basah ditubuh merekapun tidak mampu membuat mereka akan menghentikan percintaan indah mereka itu.
Hingga sampai dimana,Sebastian ingin melakukan langkah akhir dari percintaan mereka itu,karena benda bawahnya sudah mulai memberontak.
__ADS_1
(Maaf ya,author baru sempat menguploadnya karena sibuk merevisinya 😊🙏🙏🙏)